Minggu, H / 26 April 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#EQ

#BI

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#BK

#NU

#UI

#MK

#GM

#RS

#bi

#IT

#

#QX

#MU

#MC

#SD

# P

#S1

#Ti

#Pa

#DJ

#CC

#as

#LG

#UN

#3A

#8

#5P

#HC

#\

#US

#BU

#PS

#Hu

#DO

#qx

#KB

#HP

#Ke

#TJ

#FK

#U

#01

#02

#Wo

#K3

#VW

#RT

#PK

#5G

# M

#WA

# t

#UU

#Em

#VR

#Al

TERKINI

HAJI UMROH

 

Kurikulum Pariwisata dan Realita Industri: Saatnya Haji & Umrah Masuk Arus Utama

Oleh : H. Muhamad Solihin, A.Par, SE, M.ParESQNews.id, JAKARTA - Industri pariwisata terus berkembang dengan sangat cepat. Perubahan perilaku wisatawan, teknologi, hingga dinamika global menuntut dunia pendidikan untuk terus beradaptasi. Dalam konteks ini, saya berkesempatan menghadiri kegiatan Job Occupational Analysis (JOA) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, sebagai bagian dari penyusunan kurikulum berbasis industri untuk Politeknik Pariwisata pada Tanggal 21-22 April 2026 di Bandung.Forum ini mempertemukan para praktisi dari berbagai sector untuk memastikan bahwa kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan lapangan.Realita: Gap yang Masih TerjadiDalam diskusi, satu hal menjadi sangat jelas: Dunia industri bergerak jauh lebih cepat dibanding kurikulum pendidikan. Di lapangan, seorang Tour Manager tidak hanya menjalankan itinerary. Ia harus mampu:Mengambil keputusan cepatMenangani masalah real-timeMengelola pengalaman dan emosi pelangganNamun banyak lulusan yang belum sepenuhnya siap menghadapi tekanan tersebut.Tour Manager: Profesi StrategisDalam JOA, kami menyepakati bahwa Tour Manager bukan sekadar pendamping perjalanan. Ia adalah:Pengambil keputusan di lapanganPenjaga kualitas layananPengelola pengalaman pelangganDengan kata lain, Tour Manager adalah representasi langsung dari kualitas industri itu sendiri.Satu Sektor yang Terlewat: Haji & UmrahDi tengah diskusi tersebut, ada satu sektor yang menurut saya perlu mendapat perhatian serius: Haji dan UmrahFaktanya:Terdapat lebih dari 3.000 penyelenggara perjalanan wisata (BPW) di IndonesiaSekitar 1,5 juta jemaah umrah setiap tahunDan 221 ribu jemaah hajiBahkan, pemerintah hingga membentuk Kementerian Haji dan Umrah sebagai bentuk keseriusan dalam pengelolaan sektor ini. Namun pertanyaannya: Mengapa sektor sebesar ini belum menjadi bagian utama dalam kurikulum pendidikan pariwisata?Mengapa Ini PentingHaji dan Umrah bukan sekadar perjalanan wisata. Ini adalah:Perjalanan spiritualOperasional skala besarManajemen risiko tinggiPengelolaan jamaah dengan karakteristik khusus (lansia, risti, dll)Artinya, kompetensi yang dibutuhkan sangat spesifik dan tidak bisa disamakan dengan tour biasa.Peluang yang Sangat BesarJika dikelola dengan baik, sektor ini bukan hanya kebutuhan domestik, tetapi juga peluang global. Indonesia memiliki keunggulan:Jumlah jemaah terbesarPengalaman operasional besarSDM dengan karakter service yang kuatIni bisa menjadi positioning Indonesia sebagai pusat keunggulan SDM Haji dan Umrah dunia.Penutup Kegiatan JOA ini adalah langkah awal yang sangat baik untuk menyelaraskan pendidikan dengan industri. Namun ke depan, kita perlu melangkah lebih jauh. Sudah saatnya Haji dan Umrah tidak hanya menjadi praktik industri, tetapi juga menjadi bagian dari kurikulum akademik yang terstruktur.Karena kita tidak hanya mencetak tenaga kerja, tetapi mencetak profesional yang siap menghadapi realita— dan siap menjadi pemain global.

