Senin, H / 20 April 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#EQ

#BI

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#BK

#UI

#MK

#NU

#GM

#RS

#IT

#bi

#MC

#MU

#SD

#QX

#

#Pa

#CC

#Ti

#S1

#as

#DJ

# P

#LG

#UN

#3A

#8

#5P

#HC

#\

#US

#BU

#PS

#Hu

#DO

#qx

#KB

#HP

#Ke

#TJ

#FK

#U

#01

#02

#Wo

#K3

#VW

#RT

#PK

#5G

# M

#WA

# t

#UU

#Em

#VR

#Al

TERKINI

OPINI

 

Pelanggaran Moral Marak Terjadi di Kampus, Ini Penyebabnya Menurut Ary Ginanjar Agustian

ESQNews.id, JAKARTA - Dunia pendidikan Indonesia tengah diguncang oleh rentetan kasus pelanggaran moral atau pelecehan seksual di berbagai perguruan tinggi ternama. Fenomena ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan alarm keras akan krisis moral yang mengancam integritas lingkungan akademik.Motivator dan penulis buku ESQ, Ary Ginanjar Agustian, menyebut situasi ini sebagai hal yang “memprihatinkan dan menyedihkan.” Ia menyoroti bahwa ketergantungan pada kecerdasan intelektual (IQ) semata telah menjadi kesalahan fatal dalam sistem pendidikan Indonesia.“Memprihatinkan dan menyedihkan. Sebenarnya 25 tahun yang lalu hal ini sudah saya tuliskan dan saya jelaskan dalam buku ESQ. Bahwa kecerdasan intelektual itu tidak cukup untuk membangun sumber daya manusia. Dia hanya berperan 10 hingga 20 persen,” ujar Ary dalam unggahan instagram pribadinya dikutip Sabtu (18/4).Menurutnya, manusia membutuhkan kecerdasan emosional (EQ) untuk memahami batasan, dan kecerdasan spiritual (SQ) sebagai penuntun nurani. Tanpa dua elemen tersebut, kampus hanya akan mencetak “orang buta yang punya pedang.”“Kita bayangkan mereka masih mahasiswa. Kalau nanti mereka jadi pemimpin betapa berbahayanya apabila mereka punya IQ tanpa EQ dan SQ. Manusia tanpa EQ dan SQ ibarat orang buta yang punya pedang. Sangat berbahaya,” tegasnya.Deretan Gelombang Kasus Pelecehan Seksual di KampusPernyataan Ary Ginanjar seolah menjadi refleksi atas berbagai laporan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang mencuat di berbagai universitas sepanjang April 2026. https://www.instagram.com/reel/DXLPzx6ku7j/?igsh=aGNhM21jZHYzeXU4

2 hari yang lalu

NEWS

 

Universitas Ary Ginanjar Gelar Public Speaking Experience untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Generasi Muda

ESQNews.id, JAKARTA – Universitas Ary Ginanjar (UAG) University kembali menghadirkan program pengembangan diri melalui kegiatan bertajuk Public Speaking Experience yang akan diselenggarakan pada 4 April 2026 di Studio LT 23, UAG University.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UAG University dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dan percaya diri di ruang publik.Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Setiyo Hayati mengatakan keberhasilan setiap orang ditentukan dari niat dan mau.Menurutnya tiada ada orang yang terlahir karena terlatih tapi yang ada orang yang mau berlatih, ujarnya.“Iya menyebut menurut Pumble, 2024 Komunikasi lebih di utamakan daripada skill teknis oleh 70% perusahaan global, sehingga untuk menekan presentasi pengangguran lulusan sarjana sebesar 5,3 %, lulusan Sekolah Menegah Atas sebesar 6,3 % dan Sekolah Menegah Kejurusan sebesar 8,0%, tambahnya.”Sehingga dalam kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung melalui berbagai sesi interaktif, mulai dari public speaking simulation, case study and discussion, hingga career insight di bidang komunikasi. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis sekaligus membangun mental percaya diri dalam berbicara di depan umum.Sejalan dengan upaya pengembangan talenta yang selama ini digaungkan UAG University, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dinilai efektif dalam membentuk karakter dan keterampilan komunikasi generasi muda. Sebelumnya, UAG University juga aktif dalam berbagai kolaborasi strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan kemampuan berbicara secara aplikatif. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti free test minat bakat menggunakan Talent DNA serta sertifikat resmi sebagai bentuk apresiasi partisipasi.Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa maupun pelajar yang ingin mengembangkan potensi diri di bidang komunikasi. Dengan kuota yang terbatas, peserta diimbau untuk segera mendaftarkan diri.Kegiatan Public Speaking Experience diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi komunikasi mereka sekaligus membuka wawasan terhadap peluang karier di bidang komunikasi yang semakin relevan di era digital saat ini. 

