Jumat, H / 30 Juli 2021

Warung Nasi Ibu Hj. Imas, Makan Enak Sambil Uji Kejujuran

Senin 09 Sep 2019 11:30 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Suasana tempat makan warung makan Ibu Hj. Imas, Bandung

Foto: ESQ Media

Tempat makan yang sesuai motto orang Sunda kebanyakan yaitu 3M (Murah, Merenah, Mantap). Menjadi salah satu rekomendasi untuk menikmati makanan rempah Sunda ini.


ESQNews.id, JAKARTA – Ada tempat makan terkenal di sekitaran Bandung, tepatnya di Jl. Dr. Soetomo depan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kendaraan pengunjung yang datang itu selalu memenuhi parkiran dekat Kedai Warung Nasi Ibu Hj. Imas ini.


Wilayah kedai yang di bangun sejak tahun 1980-an ini, tersembunyi di tengah kota. Namun ramai pengunjungnya, apalagi saat jam makan siang. Ada pegawai kantoran, TNI, Polri, masyarakat, mahasiswa dan lainnya.


Kedai warung nasi Ibu Hj. Imas ini tidak kalah ramainya dengan warung nasi Ibu Imas yang sudah terkenal sekali di Bandung, daerah JalanPungkur.


- Motivasi Kerja: Jangan Makan Siang Sendirian! (1)

- Mugaba, Wisata Instagramable di Bandung yang Suguhkan Suasana Kapal Perang TNI AL 


Prasmanan adalah konsep dari tempat makan itu, makanannya bayar di akhir. Tempatnya sangat nyaman, bersih, sekitar lingkungannya pun asri. Dengan ornamen yang klasik nan sederhana, perpaduan warna hijau dan kuning, juga tertata rapi.


- Ratusan Maba STP NHI Bandung Ikuti Pelatihan ESQ

- Kereta Cepat Jakarta Bandung Terealisasi Akhir Tahun 2020


Ada banyak lauk yang di sediakan, diantaranya yaitu ada ayam bakar, ayam goreng, rendang, gepuk, karedok dan masih banyak menu lainnya.


Bagi penggemar jengkol, disini ada 3 macam masakan jengkol: semur jengkol, rendang jengkol dan jengkol goreng. Tapi ada juga jengkol yang khusus di sediakan dengan lalapan terpisah yang sudah di sediakan di setiap meja. Jadi kita bisa mengambil lalapan sepuasnya.


Selain itu ada 3 macam sambel juga yang di sediakan di setiap meja: sambel terasi, sambel tomat, dan sambel ijo. Tambahan sambelnya yaitu sambel jeruk nipis. Terdapat 2 macam nasi: nasi putih dan nasi merah. Kemudian buah – buahan juga tak ketinggalan, tersedia bersama sambel dan lalap.


“Konsepnya sendiri makanan Sunda, tapi menurut saya kayak Ke rames-ramesan juga sih. Karena emang macam lauknya itu banyak banget. Adapun menu sayur - sayur juga disini ada. Kemudian untuk koceknya sendiri nih. Masih standar seperti harga warung nasi pada umumnya. Bedanya kalau makan disini itu kita kayak di warteg makan dulu sampe kenyang baru deh bayar. Tapi jangan lupa sama menu yang udah kita makan nih. Secara tidak langsung kita juga di uji kejujurannya setelah makan heheheh. Kalo kata orang  Sunda mah jangan Darmaji (Dahar Lima Ngaku Hiji)," kata salah seorang pegawai keuangan yang sedang mampir di Kedai tersebut.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA