Selasa, H / 05 Mei 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#BI

#EQ

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#NU

#UI

#MK

#BK

#GM

#RS

#SD

#MC

#bi

#IT

#QX

#MU

#

#Ti

#CC

# P

#S1

#as

#DJ

#Pa

#LG

#UN

#3A

#8

#5P

#HC

#\

#US

#BU

#PS

#Hu

#DO

#qx

#KB

#HP

#Ke

#TJ

#FK

#U

#01

#02

#Wo

#K3

#VW

#RT

#PK

#5G

# M

#WA

# t

#UU

#Em

#VR

#Al

TERKINI

HAJI UMROH

 

PENGGABUNGAN MAHRAM HAJI KHUSUS: HAK JEMAAH, BUKAN JALUR INSTAN

Oleh: H. Muhammad Solihin, A.Par, SE, M.Par.ESQNews.id, JAKARTA - Setiap musim haji, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari masyarakat, khususnya jemaah haji khusus, adalah tentang penggabungan mahram. Pertanyaannya sederhana, namun memiliki implikasi besar bagi kenyamanan dan ketenangan beribadah.“Suami saya sudah masuk kuota, tetapi saya masih antre. Apakah bisa digabung?”“Atau orang tua sudah siap berangkat, apakah anak bisa mendampingi?”Pertanyaan seperti ini sangat wajar. Ibadah haji bukan sekadar soal nomor porsi dan pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih), tetapi juga menyangkut perlindungan, pendampingan, dan kemaslahatan keluarga.Bayangkan seorang istri lanjut usia harus berangkat sendiri tanpa pendamping suami. Atau orang tua yang harus menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji tanpa anak yang mendampingi. Dalam kondisi tertentu, kehadiran mahram bukan hanya persoalan administratif, tetapi kebutuhan nyata agar ibadah dapat berjalan aman, nyaman, dan sesuai syariat.Karena itu, negara memberikan ruang melalui regulasi yang jelas. Penggabungan mahram bukan sekadar kebijakan teknis, tetapi telah diatur langsung dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah.Pasal 65 ayat (2) huruf c menyebutkan bahwa apabila kuota haji khusus tidak terpenuhi pada hari penutupan pengisian kuota, Menteri dapat memperpanjang masa pengisian sisa kuota untuk “Jemaah Haji Khusus yang terpisah dari mahram atau keluarga.”Inilah dasar utama penggabungan mahram dalam penyelenggaraan haji khusus.Penting dipahami, penggabungan mahram bukanlah jalur cepat, bukan bypass antrean, dan bukan fasilitas VIP. Mekanisme ini hanya berlaku pada pengisian sisa kuota, setelah proses utama selesai. Artinya, tetap berbasis nomor porsi, urutan pendaftaran nasional, dan ketentuan yang ketat.Aturan teknisnya kemudian diperjelas dalam Peraturan Menteri Haji dan Umrah Nomor 4 Tahun 2025. Pada Pasal 19 ayat (3), dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan mahram atau keluarga hanya meliputi suami, istri, anak kandung, saudara kandung, dan menantu.Jadi bukan semua anggota keluarga dapat menggunakan fasilitas ini. Sepupu, ipar, keponakan, atau teman dekat tidak termasuk dalam kategori yang diatur.Selain itu, terdapat syarat penting yang harus dipenuhi. Jemaah yang akan digabung harus sudah melunasi Bipih Khusus, telah memiliki nomor porsi minimal dua tahun, dan penggabungan hanya dapat diberikan maksimal untuk satu orang.Untuk keberangkatan Haji Khusus tahun 2026, ketentuan ini semakin diperjelas melalui Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 31 Tahun 2025. Secara teknis, calon yang akan digabung harus sudah memiliki nomor porsi paling singkat dua tahun atau sebelum 21 April 2024.Artinya, penggabungan mahram tidak bisa dilakukan secara mendadak. Tidak bisa baru mendaftar hari ini lalu berharap langsung berangkat tahun ini. Haji tetap merupakan ibadah yang harus dipersiapkan dengan matang, jauh hari sebelumnya.Satu hal yang juga perlu ditegaskan kepada masyarakat adalah soal biaya.Masih banyak jemaah yang bertanya, bahkan ada yang mengaku ditawari “jalur penggabungan” dengan tambahan biaya tertentu. Ini harus diluruskan.Penggabungan mahram tidak dipungut biaya sepeser pun.Ini adalah hak jemaah yang diatur oleh negara, bukan objek transaksi.Jika ada pihak yang mengatakan bahwa penggabungan bisa dipercepat dengan sejumlah uang, atau ada biaya administrasi khusus agar bisa digabungkan, maka hal tersebut patut dipertanyakan dan harus diwaspadai.Biaya resmi yang diakui negara hanyalah Bipih yang telah ditetapkan pemerintah, bukan biaya tambahan untuk penggabungan mahram.Haji adalah ibadah suci. Jangan sampai perjalanan menuju Baitullah justru dicederai oleh praktik-praktik yang tidak benar.Pada akhirnya, penggabungan mahram adalah bentuk keadilan pelayanan. Negara hadir bukan untuk memberi keistimewaan tanpa aturan, tetapi untuk memastikan bahwa jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lebih aman, lebih nyaman, dan lebih tenang.Karena haji bukan hanya soal berangkat.Tetapi juga soal siapa yang mendampingi perjalanan menuju kesempurnaan ibadah itu sendiri.