3 hari yang lalu

NEWS

 

Kado HUT ke-821 Banda Aceh: Kolaborasi Strategis Wali Kota Illiza dan Ary Ginanjar Wujudkan 'Talent-Based City' Berbasis TalentDNA

ESQNews.id, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal, menegaskan komitmen pembangunan berbasis kolaborasi dan penguatan sumber daya manusia dalam Seminar Best Practice Banda Aceh Academy (BAA) Talks 2026 yang digelar di AAC Dayan Dawood, Rabu (22/4/2026), dalam rangka memeriahkan HUT ke-821 Kota Banda Aceh.Kegiatan ini menjadi panggung strategis Pemerintah Kota Banda Aceh dalam memperkuat arah pembangunan menuju kota berbasis talenta (talent-based city).Sejumlah tokoh nasional turut hadir dalam forum tersebut, di antaranya motivator nasional Ary Ginanjar Agustian (Founder ESQ), Gubernur Jawa Tengah Komjen Pol. (Purn) Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Kalimantan Timur Dr. Ir. H. Seno Aji, serta Ketua Komisariat Wilayah I APEKSI yang juga Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas.Selain itu, kegiatan juga dihadiri perwakilan Pemerintah Aceh melalui Sekretaris Daerah Muhammad Nasir, unsur Forkopimda, akademisi, serta ratusan peserta dari berbagai kalangan.Dalam sambutannya, Wali Kota Banda Aceh menegaskan bahwa BAA Talks bukan sekadar seminar, melainkan ruang dialog strategis yang mempertemukan pemimpin daerah, akademisi, dan generasi muda.“BAA Talks hadir untuk membuka wawasan, membangun jejaring, serta menghadirkan inspirasi nyata dari praktik terbaik berbagai daerah,” ujarnya.Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para narasumber nasional yang dinilai memiliki komitmen tinggi dalam mendukung pembangunan Banda Aceh.Kehadiran kembali Ary Ginanjar Agustian untuk kedua kalinya dalam momentum HUT Banda Aceh menjadi simbol kuat keberlanjutan kolaborasi yang dibangun Pemerintah Kota.Ary Ginanjar katakan, "Banda Aceh Academy menjadi bukti bahwa Kota Banda Aceh tidak hanya membangun semangat kolaborasi, tetapi juga membangun Sumber Daya Manusia berbasis Talent.Program prioritas Ibu Wali Kota Banda Aceh, Ibu Illiza Sa'aduddin Djamal ini menunjukkan arah yang jelas, yaitu menghadirkan link and match antara potensi individu dengan kebutuhan industri, serta pengembangan yang presisi berbasis TalentDNA kelak."Lebih lanjut, "Karena masa depan tidak dibangun dengan pendekatan yang sama untuk semua orang. Kita tidak bisa mengajarkan seekor ikan untuk memanjat pohon, tetapi kita harus memastikan setiap individu berkembang sesuai keunggulan alaminya berbasis teknologi.Inilah yang menjadi kunci kemajuan banyak negara yang berhasil mengelola talenta secara tepat dan terarah.Ke depan, Banda Aceh Academy diharapkan menjadi pusat data talenta, yang tidak hanya mengembangkan manusia, tetapi juga membantu industri menemukan potensi terbaiknya. Maju terus Banda Aceh. Dirgahayu ke-821 tahun!"Banda Aceh 821 Tahun: dari Sejarah Menuju Masa DepanPada momentum hari jadi ke-821, Illiza menegaskan bahwa Banda Aceh bukan sekadar kota administratif, melainkan kota bersejarah yang tumbuh dari tradisi keilmuan, perdagangan, dan nilai-nilai keislaman.Kota ini telah melewati berbagai ujian sejarah-termasuk konflik dan bencana besar seperti Tsunami Aceh 2004-namun mampu bangkit dengan semangat pembangunan dan pelayanan.