Senin, H / 10 Agustus 2026

HOT TOPICS

#AI

#IQ

#EQ

#BI

#SQ

#AS

#HK

#MA

#3M

#UI

#NU

#MK

#BK

#GM

#RS

#IT

#MU

#QX

#bi

#SD

#

#MC

#S1

#DO

#qx

#Ti

#CC

#Pa

#DJ

#as

#UN

#PS

#BU

#LG

#HC

#US

#\

#HP

#Hu

#8

#3A

#5P

#KB

#Em

#Al

#5G

#K3

#Ke

#TJ

#Wo

#01

#02

#FK

#VW

#U

# M

# P

#RT

#PK

#UU

#WA

#VR

# t

TERKINI

NEWS

 

Prof. Ary Ginanjar Agustian Kukuhkan Pengurus Inspire 165 Periode 2026–2028

Menguatkan Hati, Meneguhkan Diri, Menggerakkan PerubahanESQNews.id, JAKARTA — Inspire 165 resmi memasuki fase kepengurusan baru melalui Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Inspire 165 Periode 2026–2028 yang diselenggarakan di Menara 165, Jakarta, Ahad (26/7/2026).Prosesi pelantikan dan pengukuhan pengurus dilakukan oleh Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, sebagai momentum dimulainya amanah dan tanggung jawab kepengurusan Inspire 165 untuk periode 2026–2028.Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid tersebut dihadiri oleh jajaran Dewan Pembina antara lain Coach Uwie, Coach Bram, Coach Arief, Coach Huda, dan Coach Rendy, serta Dewan Penasihat antara lain Coach Desi dan Coach Yuyun. Turut hadir pula para coach dari ESQ Malaysia, jajaran pengurus lama dan pengurus baru Inspire 165, serta keluarga besar ESQ Corporation.Peluncuran Website Resmi Inspire 165Dalam kesempatan yang sama, kegiatan pelantikan dan pengukuhan ini juga menjadi momentum peluncuran website resmi Inspire 165, yang diperkenalkan oleh Coach Fatwa selaku Sekretaris Jenderal 1 Inspire 165.Website resmi tersebut dapat diakses melalui Inspire165.org dan dihadirkan sebagai salah satu sarana komunikasi serta informasi digital Inspire 165 untuk memperluas akses masyarakat terhadap informasi mengenai organisasi, program, kegiatan, dan berbagai bentuk kebermanfaatan yang dihadirkan Inspire 165.Kehadiran website resmi ini diharapkan dapat memperkuat transformasi digital Inspire 165 sekaligus menjadi kanal yang semakin terbuka bagi anggota, alumni ESQ 165, mitra, dan masyarakat luas untuk mengenal, terhubung, serta berkolaborasi bersama Inspire 165.Mengusung tema "Menguatkan Hati, Meneguhkan Diri, Menggerakkan Perubahan" dengan tagline "Bernurani, Tangguh, Cerdas", pelantikan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen Inspire 165 dalam membangun komunitas yang berorientasi pada pengembangan karakter, kepemimpinan, kolaborasi, pembelajaran, dan kebermanfaatan.Menguatkan Hati sebagai Fondasi KepemimpinanTema “Menguatkan Hati, Meneguhkan Diri, Menggerakkan Perubahan” merefleksikan perjalanan yang perlu ditempuh setiap insan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.Menguatkan hati merupakan fondasi utama. Kepemimpinan tidak semata-mata membutuhkan kompetensi dan kemampuan mengelola organisasi, tetapi juga membutuhkan hati yang memiliki integritas, kepedulian, ketulusan, serta berpegang teguh pada nilai-nilai kebaikan.Hati yang kuat akan menjadi sumber lahirnya keputusan dan tindakan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian, tetapi juga mempertimbangkan nilai, etika, dan kebermanfaatan.Selanjutnya, meneguhkan diri merupakan proses membangun karakter dan ketangguhan pribadi. Para pengurus Inspire 165 diharapkan mampu menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, konsisten terhadap nilai yang diyakini, serta memiliki ketangguhan dalam menghadapi dinamika dan tantangan organisasi.Dari hati yang kuat dan pribadi yang teguh, selanjutnya lahir keberanian untuk menggerakkan perubahan.Perubahan yang