1 hari yang lalu

HAJI UMROH

 

Regenerasi Petugas Haji: Menyiapkan Pelayan Tamu Allah untuk Masa Depan

Oleh: H. Muhammad Solihin, A.Par, SE, M.ParESQNews.id, JAKARTA - Penyelenggaraan ibadah haji sering kali dipahami hanya sebatas kuota, biaya, tiket pesawat, hotel, dan visa. Padahal, ada satu elemen yang justru sangat menentukan keberhasilan pelayanan haji, yaitu manusia yang melayani: petugas haji.Saat seseorang mendaftar haji hari ini, khususnya Haji Khusus, keberangkatannya tidak terjadi dalam waktu dekat. Masa tunggu Haji Khusus saat ini rata-rata mencapai 5 hingga 7 tahun. Artinya, jemaah yang mendaftar pada tahun 2026 baru berangkat sekitar tahun 2031 hingga 2033.Untuk Haji Reguler, masa tunggunya jauh lebih panjang, rata-rata 26,6 tahun, bahkan di beberapa daerah bisa lebih lama. Ini berarti haji bukan sekadar perjalanan ibadah biasa, melainkan perencanaan hidup jangka panjang.Di sinilah persoalan besar muncul.Siapa yang akan melayani para jemaah itu nanti?Apakah petugas yang saat ini aktif masih memiliki kekuatan fisik yang sama? Apakah mereka masih berada di industri ini? Apakah kualitas pelayanan tetap terjaga ketika generasi berganti?Pertanyaan ini penting, tetapi sayangnya belum banyak dibahas secara serius.Haji Bukan Sekadar Sistem, tetapi Pelayanan ManusiaHaji adalah layanan yang sangat kompleks. Ia bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan ibadah besar yang melibatkan aspek spiritual, fisik, kesehatan, logistik, hingga psikologis jemaah.Kesalahan kecil dapat berdampak besar.Salah pengaturan hotel, keterlambatan transportasi, lemahnya penanganan kesehatan, hingga kurangnya kesiapan saat puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina dapat menjadi persoalan serius.Karena itu, petugas haji bukan hanya orang yang “ikut berangkat”, melainkan pelayan tamu Allah yang memegang amanah besar.Sayangnya, banyak penyelenggaraan masih sangat bergantung pada individu tertentu. Ketika seorang senior sangat berpengalaman memegang seluruh sistem, maka semua berjalan baik. Tetapi ketika orang tersebut tidak lagi aktif, sering kali kualitas pelayanan ikut menurun.Ini adalah risiko besar.Pentingnya Regenerasi yang DirencanakanRegenerasi petugas haji bukanlah proses yang bisa dilakukan secara mendadak. Ia harus dirancang jauh hari.Saya mengambil contoh sederhana dari diri saya sendiri.Hari ini usia saya 49 tahun. Jika tujuh tahun lagi, usia saya menjadi 56 tahun. Secara pengalaman tentu bertambah, tetapi secara fisik, saya sadar, saya tidak akan sekuat hari ini. Mobilitas berkurang, daya tahan berubah, energi tidak lagi sama.Di sisi lain, saya memiliki tim muda seperti Cheppi yang saat ini baru berusia 26 tahun. Hari ini mungkin ia masih dalam proses belajar, masih membangun jam terbang, masih mengasah kemampuan lapangan.Namun tujuh tahun lagi, saat saya berusia 56 tahun, ia akan berusia 33 tahun—usia yang masih sangat kuat secara fisik tetapi sudah kaya pengalaman.Di situlah makna regenerasi.Bukan menggantikan senior, tetapi menyiapkan penerus sejak sekarang agar pelayanan tidak pernah putus.Calon Jemaah Juga Harus Lebih CerdasRegenerasi ini bukan hanya urusan internal penyelenggara, tetapi juga harus menjadi perhatian calon jemaah.Banyak masyarakat masih memilih berdasarkan figur.“Yang penting saya kenal orangnya.”Padahal yang lebih penting adalah sistemnya.Mendaftar haji harus melalui lembaga resmi, yaitu Kementerian Haji dan Umrah dan PIHK yang memiliki izin usaha resmi.Jangan hanya percaya pada individu, karena manusia memiliki keterbatasan usia dan kondisi.Yang harus dilihat adalah:apakah lembaganya legal,apakah sistemnya kuat,apakah struktur organisasinya jelas,dan apakah generasi penerusnya sudah disiapkan.Ketika seseorang mendaftar haji hari ini dan baru berangkat lima atau tujuh tahun lagi, maka yang harus dipastikan adalah siapa yang akan melayani nanti, bukan hanya siapa yang menjanjikan hari ini.Dari Musiman Menjadi ProfesiSudah saatnya petugas haji dipandang sebagai profesi strategis, bukan sekadar tugas musiman.Harus ada:kurikulum,sertifikasi,jenjang karier,serta standar kompetensi yang jelas.Senior harus menjadi mentor, bukan hanya operator lapangan.Transfer knowledge harus menjadi budaya. Karena banyak ilmu haji yang tidak tertulis di buku, tetapi hidup di lapangan: cara menghadapi krisis, menangani jemaah lansia, membaca situasi operasional, hingga menyelesaikan masalah di tengah keterbatasan.Manasik pun bukan hanya untuk jemaah, tetapi juga untuk petugas.Petugas harus berlatih menghadapi kondisi nyata, bukan hanya memahami teori.Investasi Terbesar Ada pada ManusiaJika kita ingin pelayanan haji Indonesia semakin baik di masa depan, maka investasi terbesar bukan hanya pada hotel, bus, katering, atau teknologi.Investasi terbesar adalah pada manusianya.Pada petugasnya.Pada generasi penerusnya.Karena petugas muda hari ini adalah tulang punggung pelayanan haji masa depan.Haji adalah amanah besar. Dan amanah itu tidak cukup hanya dijalankan, tetapi harus diwariskan.Tanpa regenerasi, kualitas pelayanan akan menurun.Dengan regenerasi yang baik, pelayanan kepada tamu Allah akan terus terjaga, bahkan menjadi lebih baik dari generasi sebelumnya.Dan itulah yang seharusnya kita siapkan mulai hari ini.