“Usia 821 tahun adalah simbol kematangan peradaban dan pijakan untuk melangkah lebih maju,” katanya.Dalam forum tersebut, Wali Kota kembali menegaskan arah pembangunan melalui visi besar: Banda Aceh Kota Kolaborasi, visi ini menekankan bahwa pembangunan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, tetapi harus melibatkan seluruh elemen, mulai dari akademisi, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat.Sebagai implementasi, Pemerintah Kota menghadirkan program unggulan Banda Aceh Academy sebagai platform pengembangan SDM berbasis kolaborasi.Program Banda Aceh Academy dirancang untuk:• meningkatkan kompetensi generasi muda• menjembatani dunia pendidikan dan dunia kerja• melahirkan wirausaha dan inovator baru• serta mendorong Banda Aceh menjadi kota berbasis talenta (talent-based city)Empat pilar utama program ini meliputi:• digital skills dan teknologi• kewirausahaan dan ekonomi kreatif• soft skills dan kepemimpinan• link and match dengan dunia industriBAA Talks Jadi Agenda TahunanWali Kota Illiza mengungkapkan bahwa BAA Talks akan dijadikan agenda tahunan sebagai ruang pembelajaran berkelanjutan.Melalui program ini, Pemerintah Kota menargetkan peningkatan kualitas tenaga kerja lokal, penurunan pengangguran generasi muda, tumbuhnya startup dan usaha kreatif, serta meningkatnya daya saing Banda Aceh.Menutup sambutannya, Wali Kota menekankan bahwa keberhasilan pembangunan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.“Jika kota-kota kita kuat dari sisi SDM, pelayanan, dan ekonomi, maka Indonesia akan melangkah lebih cepat menuju kemajuan,” tutupnya, melansir dari prokopim.bandaacehkota.go.id.<more>Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Aceh Muhammad Nasir, mengatakan kepemimpinan daerah saat ini dituntut tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi konkret, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memastikan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Ia menyebut forum seminar best practice sebagai ruang penting untuk saling belajar antar daerah, di mana praktik terbaik dapat direplikasi dan dikembangkan sesuai kebutuhan masing-masing wilayah guna mempercepat kemajuan bersama.Menurutnya, kota memiliki peran strategis sebagai pusat pertumbuhan, inovasi, dan pelayanan publik yang dampaknya meluas ke daerah sekitarnya. Karena itu, sinergi antar kepala daerah dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun ekosistem pembangunan yang terintegrasi.“Keberhasilan pembangunan tidak bisa dicapai sendiri, tetapi harus melalui kolaborasi, jejaring, dan pertukaran pengetahuan,” ujarnya.