5 hari yang lalu

NEWS

 

BKPSDM Mukomuko Jajaki Sinergitas Pelatihan Karakter dengan ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus berkomitmen menciptakan aparatur yang profesional dan berintegritas. Seperti dikutip dari laman mukomukokab.go.id, terbaru, BKPSDM tengah menjajaki kerja sama strategis dengan lembaga pelatihan kepemimpinan nasional, ESQ, guna memperkuat karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mukomuko.​Langkah ini merupakan implementasi dari visi Bupati Mukomuko yang menekankan pentingnya pembangunan karakter (character building) bagi seluruh pejabat dan pegawai. Hal ini bertujuan agar birokrasi tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas melayani yang kuat.Menurut ​Kepala BKPSDM Kabupaten Mukomuko Winarno, M.Pd., penguatan aspek kepribadian, emosional, dan spiritual menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan birokrasi modern.​"ASN kita secara intelektual sudah mumpuni. Namun, kita ingin mencetak ASN yang juga memiliki kematangan emosi dan spiritual. Dengan metode ESQ yang dipimpin Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, kita ingin memberikan fondasi religiusitas dalam bekerja," ujar Winarno, Sabtu (11/4/2026).Lebih lanjut Winarno menekankan bahwa di era digitalisasi saat ini, kecerdasan intelektual (IQ) bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Mengutip riset dari Stanford Research Center, ia menjelaskan bahwa 85 persen kesuksesan ditentukan oleh karakter, sementara faktor IQ hanya berkontribusi sebesar 15 persen.​"Digitalisasi sistem seperti absensi dan pelaporan berbasis aplikasi hanyalah alat. Tanpa kepribadian yang jujur dan disiplin, sistem tersebut tidak akan maksimal. Kami lebih menghargai staf yang berintegritas dan bertanggung jawab meski secara intelektual rata-rata, daripada cerdas namun tidak berintegritas," tegas Winarno, melansir dari media massa.Sedangkan rencananya, pelatihan intensif selama dua hingga tiga hari ini akan menyasar pejabat Eselon II, III, dan IV. Para pejabat tersebut diharapkan menjadi motor penggerak organisasi sekaligus menjadi teladan (role model) bagi staf di instansi masing-masing.​Hal ini sejalan dengan filosofi kepemimpinan yang sering disampaikan Bupati Mukomuko bahwa satu sendok keteladanan jauh lebih berharga daripada sekolam kata-kata.​BKPSDM Mukomuko saat ini tengah merancang skema pelaksanaan dan menargetkan program ini dapat terealisasi pada tahun anggaran berjalan atau paling lambat tahun mendatang.Melalui inovasi ini, Pemkab Mukomuko optimis dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang visioner, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. 

5 hari yang lalu

NEWS

NEWS

 