dimaksud tidak hanya terbatas pada perubahan di dalam organisasi, tetapi juga perubahan positif yang dapat memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat, umat, bangsa, dan lingkungan.Pesan Presiden Inspire 165: Menjadikan Organisasi sebagai Jalan KebermanfaatanDalam sambutannya, Presiden Inspire 165, Coach Ani Noor, mengawali acara dengan doa dan harapan agar setiap langkah yang dijalankan senantiasa mendapatkan bimbingan Allah SWT, persaudaraan tetap terjaga, dan seluruh amanah yang diemban dilandasi niat yang baik.Coach Ani Noor menyampaikan harapan agar Inspire 165 dapat menjadi wadah untuk memberikan manfaat bagi banyak orang, sekaligus menjadi ruang bagi para anggotanya untuk bertumbuh, berkontribusi, dan menghadirkan kebaikan yang lebih luas.Dalam kesempatan tersebut, Coach Ani Noor juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para pengurus periode sebelumnya atas dedikasi dan kontribusi yang telah diberikan. Apresiasi disampaikan kepada Coach Ramdani dan Coach Wiwit, serta seluruh pengurus lama yang telah menjalankan amanah dan meletakkan fondasi bagi keberlanjutan Inspire 165.Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada keluarga besar ESQ Corporation, para coach, Ksatria ESQ, serta ESQ Malaysia yang terus memberikan dukungan bagi Inspire 165.Menurut Coach Ani Noor, dukungan tersebut memiliki arti yang sangat besar, bukan hanya bagi keberlangsungan dan perkembangan Inspire 165, tetapi juga secara pribadi dalam menjalankan amanah kepemimpinan.Semangat tersebut menjadi pijakan penting bagi kepengurusan baru untuk melanjutkan estafet perjuangan dengan menjaga persaudaraan, memperkuat kolaborasi, serta memastikan setiap langkah organisasi bermuara pada kebermanfaatan.Kepengurusan periode 2026–2028 diharapkan mampu membawa Inspire 165 menjadi komunitas yang semakin solid, adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan zaman.Para pengurus memiliki tanggung jawab untuk tidak sekadar menyusun dan menjalankan program kerja, tetapi juga membangun ekosistem yang mendorong setiap anggota untuk bertumbuh secara personal, memperkuat karakter, mengembangkan potensi, serta memberikan kontribusi nyata.Dengan demikian, Inspire 165 diharapkan tidak hanya hadir sebagai sebuah organisasi, melainkan berkembang sebagai gerakan yang melahirkan pribadi-pribadi inspiratif dan menghadirkan kebermanfaatan yang lebih luas.Pelantikan pengurus menjadi titik awal untuk menerjemahkan semangat tersebut ke dalam kerja nyata melalui penguatan sinergi, peningkatan kualitas program, pengembangan kapasitas anggota, serta perluasan kolaborasi dengan berbagai pihak.Berlandaskan semangat “Bernurani, Tangguh, Cerdas”, Inspire 165 siap melangkah bersama untuk membangun komunitas yang semakin kuat, menghadirkan kepemimpinan yang berintegritas, serta memberikan kontribusi positif bagi umat, bangsa, dan organisasi.Tentang Inspire 165Inspire 165 merupakan organisasi di bawah Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ 165 sebagai wadah komunitas yang mendorong pengembangan diri, karakter, kepemimpinan, pembelajaran, dan kebermanfaatan dengan semangat nilai-nilai ESQ 165.Inspire 165 berkomitmen membangun individu yang memiliki keseimbangan antara nilai spiritual, karakter, kecerdasan, dan ketangguhan, sehingga mampu menjadi pribadi yang tidak hanya berkembang untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menginspirasi dan memberikan manfaat bagi orang lain, organisasi, umat, dan bangsa.Media Contact:Inspire 165Menara 165, JakartaInstagram: @inspire_165