7 hari yang lalu

NEWS

 

ESQ Kemanusiaan dan PT Alpha Romeo Teknologi Salurkan 100 Al-Qur’an Isyarat untuk Teman Tuli di Pontianak

ESQNews.id, PONTIANAK - ESQ Kemanusiaan yang di dukung oleh PT Alpha Romeo Teknologi membagikan 100 Quran gratis kepada 100 teman tuli Pontianak, penyaluran ini diamanahkan kepada yayasan Mahtab Tuli As-Sami Pontianak untuk mencari dan mendata 100 teman-teman tuli yang membutuhkan.Kegiatan ini dilangsungkan di Masjid Mujahidin Pontianak yang turut dihadiri juga oleh imam besar Masjid Mujahidin, Dr. Harjani Hefni, Perwakilan Kementerian Agama Kota Pontianak, Yuliansyah, Perwakilan ESQ Kemanusiaan, Ibu Junesih serta Ketua Mahtab Tuli As-Sami M. Fakhrul Maulana.Imam besar Masjid Mujahidin, Dr. Harjani Hefni mengapresiasi penuh kegiatan hari ini, menurutnya dengan adanya bantuan ini memberikan semangat kepada teman-teman tuli untuk lebih mengenal Ilmu Agama.“Kami dari Masjid Raya Mujahidin sangat mendukung acara ini karena teman-teman tuli adalah bagian dari kamu muslimin yang semua perlu mendapatkan sentuhan keagamaan,” ujarnya pada Sabtu (25/04/2026).Dr. Harjani juga berharap kegiatan kemanusiaan seperti ini dapat terus hadir untuk membantu teman-teman tuli di Pontianak.“Tentu kita berharap kedepan akan lebih banyak kegiatan yang bisa menyantun kebutuhan mereka (teman tuli),” tambahnya.Menurutnya kegiatan seperti ini penting untuk dilakukan karena teman-teman tuli juga sangat perlu untuk bisa belajar Al-Quran.“Ini adalah salah satu bantuan penting ya, karena mereka perlu untuk belajar agama, terutama belajar Al-Quran dan tentunya salah satu cara adalah tersedianya sarana untu mereka belajar,” terangnya, melansir dari media massa.Selain itu, Junesih, Perwakilan dari ESQ Kemanusiaan mengatakan bahwa kegiatan ini terselenggara atas support dari PT Alpha Romeo Teknologi.“Alhamdullilah kami sudah berkolaborsi dengan LPMQ Kementrian Agama RI sejak tahun 2023 dan alhamdullilah kami sudah menyebarkan sebanyak 20 ribu mushab Alquran isyarat di 25 Provinsi dan sekarang salah satunya di Kalbar,” ujarnya.Junesih menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian ESQ Kemanusiaan terhadap teman-teman tuli yang ada di Kalbar.“Jadi memang kita bersama PT Alpha Romeo Teknologi ingin ikut berkontribusi dan peduli dengan teman-teman tuli di Provinsi Kalimantan Barat, kami tentu berharap ini bisa menjadi langkah awal yang baik untuk pendidikan agama teman-teman tuli di Kalbar,” pungkasnya.