ESQ Tours Gelar Manasik Haji Akbar 2026

ESQNews.id, JAKARTA - ESQ Tours telah menyelesaikan seluruh rangkaian persiapan bagi 817 jemaah haji khusus sebelum bertolak ke Tanah Suci.Puncak persiapan ditandai dengan simulasi manasik haji akbar yang digelar pada 12 April 2026, yang melibatkan praktik teknis mulai dari prosesi di Arafah hingga lempar jumrah.Simulasi ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan, termasuk penanganan situasi darurat. Sebanyak ratusan jemaah mengikuti simulasi tawaf, sa’i dari Bukit Safa ke Bukit Marwah, wukuf di Arafah, hingga mabit.Direktur Sales dan Operasional ESQ Tours, Muhamad Solihin, menjelaskan bahwa simulasi ini tidak hanya melatih tata cara ibadah, tetapi juga prosedur keselamatan bagi jemaah dengan kondisi khusus. "Kami mensimulasikan berbagai keadaan, termasuk penanganan jika ada jemaah yang jatuh atau memerlukan kursi roda. Fokus utama kami adalah jemaah lansia dan risiko tinggi agar mereka tetap dapat melaksanakan tawaf serta sa’i dengan sempurna," ujar Muhamad Solihin.Pesan Spiritual: Haji Sebagai Manasik KehidupanSelain aspek fisik, jemaah juga dibekali pemaknaan spiritual yang mendalam. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Cholil Nafis, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan jemaah untuk melepas segala atribut duniawi saat mengenakan kain ihram."Inti dari perhajian adalah Al Haju Bi Arafah, di mana kita mengenal Allah SWT. Dalam pakaian ihram, tidak ada lagi kekuatan atau kemampuan kita; kita bersandar sepenuhnya kepada Allah," tegas K.H. Cholil Nafis, melansir dari media massa.Senada dengan hal tersebut, Trainer ESQ Tours, Iman Herdimansyah, menyebut manasik haji sebagai "manasik kehidupan". Menurutnya, kesempurnaan haji bertujuan untuk menyempurnakan kualitas hidup manusia secara keseluruhan setelah kembali ke tanah air.Guna menjangkau jemaah dari berbagai penjuru Indonesia, ESQ Tours menerapkan metode bimbingan secara online dan offline. Fleksibilitas ini mendapat apresiasi dari para jemaah, termasuk mereka yang berasal dari wilayah jauh."Saya mendapatkan pendidikan yang bagus melalui Zoom, soft copy, hingga pertemuan fisik. Semuanya bisa diakses dengan mudah, sehingga kami tahu apa yang harus dipersiapkan," ungkap Rahman, calon jemaah haji asal Papua.Dengan pembekalan yang matang ini, ESQ Tours berharap 817 jemaah yang diberangkatkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan meraih predikat haji mabrur.

5 hari yang lalu

NEWS

 

Jawa Timur Menuju Gerbang Baru Nusantara: Perkuat Fondasi Manajemen Talenta ASN Berbasis AI TalentDNA-ESQ

