Selasa, H / 08 September 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#BI

#EQ

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#MK

#BK

#UI

#NU

#GM

#RS

#IT

#MC

#

#SD

#MU

#bi

#QX

#BU

#PS

#DJ

#as

# P

#HC

#UU

#US

#Pa

#CC

#Ti

#\

#Hu

#5P

#8

#3A

#HP

#KB

#LG

#S1

#UN

#qx

#DO

#TJ

#FK

#5G

#VW

#K3

#Ke

# M

#PK

#RT

# t

#VR

#WA

#Em

#Wo

#01

#02

#U

#Al

TERKINI

NEWS

 

299 SMP Negeri DKI Jakarta Mulai Perkuat Manajemen Talenta Berbasis TalentDNA

897 Peserta Ikuti Penguatan dan Pemetaan Talenta untuk Mendukung Kualitas Pendidikan Jakarta ESQNews.id, Jakarta — Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta bersama ESQ memulai Penguatan Manajemen Talenta Sekolah berbasis TalentDNA yang melibatkan 299 SMP Negeri di Provinsi DKI Jakarta. Kegiatan yang digelar pada 1 September 2026 menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan talenta di sekolah secara lebih terarah, dengan mengenali potensi dan karakteristik unik setiap individu. Kegiatan diikuti oleh 897 peserta, yang terdiri dari Kepala Sekolah, Guru BK, dan Guru/Staf Operator dari 299 SMP Negeri. Pelaksanaan dibagi dalam dua sesi, pagi dan siang, dengan rangkaian kegiatan berupa penguatan manajemen talenta, pengenalan TalentDNA, pengisian TalentDNA, serta sesi diskusi dan tanya jawab. Mengenali Anak Tidak Bisa Hanya dari Satu Ukuran Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, Dr. Nahdiana, M.Pd., menyampaikan bahwa kualitas pembangunan Jakarta tidak terlepas dari kualitas sumber daya manusianya. Pendidikan menjadi salah satu fondasi penting bersama kesehatan serta kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, sistem pendidikan tidak dapat melihat seluruh anak hanya dengan satu ukuran yang sama. Setiap anak memiliki potensi, karakter, cara berpikir, dan kebutuhan pengembangan yang berbeda. Hal tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya pendekatan TalentDNA dalam pendidikan. Terlebih pada jenjang SMP, siswa berada dalam fase transisi dari masa kanak-kanak menuju remaja.Mereka mulai membangun identitas diri, memiliki cara berpikir dan respons yang semakin kompleks, namun kondisi tersebut tidak selalu terlihat dari perilaku sehari-hari. Anak yang terlihat sulit diatur belum tentu hanya membutuhkan teguran. Anak yang selalu terlihat ceria juga belum tentu sedang baik-baik saja. Dibutuhkan pemahaman yang lebih dalam mengenai karakteristik dan potensi setiap anak agar pendampingan yang diberikan dapat lebih tepat. TalentDNA hadir untuk membantu mengidentifikasi karakteristik individu yang dapat memengaruhi bagaimana seseorang berpikir, merespons, dan mengambil tindakan. Dimulai dari Mengenal Diri Pesan penting dalam kegiatan ini adalah bahwa proses mengenali peserta didik perlu dimulai dari tenaga pendidiknya sendiri.Prinsip “If I don’t know me, I cannot lead you" menjadi relevan dalam konteks pendidikan. Kepala sekolah, Guru BK, wali kelas, maupun guru mata pelajaran perlu memahami potensi dan karakteristik dirinya agar dapat lebih memahami dan mengembangkan peserta didik. Dengan demikian, Guru BK tidak hanya menjadi tempat siswa datang ketika memiliki masalah, tetapi juga berperan dalam membaca, memahami, dan memetakan konteks serta potensi siswa. Kepala sekolah diharapkan menjadi pengarah secara berjenjang, sehingga hasil pemetaan talenta dapat menjadi salah satu referensi dalam pengembangan guru maupun siswa di sekolah. Apresiasi untuk Prof. Ary dan Kolaborasi ESQ Dalam kegiatan tersebut, turut disampaikan apresiasi kepada Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Founder ESQ, atas gagasan dan dorongannya dalam pengembangan manajemen talenta melalui TalentDNA. Prof. Ary yang berhalangan hadir secara langsung karena kondisi kesehatan tetap menyampaikan salam dan dukungannya kepada jajaran Dinas Pendidikan serta para peserta. Sementara itu, Hesti Herminiati, MBA, CEO ESQ, hadir dan menyampaikan speech dalam kegiatan tersebut, mewakili ESQ dalam mendukung implementasi program bersama Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Penguatan materi mengenai manajemen talenta dan TalentDNA kemudian disampaikan oleh Coach Eka Chandra, Senior Consultant ESQ. Tidak hanya memberikan materi, tim ESQ juga turut mendampingi peserta selama proses pengisian TalentDNA, sehingga peserta dapat memahami proses dan mendapatkan pengalaman langsung dalam mengenali potensi dirinya. Dari Pemetaan Talenta Menuju Kualitas Lulusan Program ini tidak diarahkan sekadar untuk menghasilkan data atau menyelesaikan pengisian asesmen. Lebih jauh, TalentDNA diharapkan menjadi langkah awal bagi sekolah untuk mengenali potensi, memahami karakteristik, dan menentukan pengembangan yang lebih tepat bagi guru maupun peserta didik. Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta juga memberikan akses TalentDNA secara gratis untuk satu kelas di setiap SMP Negeri sebagai bagian dari keberlanjutan program. Dengan pemanfaatan tersebut, sekolah diharapkan dapat membangun pendekatan pendidikan yang semakin sesuai dengan karakteristik peserta didik.Karena pada akhirnya, ukuran keberhasilan pendidikan bukan hanya berapa banyak anak yang mengikuti asesmen, tetapi sejauh mana potensi mereka dapat dikembangkan menjadi kekuatan dan berkontribusi terhadap kualitas lulusan. 897 Peserta, 299 SMP Negeri Sebagai tahap awal, kegiatan pada 1 September 2026 mencatat 897 peserta dari 299 SMP Negeri DKI Jakarta, yang mengikuti kegiatan dalam dua sesi. Program kemudian dilanjutkan melalui rangkaian Journey Penguatan Manajemen Talenta berbasis TalentDNA bagi siswa/siswi SMP di seluruh wilayah Provinsi DKI Jakarta, mulai dari Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Pusat hingga Kepulauan Seribu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk membangun ekosistem pendidikan yang semakin mampu mengenali, mengembangkan, dan mengoptimalkan potensi setiap anak. Sebab, untuk mewujudkan Jakarta sebagai Global City, pembangunan kota tidak cukup hanya dengan infrastruktur dan kemajuan ekonomi. Jakarta membutuhkan manusia yang unggul, berkarakter, dan mampu mengoptimalkan potensi terbaiknya.