2026-04-27 19:58:00

NEWS

NEWS

 

Tembus 10 Besar Nasional, Universitas Pancasila Gandeng ESQ Perkuat Branding Lewat Transformasi Karakter

ESQNews.id, JAKARTA – Semangat untuk membumikan nilai-nilai luhur Pancasila di era digital menjadi inti pertemuan hangat antara Rektor Universitas Pancasila, Prof. Dr. Adnan Hamid, S.H., M.M., M.H., dengan Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, pada Jumat 24 April 2026.Turut hadir dalam pertemuan tersebut jajaran pimpinan Universitas Pancasila, antara lain Prof. Dr. Ir. Arissetyanto Nugroho, M.M., IPU., CMA., MSS. (Wakil Rektor Bidang Pembelajaran, Kemahasiswaan dan Alumni), Prof. Dr. Sri Widyastuti, S.E., M.M. (Wakil Rektor Bidang Sumber Daya) beserta jajarannya.Pertemuan ini bukan sekadar audiensi biasa, melainkan sebuah langkah strategis dalam merespons tantangan dunia pendidikan tinggi sekaligus merayakan capaian membanggakan yang diraih oleh Universitas Pancasila.Di bawah kepemimpinan Prof. Adnan Hamid, Universitas Pancasila berhasil mencatatkan prestasi prestisius dengan masuk dalam 10 Besar Kampus Berprestasi versi Pusprenas 2025. Namun, di balik kegemilangan tersebut, Prof. Adnan secara terbuka memaparkan sejumlah tantangan yang masih dihadapi dunia pendidikan saat ini."Kami merasa sangat perlu untuk kembali memperkuat penanaman nilai Pancasila, meningkatkan meaning & purpose dalam bekerja dan belajar, serta melakukan pemetaan kompetensi dosen dan karyawan demi kemajuan universitas," ungkap Prof. Adnan.Menanggapi hal tersebut, Ary Ginanjar Agustian memberikan apresiasi tinggi terhadap visi Rektor Universitas Pancasila. Ia menekankan bahwa penanaman nilai Pancasila tidak bisa lagi hanya dilakukan secara kognitif (IQ) atau sekadar hafalan materi."Esensi Pancasila harus masuk melalui jalur afektif, lebih menyentuh hati agar nilai-nilai kebaikannya benar-benar meresap ke dalam jiwa setiap insan kampus. Jika sudah menyentuh hati, maka setiap persoalan akan terkikis dengan sendirinya," ujar Ary Ginanjar.Ary juga sepakat dengan Prof. Adnan mengenai pentingnya Personal Branding bagi Universitas Pancasila. Menurutnya, kampus ini harus memiliki differentiation, positioning, dan branding yang kuat agar tetap menjadi pilihan utama bagi calon mahasiswa di masa depan.Sekilas informasi dibahas dalam audiensi bahwa sejauh ini, kolaborasi antara Universitas Pancasila dan ESQ telah membuahkan hasil nyata melalui beberapa program, di antaranya Capacity Building (Melibatkan 100 dosen dan tendik di Fakultas Farmasi). Kemudian PTP (Character Building) (Diikuti oleh 500 mahasiswa baru Fakultas Teknik), Leadership for Future Leader (Pembekalan bagi 100 pengurus organisasi/himpunan mahasiswa Fakultas Teknik).Pertemuan ditutup dengan komitmen kuat untuk melanjutkan transformasi karakter di lingkungan kampus. Sinergi ini diharapkan mampu membawa Universitas Pancasila tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam mencetak generasi emas yang berkarakter Pancasila dan memiliki kecerdasan emosional serta spiritual yang mumpuni.

2026-04-27 05:38:00

TRAINING

 

Perkuat Karakter Pemimpin di Unair, 30 Pengawas Gali Potensi 'Daging Semua' Bersama ESQ