ESQNews.id, SURABAYA – Prestasi Provinsi Jawa Timur dalam kancah pengelolaan talenta nasional kembali menjadi sorotan. Keberhasilan meraih penghargaan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) dalam pengembangan manajemen talenta ASN menjadi bukti nyata bahwa Jawa Timur bukan sekadar pengikut, melainkan pemimpin dalam transformasi birokrasi di Indonesia.Namun, bagi Jawa Timur, pencapaian luar biasa ini bukanlah titik henti. Penghargaan tersebut justru dipandang sebagai fondasi kokoh untuk melakukan lompatan besar berikutnya: membangun ekosistem talenta yang lebih presisi, berbasis data, dan adaptif terhadap perubahan zaman.Di era disrupsi ini, tantangan pelayanan publik menuntut penempatan SDM yang tidak hanya kompeten, tetapi juga memiliki karakter dan dorongan intrinsik yang tepat. Menjawab tantangan tersebut, Jawa Timur kini bersiap mengintegrasikan teknologi AI TalentDNA dari ESQ.Sebagai langkah konkret mewujudkan transformasi tersebut, telah digelar Webinar dengan Tema Implementasi AI TalentDNA di Jawa Timur: Akselerasi Manajemen Talenta ASN pada 9 April 2026, Virtual Via Zoom Meeting.Webinar ini turut mengundang Dr. (H.C) Khofifah Indar Parawansa, M.Si (Gubernur Jawa Timur), Prof. Dr. Zudan Arif Fakrullah, S.H., M.H (Kepala Badan Kepegawaian Negara), Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ Corp).Diketahui Pemanfaatan AI TalentDNA memungkinkan organisasi untuk Memetakan potensi dan algoritma genetika perilaku ASN secara ilmiah, Mempercepat pengembangan kompetensi yang tepat sasaran, Menempatkan right man on the right place untuk dampak pelayanan publik yang nyata.Langkah ini selaras dengan visi Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara, sebuah hub strategis yang menyokong kemajuan nasional melalui birokrasi yang unggul dan berintegritas.Visi Strategis: Jawa Timur Sebagai Gudang Talenta NasionalGubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem SDM melalui kolaborasi strategis bersama tim ESQ melalui instrumen TalentDNA. Baginya, teknologi ini bukan sekadar alat pemetaan, melainkan instrumen fundamental untuk menyentuh aspek terdalam dari setiap pegawai."Manajemen talenta melalui TalentDNA ini menjadi pintu masuk utama bagi kita untuk mengidentifikasi karakter sesungguhnya dari masing-masing ASN, CASN, maupun PPPK secara presisi," ungkap Khofifah.Transformasi ini pun didukung oleh kesiapan infrastruktur sumber daya manusia yang mumpuni, di mana Pemerintah Provinsi Jawa Timur kini telah memiliki 200 mentor yang siap mengawal pengembangan potensi tersebut. Dengan fondasi digital dan bimbingan mentor yang kuat, Khofifah optimis terhadap masa depan birokrasi di wilayahnya."Harapan besar kami adalah Jawa Timur mampu bertransformasi menjadi Gudang Talenta Nasional, sebuah pusat keunggulan SDM yang akan menyuplai pemimpin-pemimpin terbaik bagi bangsa," pungkasnya optimis, dalam sebuah tayangan video.Dalam webinar kali ini, paparan dari Gubernur Jawa Timur diwakili oleh Indah Wahyuni, S.H., M.Si (Kepala BKD Provinsi Jawa Timur). Wanita dengan sapaan Yuyun, memaparkan perjalanan panjang transformasi sistem merit di wilayahnya. Sejak tahun 2019 hingga 2024, Jawa Timur terus mencari cara baru yang lebih objektif dan presisi untuk menjawab tantangan masa depan.Menurutnya, penggunaan teknologi bukan sekadar mengikuti tren, melainkan solusi strategis bagi birokrasi."Pendekatan AI bukan hanya sekadar alat teknologi, namun merupakan jawaban atas tantangan budaya, meritokrasi data, dan kompetensi untuk membangun birokrasi masa depan," tegas Yuyun.Selaras dengan PP No. 17 Tahun 2020, Jawa Timur telah mengintegrasikan manajemen talenta dalam setiap aspek pengembangan karier, mulai dari rotasi, mutasi, hingga promosi. Berkolaborasi erat dengan BKN dan didukung oleh ESQ melalui AI TalentDNA, Pemprov Jatim telah memetakan potensi 36.668 ASN (PNS dan CPNS), sebuah pencapaian yang memecahkan rekor MURI sebagai pemetaan talenta berbasis AI terbanyak secara nasional.Langkah ini juga menyentuh sektor pendidikan, di mana para siswa SMA dan SMK di Jawa Timur turut dipetakan bakat alaminya menggunakan sistem yang sama. Yuyun menjelaskan bahwa AI TalentDNA mampu mengungkap 45 pola perilaku individu dalam kategori Drive, Network, dan Action, yang sangat membantu dalam: Memahami gaya berpikir, kecerdasan emosional, dan inovasi setiap individu; Membantu ASN menyadari kekuatan dan area pengembangan diri mereka; Memudahkan pemimpin mengelola dinamika tim secara lebih konstruktif.Efek dari implementasi ini sangat dirasakan pada efisiensi kerja. ASN pada jabatan pelaksana kini lebih produktif karena bekerja sesuai potensi alami, pejabat fungsional menjadi lebih ahli di bidangnya, dan pejabat manajerial mampu menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran."Dengan bantuan Pak Ary Ginanjar dan tim ESQ, kami berhasil menerapkan sistem the right person on the right job. Ini adalah langkah nyata menuju transformasi digital SDM yang