3 hari yang lalu

HAJI UMROH

 

Dari Bangladesh ke Indonesia: Saat Kuota Haji Tidak Lagi Jadi Masalah, Tapi Tiket yang Diperebutkan

Oleh: H. Muhammad Solihin, A.Par, S.E, M.ParESQNews.id, JAKARTA - Fenomena menarik terjadi pada penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026 di Bangladesh. Laporan media internasional mengungkap bahwa negara tersebut mengalami kesulitan dalam mengisi kuota haji yang telah diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi.Dari kuota sekitar 127.000 hingga 130.000 jemaah, hanya sekitar 90.000 hingga 100.000 yang mendaftar dan berangkat. Artinya, puluhan ribu kuota haji tidak terserap.Fenomena ini menjadi kontras jika dibandingkan dengan Indonesia. Di Indonesia, masalah utama bukan kekurangan jemaah, melainkan panjangnya antrean. Untuk mendapatkan satu kursi haji, calon jemaah harus menunggu hingga 20 sampai 30 tahun.Namun dalam perkembangan terbaru, muncul narasi baru dari Kementerian Haji Indonesia—yang dikenal sebagai fenomena “war tiket haji”.Dari “Waiting List” ke “War Ticket”Istilah “war tiket haji” menggambarkan kondisi di mana kursi haji diperebutkan dalam waktu sangat cepat. Ini menunjukkan bahwa akses haji mulai memiliki dimensi baru: kecepatan dan kesiapan finansial.Bangladesh: Ketika Tidak Ada yang BerebutDi sisi lain, Bangladesh menunjukkan kondisi yang berlawanan. Tidak ada “war tiket”. Yang terjadi justru kuota tidak terisi. Sistem direct tanpa waiting list membuat permintaan sangat bergantung pada kemampuan bayar masyarakat.Jika Kuota Bertambah dan Antrean HilangJika suatu saat kuota haji Indonesia bertambah signifikan dan antrean tidak lagi ada, maka terdapat potensi dampak serius:1. Harga haji akan meningkat karena berkurangnya nilai manfaat dari dana haji.2. Keterjangkauan menurun, sehingga tidak semua masyarakat mampu.3. Permintaan menjadi fluktuatif karena tidak ada buffer antrean.4. Risiko kuota tidak terisi, seperti yang terjadi di Bangladesh.PenutupBangladesh menunjukkan bahwa kuota besar tidak menjamin keterisian. Indonesia menunjukkan bahwa permintaan besar bisa melahirkan kompetisi akses.Ke depan, Indonesia perlu menjaga keseimbangan antara percepatan keberangkatan dan keberlanjutan sistem, agar tetap stabil dan terjangkau bagi umat.

4 hari yang lalu

NEWS

NEWS

 

Hari Kartini: Rektor UAG University Ingatkan Perempuan Kuasai IQ, EQ, dan SQ Agar Tak Dikendalikan AI

ESQNews.id, JAKARTA - Di tengah perayaan Hari Kartini, Rektor Universitas Ary Ginanjar (UAG University), Dyah Utami Aryanti hadir dalam simposium bertajuk Bridging Minds and Machines: The Synergy of AI and Psychology for High Performing Talents bukan hanya sebagai simbol pemimpin perempuan. Tetapi juga sebagai suara yang mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tanpa pemahaman manusia bisa berbalik menjadi ancaman.Dyah menegaskan, kecerdasan buatan yang berkembang begitu pesat tidak boleh melaju tanpa kendali nilai, empati, dan kesadaran moral. "Kita tidak bisa berdiri sendiri dengan teknologi saja. Kalau sesuatu masuk ke kehidupan kita tanpa kita sadari batas-batasnya, kita tidak akan tahu arah kita akhirnya ke mana," ujar Dyah di Auditorium Universitas Ary Ginanjar, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.Menurutnya, teknologi yang digunakan tanpa landasan psikologi dan integritas justru berpotensi membawa kemunduran, bukan kemajuan. Sebaliknya, ketika seseorang memahami emosi, empati, dan tujuan hidupnya, teknologi akan menjadi alat yang benar-benar bermanfaat bagi diri sendiri dan orang-orang di sekitarnya.UAG University pun kini tidak hanya mengejar kecerdasan intelektual mahasiswanya. Rektor UAG University mengungkapkan, UAG University secara aktif mengajarkan tiga dimensi kecerdasan sekaligus, yaitu intelektual, emosional, dan moral. Baginya, inilah pemikiran yang benar-benar menatap masa depan."Kalau kita masih berkutat pada IQ saja, kita ketinggalan. Talent terbaik itu bukan hanya yang pintar, tapi yang hidupnya memberi manfaat buat sekitar," tegas Dyah.Bertepatan dengan Hari Kartini, Rektor UAG University mengajak seluruh perempuan Indonesia untuk benar-benar meresapi makna di balik peringatan ini, bukan sekadar mengenakan kebaya, tetapi mewarisi keberanian berpikir melampaui zamannya. Dyah menggambarkan Kartini bukan hanya sebagai pahlawan perempuan, tetapi sebagai pemikir visioner yang hidup jauh melampaui norma di masanya.Di era di mana perempuan dilarang mengenyam pendidikan, Kartini justru bermimpi dan berjuang agar perempuan lain bisa merasakan hal yang sama. "Kartini itu orang yang bisa dibilang punya privilege. Tapi dia tidak memikirkan dirinya sendiri. Dia terus bertanya “bagaimana nasib perempuan yang lain? Bagaimana kalau saya seperti mereka?" kata Dyah.Sebagai pemimpin perempuan di institusi pendidikan tinggi di Indonesia, Rektor UAG University menutup percakapan dengan pesan yang tajam dan penuh harapan. Ia mendorong seluruh perempuan Indonesia untuk terus mengasah diri, bukan hanya dari sisi kompetensi dan pendidikan, tetapi juga dari sisi moralitas dan kepedulian sosial.Sebab menurutnya, kemampuan tanpa integritas tidak akan melahirkan dampak yang bertahan lama. "Kalau perempuan hanya meningkatkan kemampuan tapi tidak moralitasnya, dampaknya tidak akan sustainable. Dan kalau dia pintar tapi tidak peduli sekitar, untuk apa? Kartini tidak pernah berhenti di dirinya sendiri. Dan itulah yang harus kita teladani," pungkas Dyah.