6 hari yang lalu

INTERNASIONAL

 

Wajib Halal Oktober 2026 Semakin Dekat, Bisnis Indonesia Sudah Siap? ESQ Halal Hub Hadirkan Kepala BPJPH dan Pakar Global

ESQNews.id, JAKARTA — Tenggat pemberlakuan kewajiban sertifikasi halal pada Oktober 2026 semakin dekat. Bagi pelaku usaha, momentum tersebut tidak lagi cukup dipandang sebagai kewajiban regulasi, tetapi perlu menjadi titik awal untuk membangun sistem bisnis yang lebih terpercaya, tertata, dan mampu bersaing di pasar global.Perspektif tersebut diangkat ESQ Halal Hub dalam Webinar Internasional “Wajib Halal Oktober 2026: Strategi Pelaku Usaha Membangun Keunggulan Bisnis melalui Sertifikasi Halal” pada Selasa, 1 September 2026. Diketahui peserta yang join tidak hanya dari Indonesia namun ke mancanegara.Webinar ini menghadirkan Board of Directors ESQ Corporation Ir. Rinaldi Agusyana, MBA; Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Dr. H. Haikal Hassan Baras, S.T., M.T.; Kepala Badan Ekonomi Syariah KADIN Indonesia Dr. Titi Khoiriah, S.E., M.M., M.B.A.; Global Halal Supply Chain Expert Prof. Dr. Marco Tieman; serta Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi Wiwik Hargono.Para narasumber membahas kesiapan Indonesia menghadapi kewajiban halal sekaligus peluang ekonomi yang berada di baliknya, mulai dari perspektif regulasi, pengembangan ekosistem ekonomi syariah, halal supply chain global, hingga kesiapan pelaku UMKM di daerah.Salah satu pesan utama yang mengemuka adalah bahwa sertifikasi halal seharusnya tidak menjadi tujuan akhir. Perusahaan perlu membangun kemampuan untuk menjaga integritas halal secara konsisten melalui kepemimpinan, tata kelola, sumber daya manusia, proses bisnis, rantai pasok, hingga teknologi.ESQ Halal Hub: Dari Sertifikasi Menuju Halal ExcellenceBoard of Directors ESQ Corporation, Ir. Rinaldi Agusyana, MBA, yang menyampaikan opening speech mewakili Founder ESQ Halal Hub Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, menegaskan bahwa halal bagi ESQ Halal Hub memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar sertifikat.“Di ESQ Halal Hub, halal bukan sekadar persoalan apa yang kita produksi, tapi bagaimana kita memimpin, bagaimana kita membangun sistem, bagaimana kita membentuk dan memperkuat budaya organisasi,” ujarnya, dihadapan lebih dari 1.500 partisipan yang join melalui zoom meeting dan youtube channel. Menurut Rinaldi, sertifikasi merupakan sebuah pencapaian, tetapi tantangan sebenarnya adalah bagaimana organisasi mampu mempertahankan integritas halal dari hari ke hari.“Memperoleh sertifikat adalah sebuah pencapaian, tapi mempertahankan integritas halal, hari demi hari, proses demi proses, orang demi orang, itulah tantangan yang sebenarnya,” katanya.Karena itu, ESQ Halal Hub membawa gagasan Halal Excellence, yakni perjalanan organisasi untuk bergerak dari sekadar memenuhi kepatuhan menuju kemampuan menjadikan halal sebagai bagian dari keunggulan bisnis.Rinaldi menggambarkan perjalanan tersebut dalam empat tingkat kematangan. Pertama, halal compliance, ketika organisasi hanya berorientasi pada kewajiban. Kedua, halal system, ketika proses dan sistem mulai dibangun. Ketiga, halal culture, ketika perilaku halal menjadi bagian dari cara kerja organisasi. Keempat, halal excellence, ketika halal berkembang menjadi keunggulan bisnis.“Jangan berhenti ketika sertifikat sudah ditempel di dinding. Naikkan kematangan organisasi kita, dari compliance menjadi sistem, menjadi culture, dan akhirnya menjadi competitive advantage,” tegasnya.Haikal Hassan: Ekosistem Halal Membuka Peluang Ekonomi BesarDari perspektif regulator, Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Dr. H. Haikal Hassan Baras, S.T., M.T. turut menyoroti pentingnya membangun ekosistem halal yang lebih luas.Dalam paparannya mengenai arah kebijakan nasional jaminan produk halal, Haikal menilai terdapat banyak sektor yang dapat berkembang melalui ekosistem halal, mulai dari industri dan produksi, finance and investment, services and facility, travel and tourism, halal lifestyle, retail and distribution, hingga personal care and wellness.Menurut Haikal, besarnya cakupan tersebut menunjukkan bahwa halal tidak lagi dapat dilihat hanya dalam konteks makanan dan minuman.Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi berbagai pihak dalam membangun ekosistem tersebut, termasuk dengan ESQ Halal Hub. Pemerintah, industri, lembaga pendidikan, pelaku usaha, serta lembaga pendukung perlu bergerak bersama agar potensi ekonomi halal dapat memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, Haikal juga memberikan apresiasi terhadap keberadaan ESQ Halal Hub sebagai bagian dari penguatan ekosistem halal.Menurutnya, keberadaan berbagai perangkat pendukung, mulai dari pendampingan proses produk halal, pelatihan, hingga pemeriksaan halal, dapat membantu pelaku usaha mempersiapkan diri menghadapi kewajiban sertifikasi.Ia pun mendorong agar ekosistem halal dikembangkan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga membawa Indonesia menjadi pemain utama di tingkat global.Dari Wajib Halal ke Peluang Bisnis GlobalPandangan mengenai pentingnya ekosistem halal juga diperkuat oleh Kepala Badan Ekonomi Syariah KADIN Indonesia, Dr. Titi Khoiriah, S.E., M.M., M.B.A.Menurut Titi, kewajiban halal perlu menjadi momentum untuk mengakselerasi pengembangan ekonomi halal Indonesia.“Wajib halal Indonesia tidak hanya sekadar mandatori, tapi juga memberikan pacu semangat bahwa ada banyak sekali peluang ekonomi halal yang patut kita kembangkan bersama-sama,” ujarnya.Ia menilai tantangan Indonesia bukan hanya memperbesar jumlah produk yang tersertifikasi, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok halal global.Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, profesional, institusi, dan berbagai sektor industri. Maka dari itu, ia pun turut mengapresiasi ESQ Halal Hub yang sudah menjadi wadah atas berkumpulnya beragam sektor.Titi juga menekankan bahwa sertifikasi halal perlu diikuti dengan peningkatan kualitas, kapabilitas, kepercayaan, serta akses pasar.“Potensi halal ekonomi ini kita bisa bersama-sama gaungkan from local to global,” katanya.Marco Tieman: Sertifikasi Halal Hanyalah PermulaanSementara itu, Global Halal Supply Chain Expert Prof. Dr. Marco Tieman membawa perspektif mengenai perkembangan industri halal global.Menurut Marco, halal telah mengalami evolusi dari pendekatan berbasis produk menuju halal supply chain dan selanjutnya halal value chain.Ia menekankan bahwa sertifikasi produk saja tidak cukup apabila integritas halal tidak dijaga sepanjang rantai pasok.“Ini hanyalah permulaan. Kita harus bergerak ke arah supply chain halal dan ke arah value chain halal,” ujarnya.Menurutnya, integritas halal perlu dijaga sejak awal rantai pasok hingga produk sampai ke konsumen. Hal tersebut mencakup bahan baku, produksi, logistik, transportasi, pergudangan, distribusi, ritel, hingga kanal penjualan digital.Pendekatan end-to-end tersebut dinilai penting untuk melindungi integritas produk sekaligus reputasi perusahaan.Marco juga melihat peluang besar bagi Indonesia untuk mengembangkan bahan baku, produk, merek, jasa, hingga kawasan industri halal yang dapat mendukung ekspansi ke pasar internasional.Ia mendorong munculnya kolaborasi antarpelaku industri untuk menciptakan efisiensi dalam pengadaan bahan baku, logistik, transportasi, pergudangan, pembiayaan syariah, dan aspek lainnya.Dalam konteks tersebut, keberadaan hub dan ekosistem halal dinilai penting untuk menghubungkan berbagai elemen yang selama ini berjalan secara terpisah.UMKM: Halal sebagai Momentum Naik KelasPerspektif pelaku usaha daerah disampaikan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bekasi Wiwik Hargono.Menurut Wiwik, pelaku UMKM tidak seharusnya menghadapi kewajiban halal hanya dengan pendekatan administratif.“Pertanyaan kita bukan hanya apakah pelaku usaha sudah memiliki sertifikat halal, tetapi lebih jauh lagi apakah mereka sudah memahami bagaimana prosesnya, apakah mereka mendapatkan pendampingan, dan apakah sertifikat halal tersebut sudah dipandang sebagai peluang untuk meningkatkan daya saing usaha,” ujarnya.