transparan, akuntabel, dan objektif," tambah Yuyun.Menutup paparannya, Yuyun menekankan bahwa transformasi digital ini adalah bagian tak terpisahkan dari agenda reformasi birokrasi untuk mendukung visi Gubernur Jawa Timur menjadikan wilayahnya sebagai Gudang Talenta Nasional guna menyongsong Indonesia Emas 2045.Membangun Peradaban Melalui Presisi TalentaAry Ginanjar Agustian menegaskan bahwa Jawa Timur telah mengukuhkan diri sebagai Gudang Talenta Nasional dan Gerbang Baru Nusantara. Ia menekankan bahwa di era disrupsi, pemenang bukanlah institusi yang paling besar, melainkan yang paling cepat memahami manusia."Kita tidak sedang sekadar membahas program SDM, kita sedang membahas bagaimana Indonesia membangun masa depan melalui talenta," ujar Ary Ginanjar.Beliau memaparkan bukti nyata keberhasilan Jawa Timur yang telah memetakan 36.886 ASN dan 2.165 CPNS menggunakan sistem TalentDNA berbasis AI. Langkah ini bukan lagi sekadar wacana atau proyek percontohan, melainkan realitas yang telah membuahkan lima penghargaan nasional dari BKN serta dua rekor dunia (MURI).Ary Ginanjar menyoroti pergeseran besar dalam kepemimpinan modern. Menurutnya, permintaan terhadap instrumen asesmen berbasis data melonjak hingga 406%, menandakan bahwa para pemimpin tidak lagi mengandalkan intuisi semata, melainkan insight dan prediksi risiko yang terukur.Di Jawa Timur, riset menunjukkan bahwa implementasi TalentDNA berkontribusi sebesar 78,8% terhadap kualitas pengambilan keputusan dan 86,5% terhadap efektivitas manajemen talenta."Keputusan tidak lagi berdasarkan 'rasa', tapi berdasarkan data dan presisi. Kita bergerak dari precision, personalization, hingga menuju performance," tambahnya. Arsitektur transformasi ini diperkuat dengan tiga pilar utama: TalentDNA untuk memahami identitas manusia, AI Talent Management untuk mengelola kompleksitas data, dan My Growth Map untuk memastikan setiap individu berkembang secara personal.Lebih lanjut, Ary memberikan apresiasi tinggi kepada Kepala BKN, Prof. Zudan, yang dinilainya sebagai sosok genius dan visioner.Ia menyebut kebijakan manajemen talenta yang ditetapkan BKN adalah fondasi dasar yang sejalan dengan ramalan World Economic Forum mengenai kompetensi inti masa depan."Jawa Timur telah membuktikan bahwa ini mungkin. Sekarang, saatnya kita menjadikannya sebuah gerakan nasional. Jika seluruh provinsi mereplikasi sistem meritokrasi berbasis TalentDNA ini, maka Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar harapan, melainkan keniscayaan," tegasnya.Ary Ginanjar juga mengingatkan bahwa sumber daya alam akan habis, namun sumber daya manusia adalah kunci kejayaan bangsa yang tak terbatas. "Sejarah tidak menunggu mereka yang ragu. Sejarah ditulis oleh mereka yang berani memulai hari ini untuk membangun manusia-manusia unggul Indonesia."Visi Strategis BKN: TalentDNA Sebagai Standar Baru Seleksi NasionalKepala BKN, Prof. Zudan memberikan apresiasi tinggi terhadap kolaborasi antara Pemprov Jawa Timur dan ESQ. Ia secara khusus menyebut Prof. Ary Ginanjar sebagai sosok "Guru Bangsa" yang selama 30 tahun konsisten memajukan SDM Indonesia dengan metode orisinal. Kini, melalui integrasi AI dalam TalentDNA, Prof. Zudan meyakini Indonesia sedang melakukan lompatan transformasi besar."Mas Ary Ginanjar adalah sosok jenius yang tak pernah letih menemukan cara-cara baru agar birokrasi kita lebih efektif, kreatif, dan berdampak nyata bagi daerah," ujar Prof. Zudan.Ia juga memuji visi Gubernur Jawa Timur yang dinilainya sangat futuristik dalam menjadikan Jawa Timur sebagai gudang talenta nasional. Mengingat kompleksitas Indonesia yang mencakup berbagai lapisan peradaban dari Society 1.0 hingga 5.0. Prof. Zudan menegaskan perlunya sistem yang sistematis untuk mengelola 6,7 juta ASN di seluruh penjuru negeri.Sebagai langkah konkret, Prof. Zudan mengungkapkan sebuah terobosan besar dalam tata kelola ASN nasional. Beliau telah mengusulkan kepada Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) agar TalentDNA menjadi salah satu materi dalam seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) ke depan."Kami ingin sejak awal sudah bisa memilih talenta terbaik; the right man on the right place, the right person on the right job, and on the right time. Ini adalah kunci untuk mengeksekusi Asta Cita serta visi-misi kepala daerah secara presisi," tegasnya.Prof. Zudan memaparkan bahwa saat ini BKN telah berhasil mendorong 163 lembaga untuk menerapkan manajemen talenta. Dengan memadukan rekam jejak, pendidikan, potensi, dan TalentDNA, pemerintah dapat lebih mudah membangun jalur karier bagi jutaan ASN secara transparan dan terukur.Menurutnya, penggunaan satu pintu melalui manajemen talenta berbasis AI ini akan membuat birokrasi bergerak lebih cepat dan efektif. "Jawa Timur telah memulai langkah strategis ini. Dengan populasi yang besar dan kualitas SDM yang unggul, Jawa Timur benar-benar menjadi inspirasi bagi transformasi SDM nasional," pungkasnya.