ESQNews.id, SURABAYA – Universitas Airlangga (Unair) kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul. Melalui kolaborasi strategis dengan ESQ, Direktorat Sumber Daya Manusia Unair menggelar "Airlangga Leadership Development Program" khusus bagi para pengawas yang berlangsung pada 20–23 April 2026 di Hotel Arayanna, Trawas.Sebanyak 30 peserta dari berbagai unit kerja mengikuti diklat ini dengan antusiasme tinggi. Selama empat hari, suasana pegunungan Trawas menjadi saksi transformasi para pengawas yang dibekali materi-materi fundamental mulai dari Meaning of Work, Leadership, Communications, hingga instrumen mutakhir TalentDNA.Sekretaris Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta dan Pengembangan Organisasi Unair, Tri Suksmono Asung Raharjo, mengungkapkan bahwa pelatihan ini merupakan investasi jangka panjang bagi universitas. Menurutnya, sinergi dengan tim ESQ yang dipandu langsung oleh Trainer Lisensi dari Ary Ginanjar Agustian yakni Coach Heidy, Coach Sandi, dan Coach Syaiful memberikan pengalaman belajar yang utuh, mencakup aspek kepemimpinan, emosional, hingga spiritualitas."Kami percaya melalui pendampingan ini, kemampuan rekan-rekan pengawas semakin paripurna. Jika sebelumnya mereka memiliki kualifikasi teknis, kini ditambah dengan kecerdasan emosional dan religiusitas," ujar Tri Suksmono.Ia juga menekankan bahwa memimpin manusia adalah sebuah seni. "Pekerjaan teknis mungkin mudah, namun memimpin manusia memerlukan seni dan hati. Kami berharap ilmu ini dipraktikkan agar mereka menjadi pemimpin yang membawa perubahan positif," pungkasnya.Testimoni Peserta: "Isinya Daging Semua!"Kesan mendalam dirasakan oleh para peserta, salah satunya Adi, Kepala Bagian Kemahasiswaan Fakultas Farmasi. Baginya, pelatihan ini jauh dari kata membosankan karena dikemas melalui games dan metafora yang interaktif."Rugi sekali jika tidak ikut. Isinya 'daging semua'. Kita diajak mengenali diri sendiri dan mengasah kekuatan (strength), bukan sekadar memperbaiki kelemahan. Satu kata untuk pengalaman ini: Wow," ungkap Adi dengan penuh semangat.Senada dengan Adi, Teguh Prasetyo dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) merasa terbantu dalam memahami dominasi unsur Drive dan Action dalam dirinya melalui TalentDNA. Ia kini lebih paham cara menempatkan diri sebagai pemimpin sekaligus rekan kerja yang baik.Sisi lain kepemimpinan juga diungkapkan oleh Teresa Anggraini (Tere), Kasubag Keuangan dan SDM Fakultas Perikanan dan Kelautan. Berdasarkan hasil TalentDNA-nya yang dominan Goal Getter dan Harmony, ia belajar cara mencapai target tanpa harus menciptakan ketegangan dalam tim."Saya lebih memilih masuk ke dalam diri tim sebagai teman agar mereka nyaman, barulah secara perlahan diarahkan menuju target. Saya ingin menjadi pemimpin yang bijak melalui jalan harmoni," tutur Tere.Sementara itu, Dian Fristiawati dari Direktorat Pendidikan, menekankan pentingnya manajemen diri. Dengan profil Visionary dan Self-Confident dalam TalentDNA, ia bertekad mengimplementasikan ilmu yang didapat untuk menjadi pemimpin yang mampu menggerakkan orang lain secara sukarela."Tujuan utamanya adalah menjadi pemimpin yang bisa menggerakkan tanpa membuat mereka merasa tunduk. Ini tentang pengaruh dan manajemen diri yang kuat," tutup Dian.Melalui program ini, Universitas Airlangga berharap para pengawas tidak hanya mampu menyusun Individual Development Program (IDP) secara administratif, tetapi benar-benar mampu mengimplementasikannya demi kemajuan institusi dan pengembangan talenta di lingkungan unit masing-masing.

2026-04-26 21:52:00

NEWS

 