7 hari yang lalu

NEWS

 

Pensiun Bukan Berhenti! Tim ESQ Bongkar 3 Kunci agar Puluhan ASN Padang Panjang Siap Sambut Babak Baru Kehidupan

ESQNews.id, PADANG PANJANG — Pensiun kerap identik dengan berakhirnya rutinitas, jabatan, hingga ruang pengabdian. Namun, bagi 73 calon purna bakti Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota Padang Panjang, masa pensiun justru dipandang sebagai pintu masuk menuju babak baru kehidupan yang tak kalah bermakna.Pesan itulah yang mengemuka dalam Seminar Persiapan Purna Bakti PNS yang digelar Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pemerintah Kota Padang Panjang di Dempo Anailand Malibou Anai, Kabupaten Padang Pariaman, Jumat, 21 Agustus 2026.Tak sekadar membahas persoalan administratif menjelang pensiun, seminar tersebut dirancang untuk mempersiapkan para ASN menghadapi perubahan besar setelah meninggalkan kehidupan kedinasan. Mulai dari perubahan rutinitas, lingkungan sosial, status, hingga peran di tengah keluarga dan masyarakat.Kegiatan seminar dibuka secara daring melalui Zoom Meeting oleh Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis.Dan pembekalan semakin menarik karena menghadirkan coach dari Tim ESQ Jakarta, yang mengajak peserta mengubah cara pandang terhadap pensiun.Salah satu trainer ESQ berlisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Risman, mengatakan pembekalan menggunakan modul Wisdom Living, yang dirancang untuk membantu peserta menemukan kembali energi, respons, dan tujuan hidup setelah tidak lagi terikat pada pekerjaan formal.“Pensiun bukan tentang berhenti berkarya. Justru ini momentum untuk menemukan kembali makna hidup dan melihat pengalaman selama berdinas sebagai modal untuk memberi manfaat dalam bentuk yang baru,” ujar Coach Risman dalam sesi pembekalan.Bukan Kehilangan Pekerjaan, tetapi Menemukan Peran BaruDalam modul Wisdom Living, peserta diajak memahami tiga fondasi utama yang dapat menjadi bekal menghadapi masa purna bakti, yakni Managing Energy with GKF, Managing Respond, dan Finding the Grand Why.Pertama, Managing Energy with GKF. Peserta diajak mengelola energi fisik, mental, emosional, dan spiritual melalui pendekatan GKF: Gerak, Kata, dan Fokus.Konsep tersebut diarahkan agar para calon purna bakti tetap memiliki semangat, produktivitas dan rasa syukur meski tidak lagi menjalani ritme pekerjaan seperti saat menjadi ASN aktif.Kedua, Managing Respond, yakni kemampuan mengelola respons terhadap berbagai perubahan yang datang setelah pensiun.Perubahan rutinitas, status sosial, pendapatan, lingkungan pergaulan hingga peran dalam keluarga merupakan bagian yang harus dipersiapkan secara mental.Peserta didorong untuk mengubah sudut pandang dari “saya kehilangan pekerjaan” menjadi “saya mendapatkan kesempatan untuk menjalani peran baru.”Perubahan cara berpikir tersebut dinilai penting agar masa transisi tidak dipenuhi kekhawatiran, melainkan menjadi momentum untuk mengeksplorasi berbagai potensi yang selama ini mungkin belum sempat dikembangkan.Ketiga, Finding the Grand Why. Pada tahap ini, peserta diajak menemukan kembali alasan terdalam dan tujuan luhur dalam menjalani kehidupan setelah tidak lagi memiliki jabatan maupun pekerjaan formal.Grand Why diharapkan dapat menjadi kompas bagi para purna bakti dalam menentukan bagaimana waktu, pengalaman, pengetahuan dan keberadaan mereka tetap memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada Allah SWT.Dengan demikian, masa pensiun tidak berhenti pada perubahan status kepegawaian, tetapi menjadi fase untuk memperluas makna pengabdian.Wali Kota: Purna Bakti Bukan Berakhirnya PengabdianDalam sambutannya, Hendri mengapresiasi BKPSDM yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, persiapan menghadapi masa purna bakti merupakan hal penting agar ASN dapat memasuki fase tersebut dengan kesiapan yang lebih baik.“Purna bakti bukan berarti berakhirnya pengabdian. Masih banyak hal yang dapat dilakukan untuk memberikan manfaat bagi keluarga, masyarakat dan lingkungan,” kata Hendri.Ia menilai transisi dari kehidupan kedinasan menuju masa pensiun perlu dipersiapkan sejak dini, bukan hanya dari sisi administratif, tetapi juga dari aspek mental, emosional dan perencanaan kehidupan.Pasalnya, bertahun-tahun menjadi ASN membuat pekerjaan dan lingkungan kedinasan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keseharian seseorang. Ketika rutinitas tersebut berubah, diperlukan kesiapan agar masa pensiun dapat dijalani secara sehat, positif dan produktif.Hendri juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh calon purna bakti atas dedikasi, loyalitas dan kontribusi yang telah diberikan selama bertahun-tahun sebagai ASN di lingkungan Pemerintah Kota Padang Panjang.“Terima kasih atas pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama bertahun-tahun untuk Kota Padang Panjang. Semoga memasuki masa purna bakti nanti, Bapak dan Ibu tetap sehat, bahagia dan terus memberikan manfaat,” ujarnya.Dari ASN Aktif Menjadi Insan yang Tetap BerdampakSelama seminar, 73 peserta mendapatkan pembekalan mengenai kesiapan menghadapi masa transisi dari kehidupan kedinasan menuju kehidupan purna bakti.Materi tidak hanya diarahkan untuk membantu peserta menerima perubahan, tetapi juga mendorong mereka melihat berbagai peluang baru setelah pensiun.Pengalaman panjang selama menjadi ASN dapat menjadi bekal untuk tetap berkontribusi dalam berbagai bidang. Pengetahuan, keterampilan, jaringan sosial, serta pengalaman dalam menjalankan tugas pemerintahan merupakan aset yang dapat dikembangkan menjadi aktivitas baru yang produktif.Bagi Pemerintah Kota Padang Panjang, penghargaan terhadap ASN tidak berhenti ketika masa tugas berakhir. Dedikasi para aparatur selama masa kedinasan merupakan bagian dari perjalanan pembangunan daerah yang memiliki nilai historis sekaligus sosial.Karena itu, seminar persiapan purna bakti menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah agar para ASN tidak memasuki masa pensiun dengan perasaan kehilangan, melainkan dengan perspektif baru.Bahwa berakhirnya masa jabatan bukan berarti berakhirnya kesempatan untuk berkarya.Bahwa berhenti dari pekerjaan bukan berarti berhenti memberi manfaat.Dan bahwa pensiun bukanlah titik akhir, melainkan awal dari babak baru untuk hidup lebih bermakna.Melalui pembekalan tersebut, para calon purna bakti diharapkan mampu menyongsong fase kehidupan berikutnya dengan kesiapan, optimisme dan semangat untuk terus berkarya.“Pengabdian tidak selalu harus dilakukan melalui jabatan. Setelah purna bakti, Bapak dan Ibu tetap memiliki kesempatan untuk menjadi pribadi yang bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan lingkungan,” demikian pesan yang mengemuka dalam seminar tersebut.