2026-04-11 23:28:00

NEWS

 

Gebrakan Baru! UBR Jambi 'Sihir' Guru Jadi Mentor Masa Depan Lewat ESQ 165, Ini Rahasianya!

ESQNews.id, JAMBI - Bukan sekadar pelatihan biasa, Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi resmi meluncurkan sebuah gerakan transformasi besar bagi dunia pendidikan. Pada 8-9 April 2026, kampus biru ini menjadi saksi lahirnya "Guru Masa Depan" melalui program ESQ 165 yang dirancang khusus untuk membawa para pendidik naik kelas.Apa yang membuat pelatihan ini berbeda? Ternyata, UBR Jambi tidak hanya fokus pada peningkatan ilmu pengetahuan, melainkan menyentuh akar terdalam seorang pendidik: Karakter, Integritas, dan Makna Mengajar.Dalam dunia pendidikan modern, guru hebat bukan lagi mereka yang sekadar mentransfer materi, melainkan mereka yang mampu menginspirasi dan menggerakkan masa depan siswa. UBR Jambi memahami bahwa tantangan zaman membutuhkan penguatan pada sisi Emotional & Spiritual Quotient (ESQ)."Ini adalah ruang transformasi. Kami ingin guru-guru di Jambi memiliki mindset baru sebagai pendidik yang berdampak, sehingga kehadiran mereka di kelas tidak hanya didengar, tapi benar-benar dirasakan dan diingat oleh setiap siswa," ungkap Humas UBR Jambi Desry Haryani AS, Kamis (9/4/2026), melansir dari media massa.Para peserta yang hadir di Kampus Universitas Baiturrahim tidak pulang dengan tangan hampa. Selain pengalaman spiritual yang mendalam, berikut adalah beberapa manfaat yang didapatkan, yakni ?mindset baru. Pola pikir sebagai pendidik yang memberikan dampak nyata (Impactful Teacher).Penguatan ESQ dalam keseimbangan kecerdasan emosional dan spiritual dalam menghadapi dinamika sekolah. Networking untuk membangun jejaring luas dengan sesama guru inspiratif di Provinsi Jambi dan sertifikat resmi, sebagai bukti autentik kompetensi transformasi karakter.Gerakan ini diharapkan menjadi lokomotif perubahan bagi kualitas pendidikan di Jambi. Dengan menghadirkan metode ESQ 165, Universitas Baiturrahim (UBR) membuktikan komitmennya bukan hanya sebagai institusi pendidikan tinggi, tetapi juga sebagai wadah pembentuk karakter bangsa melalui para guru.Saatnya para pahlawan tanpa tanda jasa di Jambi berhenti sejenak untuk mengisi "tangki" spiritual dan emosional mereka agar siap mencetak generasi emas masa depan. Mari Jadi Bagian dari Perubahan Pendidikan di Jambi Bersama UBR!.