ESQ Raih Penghargaan Banda Aceh Collaboration Award 2026

ESQNews.id, JAKARTA – Pemerintah Kota Banda Aceh menyerahkan “Banda Aceh Collaboration Award” kepada 21 penerima pada malam puncak peringatan HUT ke-821 Kota Banda Aceh di Blang Padang, Rabu (22/4/2026).Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal didampingi Wakil Wali Kota Afdhal Khalilullah kepada para penerima di panggung utama.Para penerima berasal dari berbagai unsur, mulai dari tokoh masyarakat, pejabat pemerintahan, instansi pemerintah dan swasta, komunitas, hingga pelaku UMKM yang dinilai berkontribusi positif dalam pembangunan Kota Banda Aceh.Salah satu penerimanya yakni Founder ESQ Ary Ginanjar Agustian. Illiza katakan, "Hari ini TalentDNA menjadi sangat penting. Jadi selama ini yang menjadi persoalan bangsa adalah salah menempatkan orang, seharusnya The Right Man on the Right Place.Itu bukan hanya slogan atau kata-kata tapi dengan menggunakan TalentDNA kita sudah tau siapa dia dan bagaimana dia melakukan sesuatu. Siapapun dia pasti punya kelebihannya. Kalau dia bisa memanfaatkan kelebihannya. Maka dia akan luar biasa percepatannya juga. Kemajuan yang bisa kita wujudkan," tuturnya.Dalam sebuah kesempatan yang penuh keakraban, pakar pembangunan karakter Ary Ginanjar Agustian itu menyoroti tantangan klasik dalam dunia kerja: fenomena "salah jurusan" dan ketimpangan antara kebutuhan industri dengan ketersediaan talenta. Menanggapi kondisi tersebut, Ary menawarkan sebuah solusi konkret berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI) yang ditujukan khusus bagi pemuda di Aceh."Setiap manusia adalah ciptaan Tuhan yang sempurna dengan keunikannya masing-masing," ungkap Ary. Namun, ia menekankan bahwa tantangan sesungguhnya adalah bagaimana melakukan link and match antara potensi alami tersebut dengan kebutuhan lapangan kerja.Menurutnya, pengusaha seringkali kesulitan mencari karyawan yang tepat, sementara di sisi lain, banyak generasi muda yang merasa kesulitan mendapatkan pekerjaan meskipun memiliki keinginan kuat untuk berkarya.Sebagai bentuk kecintaannya kepada Aceh, Ary memberikan akses gratis terhadap alat pemetaan talenta digital miliknya. Teknologi yang telah digunakan oleh satu juta lebih anak di Indonesia dan telah menjalin kerja sama dengan Dikdasmen ini, mampu memetakan potensi ribuan orang dalam waktu singkat."Saya bukan hanya ingin memberi inspirasi, tapi memberikan solusi teknologi berbasis AI. Jika kita butuh seribu orang goal getter yang memiliki komitmen, konsistensi, dan resiliensi tinggi, sistem ini bisa menemukannya hanya dalam hitungan detik," jelasnya.Ary menggambarkan betapa efisiennya teknologi ini jika dibandingkan dengan metode konvensional. Menggunakan jasa ratusan ribu psikolog atau asesor untuk memetakan seratus ribu pemuda di Banda Aceh bisa memakan biaya hingga ratusan miliar rupiah. Namun, dengan klik tombol pada sistem AI, pemerintah atau perusahaan dapat langsung menemukan kandidat dengan karakter spesifik, mulai dari sosok yang analitis untuk bidang pertambangan, hingga inspektur dengan tingkat presisi tinggi untuk menjaga akuntabilitas keuangan daerah.Lebih lanjut, Ary menjelaskan bahwa sistem ini tidak hanya berhenti pada pemetaan. Jika ditemukan celah kompetensi, sistem tersebut telah menyediakan puluhan ribu modul pelatihan vokasi yang akan dikirimkan langsung ke ponsel masing-masing anak berdasarkan bakat mereka."Harus ada kecocokan antara talenta dengan pendidikan. Kita tidak ingin ada insinyur yang lelah berhitung atau humas yang justru tidak bisa bergaul," tegasnya. Program ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi "Banda Aceh Academy" dan institusi pendidikan seperti Universitas Syiah Kuala untuk mencetak generasi yang benar-benar unggul di bidangnya masing-masing."Saya juga ucapkan terima kasih kepada Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Saaduddin, atas penghargaan yang diberikan kepada ESQ. Kami mengapresiasi kesungguhannya dalam mengembangkan sumber daya manusia di Banda Aceh," katanya.Pemerintah Kota Banda Aceh menyatakan, Banda Aceh Collaboration Award 2026 merupakan bentuk apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak atas kolaborasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan daerah.

2026-04-25 19:52:00

HAJI UMROH

 