2026-08-31 20:55:00

NEWS

TRAINING

 

Bukan Sekadar Ospek, 3.500 Mahasiswa Baru Universitas Esa Unggul Borong Pembekalan Diri lewat Training ESQ

ESQNews.id, JAKARTA — Memasuki dunia perguruan tinggi bukan hanya soal mengejar indeks prestasi. Bagi ribuan mahasiswa baru Universitas Esa Unggul, langkah pertama sebagai mahasiswa justru dimulai dengan pembekalan karakter, kesadaran diri, hingga penguatan nilai kebangsaan.Sekitar 3.500 mahasiswa baru Universitas Esa Unggul mengikuti program Pembekalan Karakter melalui Training ESQ yang digelar secara bertahap pada 19–21 Agustus 2026. Kegiatan berlangsung di tiga lokasi kampus Universitas Esa Unggul, yakni Tangerang, Bekasi, dan Jakarta.Program ini dirancang sebagai fondasi awal bagi mahasiswa sebelum menjalani kehidupan akademik dan sosial di lingkungan perguruan tinggi. Universitas Esa Unggul menggandeng ESQ sebagai mitra pendamping dalam memberikan pembekalan yang menitikberatkan pada penguatan karakter, integritas, tanggung jawab, kesadaran diri, serta nilai-nilai kebangsaan.Tidak hanya berbicara mengenai pencapaian akademik, pembekalan tersebut juga mengajak mahasiswa memahami bahaya penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab sebagai generasi penerus bangsa.Rangkaian pembekalan dilaksanakan selama tiga hari dengan pembagian lokasi serta trainer ESQ berlisensi dari Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian sebagai berikut di antaranya, tanggal 19 Agustus 2026 (Kelas Tangerang) dipandu oleh Coach Syaiful dan Coach Rudi, 20 Agustus 2026 (Kelas Bekasi) dipandu oleh Coach Sandi dan Coach Adek serta 21 Agustus 2026 (Kelas Jakarta) dipandu oleh Coach Syaiful dan Coach Rudi.Melalui training ESQ, mahasiswa diajak tidak hanya mengenali lingkungan baru di perguruan tinggi, tetapi juga melakukan refleksi terhadap diri sendiri. Salah satu pesan yang mengemuka dalam pembekalan adalah pentingnya memahami diri sendiri sebelum menentukan arah kehidupan dan kepemimpinan di masa depan.Bagi mahasiswa baru, materi tersebut rupanya meninggalkan kesan yang kuat.Valia, mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika, mengaku mendapatkan pengalaman positif setelah mengikuti training.“Saya sangat senang, karena hari ini saya juga mendapatkan banyak teman. Dengan kegiatan ini, saya juga makin menambah ilmu.”Menurut Valia, salah satu materi yang paling berkesan adalah pembahasan mengenai memahami diri sendiri. Ia pun mulai melihat pentingnya pengembangan diri sejak awal memasuki perguruan tinggi.“Rencana ke depannya, saya ingin mengembangkan bakat saya dan menjadi pemimpin.”Hal senada disampaikan Zalinda Danis Prasetya, mahasiswi Fakultas Ilmu Komputer Program Studi Teknik Informatika. Ia menilai training tersebut memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus memperluas wawasan.“Jujur seru banget, karena saya jadi mempunyai banyak wawasan dan menambah banyak ilmu di training kali ini.”Bagi Zalinda, pembahasan mengenai manusia yang belum sepenuhnya memahami dirinya sendiri menjadi salah satu materi yang paling membekas.“Kita belum memahami diri kita sendiri. Itu yang paling berkesan buat saya.”Dari pembelajaran tersebut, ia ingin menjadikan masa kuliah sebagai momentum untuk melakukan perubahan pribadi.“Saya ingin mengubah diri saya untuk menjadi lebih baik. Saya ingin menjadi pemimpin seperti yang sudah dipaparkan tadi. Saya juga ingin mengajak teman-teman saya untuk melakukan hal yang sama.”Antusiasme juga dirasakan mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Program Studi Kesehatan Masyarakat, Tiara Febrianti.Ia mengaku mendapatkan suasana yang menyenangkan sekaligus wawasan baru selama mengikuti kegiatan.“Happy, banyak wawasan juga.”Dari berbagai materi yang diberikan, Tiara paling terkesan dengan sesi mengenai cara merealisasikan impian, khususnya melalui proses menuliskan dan memvisualisasikan tujuan yang ingin dicapai.“Dari situ aku belajar untuk bisa menuliskan dan memvisualisasikan impian aku sendiri.”Bagi Tiara, materi tersebut tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang training. Ia berencana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.“Aku bakal nulis impian aku dan memvisualisasikan juga impian aku, supaya one day siapa tahu nanti bakal kejadian.”Menyiapkan Mahasiswa yang Unggul Sekaligus BerkarakterPembekalan karakter ini menjadi bagian dari upaya Universitas Esa Unggul menyiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi tantangan kehidupan kampus dengan fondasi nilai yang kuat.Melalui pendekatan training ESQ, mahasiswa diperkenalkan pada pentingnya integritas, tanggung jawab, kesadaran diri, pengembangan potensi, kepemimpinan, serta nilai-nilai kebangsaan. Edukasi mengenai bahaya narkoba juga menjadi bagian penting agar mahasiswa memiliki pemahaman dan kesadaran untuk menjaga diri dari berbagai ancaman yang dapat menghambat masa depan mereka.Konsep “VISI EMASKU” menjadi salah satu nilai yang diharapkan dapat menjadi bekal mahasiswa dalam menjalani perjalanan akademik maupun kehidupan sosial.Pesan yang ingin dibangun sederhana, tetapi fundamental: perguruan tinggi bukan hanya tempat mencetak mahasiswa berprestasi secara akademik, melainkan juga ruang untuk membentuk pribadi yang memiliki arah, tanggung jawab, dan karakter.Dengan pembekalan bagi sekitar 3.500 mahasiswa baru di Tangerang, Bekasi, dan Jakarta, Universitas Esa Unggul bersama ESQ menjadikan masa awal perkuliahan sebagai momentum untuk menanamkan fondasi tersebut.Sebab, sebelum menjadi profesional, seorang mahasiswa perlu terlebih dahulu mengenal dirinya, memahami nilai yang diyakininya, mampu menentukan tujuan hidupnya, serta memiliki keberanian untuk menjadi pribadi yang lebih baik.Dari ruang training, perjalanan ribuan mahasiswa baru Universitas Esa Unggul pun dimulai: bukan sekadar mengejar gelar, tetapi menyiapkan diri menjadi generasi yang berkarakter, berintegritas, dan mampu memimpin masa depan.