2026-04-10 15:18:00

NEWS

 

Bukan Sekadar Pintar, Rektor UBR Dorong Guru Masa Depan Miliki Karakter ESQ

ESQNews.id, JAMBI - Di tengah gempuran perubahan zaman yang serba cepat, kecerdasan intelektual (IQ) dinilai tak lagi cukup menjadi modal tunggal bagi seorang pendidik.Menyadari hal tersebut, Universitas Baiturrahim (UBR) Jambi mengambil langkah nyata dengan membekali para calon pengajar melalui pelatihan ESQ 165 "Guru Masa Depan".Rektor UBR Jambi, Dr. Filius Chandra, SE, MM, menegaskan bahwa keseimbangan antara kecerdasan intelektual, emosional, dan spiritual adalah fondasi mutlak. Menurutnya, dunia pendidikan saat ini membutuhkan sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki integritas dan ketahanan mental yang kokoh."Kami berkomitmen mencetak lulusan yang tidak hanya unggul dalam ilmu pengetahuan, tetapi juga memiliki akhlak, etika, dan kepedulian sosial yang tinggi," ujar Dr. Filius Chandra saat membuka pelatihan secara resmi, pada 8 April 2026.Melalui kolaborasi dengan tim Trainer ESQ, pelatihan ini dirancang untuk mengajak peserta melakukan inner journey sebuah perjalanan ke dalam diri untuk menemukan makna hidup dan karier yang lebih mendalam.Dr. Filius Chandra berharap, melalui metode 165 (Ihsan, Iman, dan Islam), para peserta dapat memperkuat mental dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang dinamis. Menemukan integritas agar menjadi teladan yang beretika bagi anak didik dan mengasah empati (kepedulian sosial) di tengah masyarakat.Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus juga memberikan apresiasi setinggi tingginya kepada tim ESQ yang telah membantu mewujudkan visi UBR Jambi. Dr. Filius berharap kolaborasi ini dapat terus berlanjut guna memberikan dampak positif yang lebih luas bagi dunia pendidikan, khususnya di Provinsi Jambi."Kepada seluruh peserta, saya mengajak untuk mengikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. Buka hati dan pikiran, jadikan materi ini sebagai bekal berharga untuk menjadi pribadi yang lebih baik," jelasnya, melansir dari media massa.Dengan adanya pelatihan ini, Universitas Baiturrahim Jambi kembali membuktikan perannya sebagai institusi yang peduli pada pembentukan karakter (character building) demi mencetak generasi emas yang bermental juara.

2026-04-10 15:14:00

NEWS

 

Pembekalan Calon Jemaah, ESQ Tours Gelar Manasik Haji Akbar

ESQNews.id, JAKARTA - ESQ Tours mengadakan kegiatan Manasik Haji Akbar yang diikuti sekitar 400 calon jemaah. Kegiatan ini bertujuan untuk memastikan kesiapan fisik dan mental para calon jemaah sebelum berangkat ke Tanah Suci.Manasik Haji Akbar digelar selama tiga hari, 3–5 April 2026, di Hotel Borobudur Jakarta. Kegiatan diawali dengan aktivitas outbound, para jemaah diberikan berbagai permainan kelompok untuk melatih kerja sama dan kekompakan.Selain melatih fisik dan kebersamaan, setiap permainan dirancang dengan filosofi mendalam untuk menanamkan kesabaran, kerja sama tim, serta keteguhan menghadapi tantangan.Usai kegiatan outbound, para calon jemaah diberikan berbagai pembekalan tambahan, mulai dari edukasi medis, sesi motivasi, hingga pendalaman dan praktik langsung tahapan ibadah haji."Alhamdulillah Pak Ary mendesain satu program bukan sekadar untuk memberikan pemahaman tentang ilmu ibadah haji, tetapi juga persiapan secara fisik juga kebersamaan emosional," ujar Seorang Trainer, Coach Firdaus Djamaris.Calon jemaah haji, Mohammad Iqbal, menyatakan senang mengikuti kegiatan ini. Ia merasa simulasi permainan memberikan gambaran nyata untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan di Tanah Suci sekaligus meningkatkan semangat beribadah."Saya merasakan bahwa outbond kali ini benar-benar adalah afirmasi visualisasi pada saat kita beribadah haji di di Makkah dan Madinah. Begitu berat perjuangan di sana, godaan, rintangan, dan halangan. Mudah-mudahan afirmasi hari ini sama dengan yang nanti akan kita laksanakan saat ibadah haji," ungkap Iqbal.Direktur Sales dan Operasional ESQ Tours Muhamad Solihin menyebut, pada musim haji tahun ini ESQ Tours akan memberangkatkan sebanyak 817 calon jemaah, terdiri dari 774 jemaah haji dan 43 petugas haji. "Kalau untuk kesiapan daripada jemaah, insyaallah mereka sudah siap karena ini manasik yang kesekian kalinya. Jumlahnya total yang bisa Saya sampaikan itu ada 817 jemaah," jelas Solihin, melansir dari media massa.