5 hari yang lalu

NEWS

 

Pendiri UAG University, Ary Ginanjar Ungkap Kunci Sukses di Era AI: Emosi dan Spiritual

ESQNews.id, JAKARTA - Universitas Ary Ginanjar (UAG University) dan ESQ Business School merayakan Dies Natalis yang istimewa, masing-masing memasuki usia ke-2 dan ke-13. Perayaan Dies Natalis ini dihadiri oleh berbagai tokoh nasional serta tamu internasional. Dalam pesan video yang ditayangkan pada acara tersebut, Founder UAG University dan ESQ Business School, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, menegaskan bahwa kehadiran universitas ini bukan sekadar kebetulan, melainkan sebuah jawaban atas tantangan zaman. Di era kecerdasan buatan, big data, dan disrupsi global, ia menekankan bahwa yang dibutuhkan bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi juga kematangan emosional dan kekuatan spiritual.“Tanpa karakter, kecerdasan bisa menyesatkan. Tanpa nilai, kekuatan bisa menghancurkan,” ujar Ary dalam pesannya di acara 2nd Dies Natalis UAG & 1st UAG International Symposium on Multidisciplinary Studies, di Auditorium UAG, Jakarta, Selasa, 21 April 2026.Dia juga mengajak seluruh sivitas akademika untuk memandang pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan transfer manusia demi melahirkan generasi yang tidak hanya sukses, tetapi juga bermakna, dalam rangka menyongsong Indonesia Emas 2045."Di sinilah peran UAG University dan ESQ Business School. Menyatukan berbagai disiplin ilmu, menyelaraskan teknologi dengan kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ), serta memastikan setiap inovasi memberikan dampak nyata bagi kemanusiaan.Karena pada akhirnya, kemajuan bukan hanya tentang seberapa canggih teknologi yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang mampu kita hadirkan untuk kehidupan," papar Ary.<more>Sementara itu, Rektor UAG University, Dyah Utami Aryanti dalam sambutannya menyoroti pentingnya lingkungan akademik yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan serta perundungan. Ia menegaskan komitmen universitas untuk membangun ekosistem belajar yang mendukung setiap mahasiswa tumbuh secara optimal.“Mahasiswa kami sering menyebutkan bahwa mereka merasa aman, diberdayakan, dan didukung di kampus ini,” ungkap Intan.Bertepatan pula dengan Hari Kartini, Intan juga menyampaikan pesan bahwa menjadi perempuan bukanlah sebuah batasan, melainkan sebuah kekuatan.Dalam rangka merayakan Dies Natalis ini, hadir sebuah kolaborasi keilmuan yang menggambarkan arah masa depan. UAG University menyelenggarakan simposium perdana, yang menghadirkan pembicara internasional di antaranya Dr. Wan Nurul Izza Wan Husin beserta rombongan mahasiswa dan dosen dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI), Malaysia serta Dr. Adryan Fitra Azyus seorang Entrepreneur dan AI Researcher.Simposium ini menjadi wadah dialog lintas disiplin ilmu dan lintas bangsa, dengan keyakinan bahwa masa depan akan ditentukan bukan semata oleh teknologi, melainkan oleh kemampuan manusia untuk memahami, mengelola, dan berkolaborasi dengan teknologi secara bijak dan bermartabat. Dr. Adryan Fitra Azyus menghadirkan perspektif IT dan AI, sementara Dr. Wan Nurul Izza Wan Husin membawa kedalaman psikologi. Dari sini kita belajar satu hal yang jelas: dunia hari ini membutuhkan integrasi, bukan sekadar spesialisasi.