2026-08-31 16:53:00

NEWS

 

Bukan Sekadar Penghargaan, Dikdasmen Apresiasi Kontribusi ESQ Cetak Talenta Muda Menuju Indonesia Emas 2045

ESQNews.id, Yogyakarta — Komitmen mengembangkan potensi dan kapasitas peserta didik mendapat apresiasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).Melalui Direktorat SMA, Kemendikdasmen memberikan penghargaan kepada ESQ atas kontribusinya dalam pengembangan manajemen talenta dan peningkatan kapasitas peserta didik.Penghargaan tersebut diserahkan kepada Nurul Fitrianis Naini, MM (Deputy Director ESQ Corp) yang mewakili Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Corp) dalam rangkaian Puncak Pengukuhan Duta SMA 2026 yang berlangsung di Pelataran Candi Prambanan, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu (12/8).Apresiasi ini menjadi penanda pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem pendidikan yang mampu mengenali, mengembangkan, dan mengarahkan talenta generasi muda.Kerja sama tersebut merupakan bagian dari kolaborasi antara Yayasan Ary Ginanjar Agustian  (ESQ) dan Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Kemendikdasmen, dalam pengembangan manajemen talenta melalui AI TalentDNA serta peningkatan kapasitas peserta didik.ESQ: Talenta Perlu Dikenali dan Dikembangkan Sejak DiniFounder ESQ Corp. Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan apresiasinya kepada Kemendikdasmen atas kepercayaan dan penghargaan yang diberikan.“Atas nama keluarga besar ESQ, saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) atas kepercayaan serta penghargaan yang diberikan. Bagi kami, penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan sebuah amanah besar untuk terus mengawal penyiapan SDM unggul menuju Indonesia Emas 2045.”Menurut Ary, keterlibatan ESQ dalam seleksi Duta SMA 2026 melalui teknologi AI TalentDNA merupakan bagian dari komitmen untuk membantu memetakan potensi dan talenta peserta didik secara lebih presisi.“Kami percaya bahwa setiap peserta didik terlahir unik. Ketika talenta alami mereka berhasil diidentifikasi sejak dini, dipadukan dengan penguatan karakter emosional dan spiritual (ESQ), mereka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepemimpinan yang tangguh dan berintegritas,” ujarnya.Ary juga menyampaikan selamat kepada 76 Duta SMA 2026 yang telah dikukuhkan di Candi Prambanan. Ia berharap para duta mampu menjadi “pelantang sebaya” yang menginspirasi generasi muda lainnya.“ESQ siap untuk terus berkolaborasi bersama pemerintah, menciptakan ekosistem pendidikan yang berkelanjutan, dari tahap pemetaan hingga aksi nyata untuk peradaban bangsa,” katanya.Melalui kerja sama tersebut, minat, bakat, dan potensi peserta didik dipetakan sekaligus dikembangkan. Pendekatan ini juga diarahkan untuk mendukung karier belajar maupun karier profesional yang selaras dengan potensi masing-masing peserta didik.Ruang lingkup kerja sama mencakup pelaksanaan manajemen talenta melalui penelusuran minat dan bakat peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.Dengan demikian, pengembangan peserta didik tidak hanya berfokus pada capaian akademik. Karakter, kepemimpinan, kemampuan komunikasi, serta kapasitas personal dan sosial juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi perubahan.Duta SMA Jadi Panggung Pembuktian Talenta PelajarSemangat pengembangan talenta tersebut tercermin dalam program Duta SMA yang digagas Kemendikdasmen. Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Duta SMA 2026 mengusung tema “Pelantang Sebaya, Bangun Peradaban Bangsa” dan melibatkan 76 murid yang mewakili 38 provinsi di Indonesia.Program ini menjadi wadah bagi pelajar SMA untuk mengembangkan kepemimpinan, karakter, komunikasi, dan kolaborasi, sekaligus mendorong mereka berkontribusi terhadap kemajuan pendidikan di lingkungan masing-masing.Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa setiap murid memiliki kecerdasan dan talenta yang berbeda. Menurutnya, talenta tersebut merupakan modal penting dalam menghadapi masa depan.“Selamat kepada adik-adik semua. Songsonglah kehidupan dengan talenta yang Anda miliki. Pada malam hari ini, satu dari sekian talenta yang Anda miliki telah dibuktikan kepada kita semua,” ujar Atip.

2026-08-31 15:52:00

NEWS

 

ESQ Raih Anugerah Bakti PAUD di HUT ke-21 HIMPAUDI, Ary Ginanjar: Masa Depan Indonesia Dibentuk di Sana