2026-04-09 10:26:00

TRAINING

 

Pemkot Bandung Gandeng ESQ Wujudkan Visi "Bandung UTAMA" melalui Servant Leadership

ESQNews.id, JAKARTA – Dalam langkah revolusioner bertajuk transformasi birokrasi berbasis hati, Pemerintah Kota Bandung menggelar Training ESQ - Servant Leadership pada 6-7 April 2026. Bertempat di Menara 165, Jakarta, agenda strategis ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Bandung, M. Farhan, bersama 40 jajaran Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) yang terdiri dari Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Kepala OPD, hingga Direktur RSUD se-Kota Bandung.Pelatihan ini bertujuan untuk menanamkan integritas berbasis spiritual serta mencetak pemimpin yang melayani demi mewujudkan visi Bandung UTAMA (Unggul, Terbuka, Amanah, Maju, dan Agami).Wali Kota Bandung, M. Farhan, yang juga merupakan alumni ESQ sejak 2015, menekankan bahwa membangun organisasi bukan sekadar urusan sistem dan angka. Bagi Farhan, kepemimpinan adalah upaya membawa seluruh elemen organisasi ke satu titik nol yang sama atau ground zero."Ini kesempatan emas bagi saya untuk membawa seluruh tim pimpinan Kota Bandung menyamakan hati. Kita mulai dari ground zero untuk melangkah bersama menuju perwujudan visi Bandung Utama," ujar Farhan penuh semangat.Beliau juga mengajak jajarannya melakukan reorientasi motivasi. Kerja sebagai ASN, menurutnya, harus didasari oleh keinginan besar untuk beribadah dan mengabdi kepada Tuhan, bukan sekadar mengejar jabatan atau keuntungan finansial.Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, memberikan apresiasi tinggi atas komitmen jajaran Pemkot Bandung. Ia mengibaratkan pembangunan SDM seperti membangun gedung yang memerlukan struktur utuh."Atapnya adalah visi Bandung Utama, tiangnya adalah values, namun fondasi paling dasarnya adalah spiritualitas. Tanpa fondasi yang kuat, gedung itu tidak akan bertahan lama," jelas Ary Ginanjar di hadapan para pimpinan tinggi Bandung.Tidak hanya sisi spiritual, Pemkot Bandung juga menorehkan sejarah sebagai instansi pemerintahan pertama yang mengadopsi teknologi TalentDNA. Inovasi ini menjadi instrumen penguatan sistem meritokrasi untuk memetakan potensi 22.000 ASN di lingkungan Pemkot Bandung.Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menegaskan bahwa sistem ini akan menjamin transparansi dalam mutasi dan rotasi jabatan. "Dengan TalentDNA, kita bisa menempatkan the right person in the right place berdasarkan data riil, sehingga meminimalisir tuduhan subjektivitas pimpinan," tuturnya.Hal senada disampaikan Kepala BKPSDM, Epi Hendarin, yang menyebut bahwa teknologi ini adalah penghargaan sekaligus alat bantu bagi Wali Kota untuk memilih talenta terbaik dalam melayani masyarakat.Di akhir pelatihan, para peserta menyatakan komitmennya untuk segera mengimplementasikan hasil training dalam keseharian. Kepala DPMPTSP, Erick menekankan pentingnya sikap "Gercep" (Gerak Cepat) dalam bekerja."Penting bagi kita untuk tidak hanya menyerap teori, tetapi langsung mempraktikkannya. Kita harus 'gercep', jangan banyak berpikir dan ragu dalam bekerja mewujudkan Bandung Utama serta menyongsong Indonesia Emas 2045," tegas Erick.Melalui sinergi antara kecerdasan emosional, spiritual, dan bantuan teknologi mutakhir, Pemerintah Kota Bandung optimis dapat menghadirkan birokrasi yang lebih bersih, melayani, dan amanah bagi seluruh warga Bandung.

2026-04-08 10:15:00

IN PICTURES