5 hari yang lalu

OPINI

 

Pelanggaran Moral Marak Terjadi di Kampus, Ini Penyebabnya Menurut Ary Ginanjar Agustian

ESQNews.id, JAKARTA - Dunia pendidikan Indonesia tengah diguncang oleh rentetan kasus pelanggaran moral atau pelecehan seksual di berbagai perguruan tinggi ternama. Fenomena ini bukan sekadar insiden biasa, melainkan alarm keras akan krisis moral yang mengancam integritas lingkungan akademik.Motivator dan penulis buku ESQ, Ary Ginanjar Agustian, menyebut situasi ini sebagai hal yang “memprihatinkan dan menyedihkan.” Ia menyoroti bahwa ketergantungan pada kecerdasan intelektual (IQ) semata telah menjadi kesalahan fatal dalam sistem pendidikan Indonesia.“Memprihatinkan dan menyedihkan. Sebenarnya 25 tahun yang lalu hal ini sudah saya tuliskan dan saya jelaskan dalam buku ESQ. Bahwa kecerdasan intelektual itu tidak cukup untuk membangun sumber daya manusia. Dia hanya berperan 10 hingga 20 persen,” ujar Ary dalam unggahan instagram pribadinya dikutip Sabtu (18/4).Menurutnya, manusia membutuhkan kecerdasan emosional (EQ) untuk memahami batasan, dan kecerdasan spiritual (SQ) sebagai penuntun nurani. Tanpa dua elemen tersebut, kampus hanya akan mencetak “orang buta yang punya pedang.”“Kita bayangkan mereka masih mahasiswa. Kalau nanti mereka jadi pemimpin betapa berbahayanya apabila mereka punya IQ tanpa EQ dan SQ. Manusia tanpa EQ dan SQ ibarat orang buta yang punya pedang. Sangat berbahaya,” tegasnya.Deretan Gelombang Kasus Pelecehan Seksual di KampusPernyataan Ary Ginanjar seolah menjadi refleksi atas berbagai laporan kasus kekerasan dan pelecehan seksual yang mencuat di berbagai universitas sepanjang April 2026. https://www.instagram.com/reel/DXLPzx6ku7j/?igsh=aGNhM21jZHYzeXU4

2026-04-18 14:39:00

NEWS

 

Universitas Ary Ginanjar Gelar Public Speaking Experience untuk Tingkatkan Kepercayaan Diri Generasi Muda