ESQNews.id, JAKARTA — Ada satu pesan besar yang mengemuka dalam peringatan 21 tahun Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI): masa depan Indonesia tidak hanya dibangun di ruang-ruang perguruan tinggi, tetapi justru dimulai dari ruang kelas PAUD.Di tengah momentum perjuangan untuk mewujudkan pengakuan dan kesetaraan guru PAUD, HIMPAUDI memberikan Anugerah Bakti PAUD kepada ESQ sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ESQ dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia.Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian HUT ke-21 HIMPAUDI yang diperingati pada 31 Agustus 2026 dengan tema “21 Tahun HIMPAUDI: Nyalakan Asa, Wujudkan Pengakuan dan Kesetaraan Guru PAUD" di Trans Studio Mall, Cibubur, Jakarta.Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian yang turut diundang dalam kegiatan tersebut berhalangan hadir dan diwakili oleh Luki Alamsyah, Direktur Utama PT Arga Bangun Bangsa (ESQ).Bagi Ary, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi. Lebih dari itu, penghargaan tersebut merupakan amanah untuk terus berjalan bersama HIMPAUDI dan para guru PAUD dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul dan berkarakter.“Alhamdulillah, dengan segala kerendahan hati kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada HIMPAUDI atas penghargaan Anugerah Bakti PAUD yang diberikan kepada kami sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi ESQ dalam mendukung kemajuan pendidikan anak usia dini di Indonesia,” ujar Ary Ginanjar.Menurut Ary, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk apresiasi, melainkan juga menjadi amanah untuk terus memberikan dukungan terhadap perjuangan para guru PAUD.“Penghargaan ini menjadi kehormatan sekaligus amanah bagi saya untuk terus mendukung perjuangan para Guru PAUD dalam membangun generasi Indonesia yang unggul dan berkarakter,” katanya.Ary menegaskan, ESQ akan terus mendukung HIMPAUDI dan para guru PAUD dalam menjalankan misi pendidikan yang dinilainya sangat mulia.“Kami selalu terus mendukung HIMPAUDI dan para guru PAUD dalam menjalankan misi mulia dan luhur ini,” tutur Ary.Pernyataan Ary kemudian mengarah pada satu hal yang menjadi benang merah peringatan HUT HIMPAUDI tahun ini: PAUD bukan sekadar tahap awal pendidikan, melainkan fondasi masa depan bangsa.“Kami sadar sepenuhnya bahwa masa terbaik dan paling menentukan dalam pembentukan karakter dan potensi seorang manusia dimulai sejak usia dini. Golden age seorang anak ada di PAUD. Dan masa depan Indonesia sedang dibentuk di sana,” tegasnya.ESQ Tegaskan Komitmen Dampingi Guru PAUDMewakili Ary Ginanjar Agustian dalam menerima Anugerah Bakti PAUD, Luki Alamsyah menyampaikan apresiasi kepada HIMPAUDI yang selama 21 tahun konsisten memperjuangkan guru PAUD di seluruh Indonesia.Ia menilai perjalanan HIMPAUDI selama lebih dari dua dekade merupakan bentuk dedikasi nyata dalam memperjuangkan keberadaan dan kesejahteraan guru PAUD di berbagai daerah.Luki juga menegaskan bahwa ESQ di bawah kepemimpinan Ary Ginanjar Agustian akan terus memberikan dukungan kepada guru PAUD di seluruh Indonesia.“Kita akan terus berjuang, mulai dari eksekutif, legislatif, dan mudah-mudahan kesejahteraan guru PAUD seluruh Indonesia akan lebih baik dari waktu ke waktu,” katanya.Luki kemudian menyampaikan ucapan selamat atas perjalanan 21 tahun HIMPAUDI.“Selamat ulang tahun ke-21 HIMPAUDI. Jaya, jaya, jaya,” ujarnya.21 Tahun HIMPAUDI dan Asa Kesetaraan Guru PAUDKetua Umum Pengurus Pusat HIMPAUDI, Dr. Betti Nuraini, M.M. dalam kesempatan tersebut mengapresiasi berbagai program pemerintah yang mulai memberikan ruang lebih besar bagi guru PAUD nonformal, termasuk revitalisasi, digitalisasi, serta program pendidikan lanjutan bagi guru.Salah satunya melalui program beasiswa S1/D4. Menurut Betty, sebanyak 16.647 guru PAUD nonformal telah mengikuti pendidikan melalui program beasiswa dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.“Jika hari ini kalian merasa perjuangan terlalu panjang, jangan menyerah. Jika hari ini kalian merasa suara kalian terlalu kecil, jangan berhenti bersuara. Bersuara lah lebih kencang,” pesan Betty kepada para guru PAUD.Ia menambahkan, pengabdian para guru PAUD yang selama ini dilakukan dengan sepenuh hati harus mendapatkan pengakuan terhadap profesinya.“Guru KBS, PS, dan TBA mengabdi sepenuh hati. Saatnya pengakuan hadirkan profesinya,” tegasnya.Fondasi Indonesia Emas Dimulai dari PAUDDewan Pembina Pengurus Pusat HIMPAUDI, Prof. Dr. Fasli Jalal, PhD, menempatkan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.Menurutnya, perjalanan HIMPAUDI selama 21 tahun telah membawa pendidikan anak usia dini, termasuk kelompok bermain, TPA, dan satuan PAUD sejenis, semakin mendapatkan tempat dalam sistem pendidikan nasional.Fasli mengibaratkan pendidikan anak usia dini sebagai fondasi bangunan. Semakin tinggi cita-cita pendidikan dan kualitas manusia Indonesia yang ingin dibangun, semakin kuat pula fondasi yang harus disiapkan sejak awal.Karena itu, ia mendorong agar setiap anak mendapatkan kesempatan memperoleh pengasuhan dan pendidikan anak usia dini yang berkualitas.“Tidak satu pun yang terkendala. Dia harus mendapatkan pengasuhan, pendidikan anak usia dini, pengembangan anak usia dini,” ujarnya.Menurut Fasli, pendidikan anak usia dini berperan dalam mengembangkan berbagai aspek penting pada anak, mulai dari spiritual, kognitif, bahasa, sosial, emosional, hingga kemampuan motorik.“Usia dini adalah fondasi. Karena itu mari kita pastikan tidak akan mungkin kita mencapai Indonesia Emas tanpa fondasi yang kuat,” tegasnya.Namun, fondasi yang kuat tersebut tidak mungkin dibangun tanpa guru yang berkualitas dan mendapatkan perlindungan serta kesejahteraan yang layak.“Pendidikan yang bermutu hanya ada kalau guru-gurunya bermutu, terlindungi, sejahtera, dan diberi martabat sesuai dengan profesi yang mulia,” ujar Fasli.Sementara itu, Direktur Pendidikan Anak Usia Dini, Kurniawan, ST, MBA, yang mewakili Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, menyampaikan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi salah satu agenda penting menuju Indonesia Emas 2045.Ia menyebut pendidikan sebagai salah satu sektor yang memiliki tanggung jawab besar dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia.Menurut Kurniawan, visi pembangunan pendidikan saat ini adalah menghadirkan pendidikan yang bermutu untuk semua, dengan sistem pendidikan yang merata dan adil bagi seluruh warga Indonesia tanpa terkecuali.Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai PAUD sebagai fondasi awal pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak.“Momentum ini dapat menguatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya PAUD sebagai fondasi awal pendidikan yang sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak Indonesia,” ujarnya.Kurniawan menambahkan, pemerintah menyadari bahwa pembangunan pendidikan tidak dapat dilakukan sendirian. Organisasi profesi seperti HIMPAUDI memiliki posisi strategis untuk memperkuat implementasi kebijakan di lapangan sekaligus memberikan masukan dalam perumusan kebijakan di tingkat pusat.“Kami mengapresiasi atas dedikasi yang luar biasa dan senantiasa ditorehkan oleh HIMPAUDI untuk membersamai guru-guru PAUD dalam meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini di Indonesia,” katanya.Peringatan HUT ke-21 HIMPAUDI pun menjadi lebih dari sekadar seremoni ulang tahun organisasi. Momentum tersebut menjadi pengingat bahwa masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh apa yang dilakukan hari ini, tetapi juga oleh bagaimana bangsa ini mempersiapkan anak-anak sejak tahun-tahun pertama kehidupannya.Di usia ke-21, HIMPAUDI kembali menyalakan asa: memperkuat pendidikan anak usia dini, memperjuangkan pengakuan profesi, serta mendorong kesetaraan dan kesejahteraan para guru yang menjadi garda terdepan dalam membangun fondasi generasi Indonesia.