Kurikulum Pariwisata dan Realita Industri: Saatnya Haji & Umrah Masuk Arus Utama

Oleh : H. Muhamad Solihin, A.Par, SE, M.ParESQNews.id, JAKARTA - Industri pariwisata terus berkembang dengan sangat cepat. Perubahan perilaku wisatawan, teknologi, hingga dinamika global menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Dalam konteks ini, saya berkesempatan menghadiri kegiatan Job Occupational Analysis (JOA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, sebagai bagian dari penyusunan kurikulum berbasis industri untuk Politeknik Pariwisata pada Tanggal 21-22 April 2026 di Bandung.Forum ini mempertemukan para praktisi dari berbagai sector untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan.Realita: Gap yang Masih TerjadiDalam diskusi, satu hal menjadi sangat jelas: Dunia industri bergerak jauh lebih cepat dibanding kurikulum pendidikan. Di lapangan, seorang Tour Manager tidak hanya menjalankan itinerary. Ia harus mampu:Mengambil keputusan cepatMenangani masalah real-timeMengelola pengalaman dan emosi pelangganNamun banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tekanan tersebut.Tour Manager: Profesi StrategisDalam JOA, kami menyepakati bahwa Tour Manager bukan sekadar pendamping perjalanan. Ia adalah:Pengambil keputusan di lapanganPenjaga kualitas layananPengelola pengalaman pelangganDengan kata lain, Tour Manager adalah representasi langsung dari kualitas industri itu sendiri.Satu Sektor yang Terlewat: Haji & UmrahDi tengah diskusi tersebut, ada satu sektor yang menurut saya perlu mendapat perhatian serius: Haji dan UmrahFaktanya:Terdapat lebih dari 3.000 penyelenggara perjalanan wisata (BPW) di IndonesiaSekitar 1,5 juta jemaah umrah setiap tahunDan 221 ribu jemaah hajiBahkan, pemerintah hingga membentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai bentuk keseriusan dalam pengelolaan sektor ini. Namun pertanyaannya: Mengapa sektor sebesar ini belum menjadi bagian utama dalam kurikulum pendidikan pariwisata?Mengapa Ini PentingHaji dan Umrah bukan sekadar perjalanan wisata. Ini adalah:Perjalanan spiritualOperasional skala besarManajemen risiko tinggiPengelolaan jamaah dengan karakteristik khusus (lansia, risti, dll)Artinya, kompetensi yang dibutuhkan sangat spesifik dan tidak bisa disamakan dengan tour biasa.Peluang yang Sangat BesarJika dikelola dengan baik, sektor ini bukan hanya kebutuhan domestik, tetapi juga peluang global. Indonesia memiliki keunggulan:Jumlah jemaah terbesarPengalaman operasional besarSDM dengan karakter service yang kuatIni bisa menjadi positioning Indonesia sebagai pusat keunggulan SDM Haji dan Umrah dunia.Penutup Kegiatan JOA ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk menyelaraskan pendidikan dengan industri. Namun ke depan, kita perlu melangkah lebih jauh. Sudah saatnya Haji dan Umrah tidak hanya menjadi praktik industri, tetapi juga menjadi bagian dari kurikulum akademik yang terstruktur.Karena kita tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi mencetak profesional yang siap menghadapi realita— dan siap menjadi pemain global.

2026-04-24 05:33:00

NEWS

 

Kado HUT ke-821 Banda Aceh: Kolaborasi Strategis Wali Kota Illiza dan Ary Ginanjar Wujudkan 'Talent-Based City' Berbasis TalentDNA

ESQNews.id, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, menegaskan komitmen pembangunan berbasis kolaborasi dan penguatan sumber daya manusia dalam Seminar Best Practice Banda Aceh Academy (BAA) Talks 2026 yang digelar di AAC Dayan Dawood, Rabu (22/4/2026), dalam rangka memeriahkan HUT ke-821 Kota Banda Aceh.Kegiatan ini menjadi panggung strategis Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat arah pembangunan menuju kota berbasis talenta (talent-based city).Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya motivator nasional Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ), Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn) Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, serta Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI yang juga Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah Muhammad Nasir, unsur Forkopimda, akademisi, serta ratusan peserta dari berbagai kalangan.Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh menegaskan bahwa BAA Talks bukan sekadar seminar, melainkan ruang dialog strategis yang mempertemukan pemimpin daerah, akademisi, dan generasi muda.“BAA Talks hadir untuk membuka wawasan, membangun jejaring, serta menghadirkan inspirasi nyata dari praktik terbaik berbagai daerah,” ujarnya.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber nasional yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pembangunan Banda Aceh.Kehadiran kembali Ary Ginanjar Agustian untuk kedua kalinya dalam momentum HUT Banda Aceh menjadi simbol kuat keberlanjutan kolaborasi yang dibangun Pemerintah Kota.Ary Ginanjar katakan, "Banda Aceh Academy menjadi bukti bahwa Kota Banda Aceh tidak hanya membangun semangat kolaborasi, tetapi juga membangun Sumber Daya Manusia berbasis Talent.Program prioritas Ibu Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa'aduddin Djamal ini menunjukkan arah yang jelas, yaitu menghadirkan link and match antara potensi individu dengan kebutuhan industri, serta pengembangan yang presisi berbasis TalentDNA kelak."Lebih lanjut, "Karena masa depan tidak dibangun dengan pendekatan yang sama untuk semua orang. Kita tidak bisa mengajarkan seekor ikan untuk memanjat pohon, tetapi kita harus memastikan setiap individu berkembang sesuai keunggulan alaminya berbasis teknologi.Inilah yang menjadi kunci kemajuan banyak negara yang berhasil mengelola talenta secara tepat dan terarah.Ke depan, Banda Aceh Academy diharapkan menjadi pusat data talenta, yang tidak hanya mengembangkan manusia, tetapi juga membantu industri menemukan potensi terbaiknya. Maju terus Banda Aceh. Dirgahayu ke-821 tahun!"Banda Aceh 821 Tahun: dari Sejarah Menuju Masa DepanPada momentum hari jadi ke-821, Illiza menegaskan bahwa Banda Aceh bukan sekadar kota administratif, melainkan kota bersejarah yang tumbuh dari tradisi keilmuan, perdagangan, dan nilai-nilai keislaman.Kota ini telah melewati berbagai ujian sejarah-termasuk konflik dan bencana besar seperti Tsunami Aceh 2004-namun mampu bangkit dengan semangat pembangunan dan pelayanan.“Usia 821 tahun adalah simbol kematangan peradaban dan pijakan untuk melangkah lebih maju,” katanya.Dalam forum tersebut, Wali Kota kembali menegaskan arah pembangunan melalui visi besar: Banda Aceh Kota Kolaborasi, visi ini menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.Sebagai implementasi, Pemerintah Kota menghadirkan program unggulan Banda Aceh Academy sebagai platform pengembangan SDM berbasis kolaborasi.Program Banda Aceh Academy dirancang untuk:• meningkatkan kompetensi generasi muda• menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja• melahirkan wirausaha dan inovator baru• serta mendorong Banda Aceh menjadi kota berbasis talenta (talent-based city)Empat pilar utama program ini meliputi:• digital skills dan teknologi• kewirausahaan dan ekonomi kreatif• soft skills dan kepemimpinan• link and match dengan dunia industriBAA Talks Jadi Agenda TahunanWali Kota Illiza mengungkapkan bahwa BAA Talks akan dijadikan agenda tahunan sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan.Melalui program ini, Pemerintah Kota menargetkan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, penurunan pengangguran generasi muda, tumbuhnya startup dan usaha kreatif, serta meningkatnya daya saing Banda Aceh.Menutup sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.“Jika kota-kota kita kuat dari sisi SDM, pelayanan, dan ekonomi, maka Indonesia akan melangkah lebih cepat menuju kemajuan,” tutupnya, melansir dari prokopim.bandaacehkota.go.id.<more>Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Muhammad Nasir, mengatakan kepemimpinan daerah saat ini dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Ia menyebut forum seminar best practice sebagai ruang penting untuk saling belajar antar daerah, di mana praktik terbaik dapat direplikasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah guna mempercepat kemajuan bersama.Menurutnya, kota memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan, inovasi, dan pelayanan publik yang dampaknya meluas ke daerah sekitarnya. Karena itu, sinergi antar kepala daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembangunan yang terintegrasi.“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi, jejaring, dan pertukaran pengetahuan,” ujarnya.