ESQNews.id, JAKARTA – Universitas Ary Ginanjar (UAG) University kembali menghadirkan program pengembangan diri melalui kegiatan bertajuk Public Speaking Experience yang akan diselenggarakan pada 4 April 2026 di Studio LT 23, UAG University.Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen UAG University dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan komunikasi yang kuat dan percaya diri di ruang publik.Kepala Program Studi Ilmu Komunikasi Setiyo Hayati mengatakan keberhasilan setiap orang ditentukan dari niat dan mau.Menurutnya tiada ada orang yang terlahir karena terlatih tapi yang ada orang yang mau berlatih, ujarnya.“Iya menyebut menurut Pumble, 2024 Komunikasi lebih di utamakan daripada skill teknis oleh 70% perusahaan global, sehingga untuk menekan presentasi pengangguran lulusan sarjana sebesar 5,3 %, lulusan Sekolah Menegah Atas sebesar 6,3 % dan Sekolah Menegah Kejurusan sebesar 8,0%, tambahnya.”Sehingga dalam kegiatan ini, peserta akan mendapatkan pengalaman langsung melalui berbagai sesi interaktif, mulai dari public speaking simulation, case study and discussion, hingga career insight di bidang komunikasi. Program ini dirancang untuk memberikan pemahaman praktis sekaligus membangun mental percaya diri dalam berbicara di depan umum.Sejalan dengan upaya pengembangan talenta yang selama ini digaungkan UAG University, pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dinilai efektif dalam membentuk karakter dan keterampilan komunikasi generasi muda. Sebelumnya, UAG University juga aktif dalam berbagai kolaborasi strategis untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga langsung mempraktikkan kemampuan berbicara secara aplikatif. Selain itu, peserta juga akan mendapatkan berbagai manfaat, seperti free test minat bakat menggunakan Talent DNA serta sertifikat resmi sebagai bentuk apresiasi partisipasi.Pihak penyelenggara menegaskan bahwa kegiatan ini terbuka bagi mahasiswa maupun pelajar yang ingin mengembangkan potensi diri di bidang komunikasi. Dengan kuota yang terbatas, peserta diimbau untuk segera mendaftarkan diri.Kegiatan Public Speaking Experience diharapkan dapat menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengeksplorasi potensi komunikasi mereka sekaligus membuka wawasan terhadap peluang karier di bidang komunikasi yang semakin relevan di era digital saat ini. 

2026-04-15 22:07:00

NEWS

 

BKPSDM Mukomuko Jajaki Sinergitas Pelatihan Karakter dengan ESQ

ESQNews.id, JAKARTA - Pemerintah Kabupaten Mukomuko melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) terus berkomitmen menciptakan aparatur yang profesional dan berintegritas. Seperti dikutip dari laman mukomukokab.go.id, terbaru, BKPSDM tengah menjajaki kerja sama strategis dengan lembaga pelatihan kepemimpinan nasional, ESQ, guna memperkuat karakter Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Mukomuko.​Langkah ini merupakan implementasi dari visi Bupati Mukomuko yang menekankan pentingnya pembangunan karakter (character building) bagi seluruh pejabat dan pegawai. Hal ini bertujuan agar birokrasi tidak hanya cerdas secara teknis, tetapi juga memiliki mentalitas melayani yang kuat.Menurut ​Kepala BKPSDM Kabupaten Mukomuko Winarno, M.Pd., penguatan aspek kepribadian, emosional, dan spiritual menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan birokrasi modern.​"ASN kita secara intelektual sudah mumpuni. Namun, kita ingin mencetak ASN yang juga memiliki kematangan emosi dan spiritual. Dengan metode ESQ yang dipimpin Prof. Dr. (H.C.) Ary Ginanjar Agustian, kita ingin memberikan fondasi religiusitas dalam bekerja," ujar Winarno, Sabtu (11/4/2026).Lebih lanjut Winarno menekankan bahwa di era digitalisasi saat ini, kecerdasan intelektual (IQ) bukan satu-satunya penentu keberhasilan. Mengutip riset dari Stanford Research Center, ia menjelaskan bahwa 85 persen kesuksesan ditentukan oleh karakter, sementara faktor IQ hanya berkontribusi sebesar 15 persen.​"Digitalisasi sistem seperti absensi dan pelaporan berbasis aplikasi hanyalah alat. Tanpa kepribadian yang jujur dan disiplin, sistem tersebut tidak akan maksimal. Kami lebih menghargai staf yang berintegritas dan bertanggung jawab meski secara intelektual rata-rata, daripada cerdas namun tidak berintegritas," tegas Winarno, melansir dari media massa.Sedangkan rencananya, pelatihan intensif selama dua hingga tiga hari ini akan menyasar pejabat Eselon II, III, dan IV. Para pejabat tersebut diharapkan menjadi motor penggerak organisasi sekaligus menjadi teladan (role model) bagi staf di instansi masing-masing.​Hal ini sejalan dengan filosofi kepemimpinan yang sering disampaikan Bupati Mukomuko bahwa satu sendok keteladanan jauh lebih berharga daripada sekolam kata-kata.​BKPSDM Mukomuko saat ini tengah merancang skema pelaksanaan dan menargetkan program ini dapat terealisasi pada tahun anggaran berjalan atau paling lambat tahun mendatang.Melalui inovasi ini, Pemkab Mukomuko optimis dapat melahirkan pemimpin-pemimpin yang visioner, inovatif, dan mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. 