2026-08-31 14:34:00

NEWS

 

iFortePay Hadirkan Infrastruktur Pembayaran Digital di Pekan Halal Indonesia 2026, Dorong Transaksi UMKM Lebih Cepat dan Tepercaya

ESQNews.id, JAKARTA — iFortePay memperkuat dukungannya terhadap digitalisasi transaksi pelakuusaha dengan menghadirkan solusi pembayaran digital sebagai Official Payment Gateway Pekan HalalIndonesia 2026, yang berlangsung pada 28–30 Agustus 2026 di Jakarta International Convention Center(JICC), Jakarta.Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen iFortePay dalam menghadirkan infrastruktur pembayaranyang semakin mudah, cepat, dan aman bagi pelaku usaha, khususnya UMKM yang menjadi bagian pentingdalam ekosistem industri halal Indonesia.Tidak hanya menyediakan sistem pembayaran digital selama penyelenggaraan Pekan Halal Indonesia2026, iFortePay juga memperkenalkan QRIS Soundbox iFortePay, sebuah inovasi yang dirancang untukmembantu merchant memastikan transaksi QRIS secara lebih cepat dan praktis.Melalui QRIS Soundbox, setiap transaksi yang berhasil akan dikonfirmasi secara otomatis melalui notifikasisuara yang menyebutkan status dan nominal pembayaran. Dengan demikian, pelaku usaha tidak perluterus-menerus memeriksa layar telepon seluler atau melakukan pengecekan transaksi secara manual,terutama ketika menghadapi tingginya volume pengunjung.“Visi jangka panjang iFortePay bukan hanya sekadar menjadi penyedia alat pembayaran. Kami inginmenjadi tulang punggung infrastruktur digital bagi UMKM di Indonesia. Peluncuran QRIS Soundbox hariini merupakan salah satu manifestasi nyata dari visi tersebut,” ujar Valerino Wijaya, CEO iFortePay, dalamPress Conference Launching QRIS Soundbox iFortePay di Pekan Halal Indonesia 2026.Menurut Valerino, digitalisasi pembayaran tidak hanya berkaitan dengan kecepatan transaksi, tetapi jugamembangun kepercayaan antara merchant dan konsumen. Kehadiran notifikasi transaksi secara langsung melalui QRIS Soundbox diharapkan dapat membantu mengurangi risiko terjadinya kesalahan maupunpenipuan yang berkaitan dengan bukti pembayaran.“Ketika merchant merasa aman dan efisien, di situlah inklusi keuangan digital yang sesungguhnya terjadi,”tambahnya.Mempercepat Transaksi di Tengah Tingginya Aktivitas PengunjungDari sisi operasional, penggunaan QRIS Soundbox menjadi relevan dalam event dengan tingkat kunjunganyang tinggi. Kecepatan proses pembayaran menjadi salah satu faktor penting agar pelaku usaha dapatmelayani konsumen secara optimal tanpa menciptakan antrean yang panjang.Kevinn Ernest, Head of Product iFortePay, menjelaskan bahwa QRIS Soundbox dirancang sebagai solusisederhana bagi merchant dalam mengonfirmasi pembayaran.“Secara sederhana, kita bisa membayangkan QRIS Soundbox ini sebagai ‘asisten kasir pintar’ untuk parapelaku usaha. Setiap kali pembeli selesai melakukan pembayaran QRIS, alat akan memberikan notifikasisuara secara otomatis sehingga kasir dapat segera mengetahui bahwa pembayaran telah berhasil,” jelasKevinn.Kemudahan tersebut memungkinkan merchant untuk tetap fokus melayani konsumen, khususnya ketikaaktivitas transaksi meningkat. Solusi ini sekaligus memberikan lapisan konfirmasi tambahan bagi merchantsehingga proses pembayaran dapat berlangsung lebih praktis.Puluhan QRIS Soundbox Dihadirkan untuk Tenant Pekan Halal IndonesiaSebagai bagian dari dukungan terhadap penyelenggaraan Pekan Halal Indonesia 2026, iFortePaymenyediakan puluhan unit QRIS Soundbox sebagai fasilitas khusus yang dapat dimanfaatkan oleh tenantselama pameran berlangsung.Yodhisvara Vijaya, Chief Business Officer iFortePay, mengatakan fasilitas tersebut merupakan bentukdukungan iFortePay terhadap kelancaran transaksi para pelaku usaha yang berpartisipasi dalam PekanHalal Indonesia 2026.“iFortePay tidak datang ke sini untuk sekadar berjualan produk. Kami hadir untuk memberikan dukunganinfrastruktur eksklusif bagi para tenant. Puluhan unit QRIS Soundbox kami sediakan sebagai fasilitas khususuntuk membantu mengawal kelancaran transaksi selama event berlangsung,” ujar Yodhisvara.Lebih lanjut, dukungan iFortePay tidak berhenti pada penyelenggaraan event. Merchant yang telahterintegrasi dengan ekosistem pembayaran iFortePay melalui QRIS dapat tetap melanjutkan penggunaansistem pembayaran digital tersebut setelah Pekan Halal Indonesia 2026 berakhir.Sementara itu, untuk ketersediaan QRIS Soundbox secara komersial dan dalam skala yang lebih luas,iFortePay saat ini tengah mematangkan skema kemitraan agar inovasi tersebut dapat diadopsi oleh lebihbanyak pelaku UMKM tanpa menambah beban operasional secara signifikan.Mendorong UMKM Naik Kelas melalui DigitalisasiKehadiran iFortePay di Pekan Halal Indonesia 2026 mencerminkan semakin pentingnya integrasi antaraekosistem industri halal dan transformasi digital. Bagi UMKM, digitalisasi pembayaran bukan hanyamenjadi sarana menerima pembayaran, tetapi juga bagian dari upaya menciptakan proses bisnis yanglebih efisien dan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen.Valerino menegaskan bahwa pelaku usaha tidak perlu melihat transformasi digital sebagai sesuatu yangkompleks.“Transformasi digital bukan pilihan, tetapi keharusan untuk survive dan scale-up. Tugas iFortePay adalahmenyerap kompleksitas teknologi tersebut sehingga yang sampai ke tangan pelaku usaha adalahkemudahannya. Mari tumbuh bersama iFortePay, karena kemajuan UMKM adalah kemajuan ekonomiIndonesia,” pungkas Valerino.Melalui perannya sebagai Official Payment Gateway Pekan Halal Indonesia 2026, iFortePay berkomitmenuntuk terus menghadirkan solusi infrastruktur pembayaran digital yang dapat mendukung kebutuhanmerchant sekaligus memperkuat pengalaman transaksi konsumen dalam ekosistem ekonomi halalIndonesia.