2026-04-23 06:15:00

HAJI UMROH

 

Dari Bangladesh ke Indonesia: Saat Kuota Haji Tidak Lagi Jadi Masalah, Tapi Tiket yang Diperebutkan

Oleh: H. Muhammad Solihin, A.Par, S.E, M.ParESQNews.id, JAKARTA - Fenomena menarik terjadi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Bangladesh. Laporan media internasional mengungkap bahwa negara tersebut mengalami kesulitan dalam mengisi kuota haji yang telah diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi.Dari kuota sekitar 127.000 hingga 130.000 jemaah, hanya sekitar 90.000 hingga 100.000 yang mendaftar dan berangkat. Artinya, puluhan ribu kuota haji tidak terserap.Fenomena ini menjadi kontras jika dibandingkan dengan Indonesia. Di Indonesia, masalah utama bukan kekurangan jemaah, melainkan panjangnya antrean. Untuk mendapatkan satu kursi haji, calon jemaah harus menunggu hingga 20 sampai 30 tahun.Namun dalam perkembangan terbaru, muncul narasi baru dari Kementerian Haji Indonesia—yang dikenal sebagai fenomena “war tiket haji”.Dari “Waiting List” ke “War Ticket”Istilah “war tiket haji” menggambarkan kondisi di mana kursi haji diperebutkan dalam waktu sangat cepat. Ini menunjukkan bahwa akses haji mulai memiliki dimensi baru: kecepatan dan kesiapan finansial.Bangladesh: Ketika Tidak Ada yang BerebutDi sisi lain, Bangladesh menunjukkan kondisi yang berlawanan. Tidak ada “war tiket”. Yang terjadi justru kuota tidak terisi. Sistem direct tanpa waiting list membuat permintaan sangat bergantung pada kemampuan bayar masyarakat.Jika Kuota Bertambah dan Antrean HilangJika suatu saat kuota haji Indonesia bertambah signifikan dan antrean tidak lagi ada, maka terdapat potensi dampak serius:1. Harga haji akan meningkat karena berkurangnya nilai manfaat dari dana haji.2. Keterjangkauan menurun, sehingga tidak semua masyarakat mampu.3. Permintaan menjadi fluktuatif karena tidak ada buffer antrean.4. Risiko kuota tidak terisi, seperti yang terjadi di Bangladesh.PenutupBangladesh menunjukkan bahwa kuota besar tidak menjamin keterisian. Indonesia menunjukkan bahwa permintaan besar bisa melahirkan kompetisi akses.Ke depan, Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara percepatan keberangkatan dan keberlanjutan sistem, agar tetap stabil dan terjangkau bagi umat.

2026-04-22 11:47:00

IN PICTURES