2026-04-15 14:57:00

NEWS

 

ESQ Tours Gelar Manasik Haji Akbar 2026

ESQNews.id, JAKARTA - ESQ Tours telah menyelesaikan seluruh rangkaian persiapan bagi 817 jemaah haji khusus sebelum bertolak ke Tanah Suci.Puncak persiapan ditandai dengan simulasi manasik haji akbar yang digelar pada 12 April 2026, yang melibatkan praktik teknis mulai dari prosesi di Arafah hingga lempar jumrah.Simulasi ini dirancang untuk memberikan gambaran nyata mengenai kondisi di lapangan, termasuk penanganan situasi darurat. Sebanyak ratusan jemaah mengikuti simulasi tawaf, sa’i dari Bukit Safa ke Bukit Marwah, wukuf di Arafah, hingga mabit.Direktur Sales dan Operasional ESQ Tours, Muhamad Solihin, menjelaskan bahwa simulasi ini tidak hanya melatih tata cara ibadah, tetapi juga prosedur keselamatan bagi jemaah dengan kondisi khusus. "Kami mensimulasikan berbagai keadaan, termasuk penanganan jika ada jemaah yang jatuh atau memerlukan kursi roda. Fokus utama kami adalah jemaah lansia dan risiko tinggi agar mereka tetap dapat melaksanakan tawaf serta sa’i dengan sempurna," ujar Muhamad Solihin.Pesan Spiritual: Haji Sebagai Manasik KehidupanSelain aspek fisik, jemaah juga dibekali pemaknaan spiritual yang mendalam. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), K.H. Cholil Nafis, yang hadir dalam acara tersebut, mengingatkan jemaah untuk melepas segala atribut duniawi saat mengenakan kain ihram."Inti dari perhajian adalah Al Haju Bi Arafah, di mana kita mengenal Allah SWT. Dalam pakaian ihram, tidak ada lagi kekuatan atau kemampuan kita; kita bersandar sepenuhnya kepada Allah," tegas K.H. Cholil Nafis, melansir dari media massa.Senada dengan hal tersebut, Trainer ESQ Tours, Iman Herdimansyah, menyebut manasik haji sebagai "manasik kehidupan". Menurutnya, kesempurnaan haji bertujuan untuk menyempurnakan kualitas hidup manusia secara keseluruhan setelah kembali ke tanah air.Guna menjangkau jemaah dari berbagai penjuru Indonesia, ESQ Tours menerapkan metode bimbingan secara online dan offline. Fleksibilitas ini mendapat apresiasi dari para jemaah, termasuk mereka yang berasal dari wilayah jauh."Saya mendapatkan pendidikan yang bagus melalui Zoom, soft copy, hingga pertemuan fisik. Semuanya bisa diakses dengan mudah, sehingga kami tahu apa yang harus dipersiapkan," ungkap Rahman, calon jemaah haji asal Papua.Dengan pembekalan yang matang ini, ESQ Tours berharap 817 jemaah yang diberangkatkan dapat menjalani seluruh rangkaian ibadah haji dengan lancar dan meraih predikat haji mabrur.

2026-04-15 14:51:00

IN PICTURES