2026-08-29 20:57:00

TRAINING

 

20 Tahun Bertahan di Malaysia, ESQ Ungkap Satu Hal yang Tak Bisa Digantikan AI

ESQNews.id, MALAYSIA — Dua puluh tahun bukan waktu yang singkat bagi sebuah program pengembangan diri untuk mempertahankan eksistensinya di negara lain. Namun, perjalanan ESQ di Malaysia memasuki lebih dari dua dekade dan telah menjangkau sekitar 200.000 peserta.Terbaru, lebih dari 700 peserta kembali berkumpul dalam ESQ Personal Transformation Program (PTP) Grand Event Level 1 di SACC Shah Alam, Malaysia, pada 22–24 Agustus 2026.Pertanyaannya, apa yang membuat ESQ tetap relevan ketika dunia telah berubah begitu cepat?Teknologi menjadi salah satu jawabannya, sekaligus tantangannya.Dua puluh tahun lalu, manusia belum hidup dalam ekosistem artificial intelligence seperti sekarang. Hari ini, seseorang dapat mempelajari hampir semua hal melalui internet. Informasi tersedia dalam jumlah tak terbatas dan teknologi semakin mampu membantu manusia bekerja, belajar, bahkan mengambil keputusan.Namun, ada wilayah yang tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada teknologi: hati nurani dan spiritualitas.Teknologi dapat membantu manusia menjadi lebih cepat dan semakin pintar. Tetapi pertanyaan tentang siapa dirinya, untuk apa ia hidup, nilai apa yang harus dijaga, dan bagaimana ia memperlakukan manusia lain tetap membutuhkan kesadaran manusia itu sendiri.Di titik inilah ESQ melihat relevansi Personal Transformation Program.Training ESQ tidak hanya menawarkan pengetahuan. Pendekatan yang digunakan berupaya menghubungkan aspek intelektual, emosional, dan spiritual dalam proses pengembangan diri.Selama tiga hari di Shah Alam, peserta tidak hanya mengikuti sesi pembelajaran. Mereka juga berada dalam sebuah lingkungan yang memungkinkan terbentuknya pengalaman bersama.Ratusan orang dengan latar belakang berbeda hadir dalam satu ruangan, membawa tujuan yang relatif sama: ingin menjadi manusia yang lebih baik.Energi kolektif tersebut menjadi salah satu bagian penting dari pengalaman training.ESQ menyebutnya sebagai shared energy dan shared power, sebuah energi bersama yang muncul ketika orang-orang dengan niat positif berkumpul dan saling menguatkan.Kekuatan hubungan antarmanusia inilah yang dinilai tidak mudah didigitalisasi.Perjalanan ESQ di Malaysia juga tidak dibangun hanya melalui program. Hubungan yang terjalin selama lebih dari 20 tahun turut bertumpu pada kedekatan budaya dan nilai antara Indonesia dan Malaysia sebagai bangsa serumpun.ESQ berupaya hadir bukan sebagai pihak asing, tetapi sebagai saudara yang membangun silaturahmi dan tumbuh bersama masyarakat setempat.Momentum Grand Event tahun ini pun menjadi semakin bermakna karena berdekatan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Peserta diajak menjadikan momentum tersebut sebagai kesempatan untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah dan menghidupkan nilai keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.Bagi Ary Ginanjar Agustian, keberlanjutan ESQ di Malaysia tidak semata-mata dapat dijelaskan oleh kekuatan organisasi.Ada kepercayaan masyarakat, konsistensi dalam menjaga nilai, manfaat yang dirasakan peserta, serta keyakinan spiritual yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.Lebih dari sekadar angka dua dekade dan ratusan ribu peserta, perjalanan itu menunjukkan bahwa ada kebutuhan manusia yang tetap sama meskipun zaman berubah: kebutuhan untuk menemukan makna, membangun karakter, memiliki tujuan hidup, dan terhubung dengan nilai spiritual.AI boleh semakin pintar.Teknologi boleh semakin canggih.Namun, selama manusia masih membutuhkan makna, nilai, hati nurani, dan hubungan antarmanusia, ruang untuk melakukan transformasi diri akan tetap dibutuhkan.Dari Shah Alam, lebih dari 700 peserta ESQ PTP Grand Event kembali membawa pesan persaudaraan Indonesia-Malaysia sekaligus sebuah keyakinan: sesuatu yang paling penting dalam diri manusia bukanlah hal yang paling mudah didigitalisasi.

2026-08-29 15:19:00

TRAINING

 

Bikin Haru! 700 Peserta ESQ di Malaysia Belajar Satu Hal yang Mulai Dilupakan: Memuliakan Guru

ESQNews.id, MALAYSIA — Ada pemandangan yang menarik dalam pelaksanaan ESQ Personal Transformation Program (PTP) Grand Event Level 1 di SACC Shah Alam, Malaysia. Di tengah rangkaian training selama tiga hari, bukan hanya materi pembelajaran yang menjadi perhatian. Sikap peserta terhadap guru justru meninggalkan kesan mendalam bagi trainer ESQ.Lebih dari 700 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung pada 22–24 Agustus 2026 tersebut. Mereka hadir untuk mengikuti program transformasi personal yang memadukan pembelajaran dengan pengalaman reflektif dan spiritual.Bagi Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, ada satu pelajaran yang justru ia bawa pulang dari para peserta di Malaysia: adab kepada guru.Menurutnya, masyarakat Malaysia menunjukkan penghormatan yang kuat terhadap orang yang memiliki ilmu dan menyampaikannya kepada orang lain. Penghormatan itu tidak semata-mata diberikan karena status sosial, jabatan, ataupun kekayaan.Nilai seseorang dihargai karena ilmu dan keteladanan yang dibawanya.“Adab sebelum ilmu” menjadi pesan yang terasa semakin relevan karena pelaksanaan training berlangsung dalam momentum yang berdekatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.Peringatan kelahiran Rasulullah menjadi ruang refleksi bahwa mencari ilmu tidak dapat dipisahkan dari bagaimana seseorang bersikap terhadap orang yang mengajarkan ilmu tersebut.Dalam konteks pendidikan dan pengembangan diri, pengetahuan memang penting. Namun, ESQ menempatkan karakter dan nilai sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari proses transformasi manusia.Hal tersebut juga tercermin dalam konsep Personal Transformation Program yang mengajak peserta untuk tidak berhenti pada pemahaman, tetapi melanjutkannya menjadi kesadaran dan perubahan perilaku.Selama tiga hari, suasana training diisi dengan sesi inspirasi, pembelajaran, dan refleksi. Para peserta diajak melihat kembali kehidupan personal mereka, hubungan dengan keluarga, pekerjaan, lingkungan, serta hubungan spiritual dengan Allah SWT.Bagi Ary Ginanjar, pengalaman di Shah Alam menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat manusia kehilangan adab.Teknologi dapat membuat seseorang memperoleh informasi dengan cepat. Kecerdasan buatan bahkan dapat membantu manusia mempelajari berbagai hal dalam waktu singkat. Namun, teknologi tidak secara otomatis mengajarkan seseorang bagaimana menghormati guru, menyayangi orang tua, menjaga hubungan dengan sesama, atau membangun kehidupan yang bermakna.Karena itulah, training yang mempertemukan manusia secara langsung masih memiliki relevansi.Di dalam sebuah ruang yang sama, peserta tidak hanya mendengar materi. Mereka berinteraksi, merasakan energi kelompok, melihat keteladanan, dan mengalami proses refleksi bersama.“Semoga kita semua belajar untuk senantiasa memuliakan orang tua dan guru, karena bisa jadi di sanalah rahmat dan keberkahan Allah SWT diturunkan,” pesan Ary Ginanjar.Dari Negeri Jiran, ESQ PTP Grand Event menghadirkan sebuah refleksi sederhana: semakin tinggi ilmu seseorang, seharusnya semakin tinggi pula adabnya.Dan mungkin, di tengah derasnya arus teknologi hari ini, kemampuan untuk tetap memuliakan guru justru menjadi salah satu bentuk kecerdasan manusia yang paling penting.

2026-08-29 15:13:00

IN PICTURES