6 hari yang lalu

NEWS

 

Kota Bekasi Bakal Disulap Jadi 'Lumbung Talenta Nasional', Anak Disabilitas dan Gen-Z Siap Digembleng Teknologi Canggih ESQ!

ESQNews.id, BEKASI — Sebuah langkah revolusioner dalam dunia pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) resmi dimulai di Kota Bekasi. Pemerintah Kota Bekasi menggelar pertemuan strategis dengan pendiri ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian beserta jajaran pimpinan seperti Dr. dr. Kusnanto Saidi, MARS dan Dr. Jhonny. Pertemuan penting ini menyepakati agenda besar untuk mengubah wajah Kota Bekasi menjadi "Lumbung Talenta Nasional" berbasis teknologi pemetaan minat dan bakat canggih yang dikenal dengan nama TalentDNA - yang diinisiasi oleh Ary Ginanjar.Kolaborasi ini tidak hanya menyasar sektor pekerja formal, melainkan juga menyentuh akar rumput yang selama ini jarang terjamah secara optimal, mulai dari penyandang disabilitas, generasi muda di tingkat SMP melalui Program GENRE, hingga penyiapan ribuan UMKM dan tenaga kerja di kawasan industri raksasa Bekasi Raya.Salah satu poin paling mengejutkan sekaligus menyentuh dari hasil kesepakatan ini adalah ditempatkannya kelompok disabilitas sebagai showcase atau percontohan utama. ESQ bersama Pemkot Bekasi berkomitmen memulai pilot project pemetaan TalentDNA secara gratis di salah satu Sekolah Luar Biasa (SLB) Kota Bekasi. Program ini akan melibatkan langsung para siswa beserta guru pendampingnya. Pemkot Bekasi dan ESQ menegaskan bahwa pemetaan bakat ini bukan sekadar formalitas di atas kertas. Seluruh hasil pemetaan TalentDNA pada anak-anak disabilitas akan dianalisa secara komprehensif, di mana anak-anak yang memiliki bakat artikulatif akan diberikan pembekalan khusus seperti Public Speaking dan Bahasa Inggris. Aksi nyata ini nantinya akan langsung didemonstrasikan di hadapan Wali Kota Bekasi pada agenda puncak 29 Agustus 2026 mendatang, di mana para siswa disabilitas akan menunjukkan bakat terbaik mereka, seperti pembacaan puisi yang didampingi langsung oleh expertnya.Fokus kerja sama ini bertumpu pada tiga pilar utama. Pilar pertama adalah penyiapan "Bekasi Lumbung Talenta Nasional" melalui pemetaan karakter dan potensi pencari kerja, siswa SMP, hingga percontohan di sekolah disabilitas.Pilar kedua memuat pengembangan ESQ Halal Hub dan Program Penyelia Halal. Melalui TalentDNA, tim akan mengidentifikasi kandidat yang memiliki kemampuan analitis tinggi untuk dicetak sebagai Penyelia Halal dan Auditor Halal (khususnya memanfaatkan lulusan Ahli Gizi) guna melayani potensi besar di kawasan industri raksasa seperti MM2100 dan Jababeka. Pilar ketiga berfokus pada penguatan Gen-Z dan penyiapan bonus demografi sejak dini melalui sinergi dengan Dinas Pendidikan untuk jenjang SMP hingga SMA dan SMK.Guna memantapkan program ini, rangkaian langkah maraton telah disusun rapat. Langkah awal dimulai dari penyampaian Surat Audiensi II dan penyerahan draft MoU "Bekasi Lumbung Talenta Nasional" kepada Wali Kota Bekasi melalui fasilitasi Dr. Kus. Selanjutnya, tim ESQ langsung bergerak mengeksekusi piloting TalentDNA di sekolah disabilitas, menyusun proposal, serta menyiapkan skenario demonstrasi hasil pemetaan untuk dipaparkan terlebih dahulu kepada Wali Kota sebelum penghujung Agustus. Rangkaian kegiatan ini akan bermuara pada momen krusial tanggal 29 Agustus 2026. Pada tanggal tersebut, Ary Ginanjar dijadwalkan hadir secara khusus dan naik ke panggung utama untuk meresmikan penandatanganan MoU bersama Wali Kota Bekasi, sekaligus meluncurkan program ESQ Halal Hub secara resmi.Selain Kota Bekasi, program kolaborasi strategis ini juga dijajaki untuk diperluas ke wilayah Kabupaten Bekasi dengan dukungan Bupati setempat, serta menjajaki potensi kerja sama dengan SPPG. Melalui langkah komprehensif ini, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat melompat lebih jauh dalam penyiapan tenaga kerja yang presisi, inklusif, dan adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus memberikan nilai tambah nyata bagi peningkatan kualitas SDM masyarakat Kota Bekasi secara keseluruhan.

2026-07-31 19:56:00

NEWS

 

Tingkat Keberhasilan Donor Darah ESQ 165 Capai 73 Persen

ESQNews.id, JAKARTA — DPP Forum Komunikasi Alumni ESQ 165 menyelenggarakan kegiatan Donor Darah pada Selasa, 28 Juli 2026 bertempat di Ruang Cordoba, Menara 165, Jakarta. Kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.Sekjen DPP FKA ESQ, Gita A. Fadilla, menyampaikan bahwa meskipun jumlah pendaftar pada kegiatan kali ini lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, namun tingkat keberhasilan donor justru mengalami peningkatan.“Biasanya dari pendonor yang mendaftar, sekitar 50 persen tertolak karena berbagai kondisi, seperti tensi tinggi, minum obat dan sebagainya. Namun pada penyelenggaraan kali ini jumlah keberhasilan mencapai 73 persen, yaitu 50 dari 68 pendonor diterima,” ujar Gita.Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi DPP FKA ESQ 165 bersama Lembaga Kemanusiaan ESQ, Grha 165, Grha Event Organizer, Medina Catering, Inspire 165, PMI Tangsel, serta dukungan sponsor Yakult Cipete.Gita menambahkan, kegiatan Donor Darah selanjutnya akan kembali digelar pada bulan September 2026.Kebutuhan Darah Jakarta Masih TinggiDi sisi lain, kebutuhan darah di Kota Jakarta masih tergolong tinggi. Berdasarkan data PMI, kebutuhan darah di Jakarta mencapai lebih dari 1.200 kantong per hari untuk memenuhi permintaan rumah sakit. Stok darah terutama untuk golongan O dan A menjadi prioritas. Karena itu, kegiatan donor darah secara rutin sangat diperlukan untuk menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.

2026-07-31 12:28:00

NEWS

NEWS

 

Bahas Jakarta Jadi Kota Global Dunia, Wagub Rano Karno Sambut Inovasi AI Talent Management (TalentDNA) ESQ

ESQNews.id, JAKARTA – Ada pemandangan menarik sekaligus bersejarah di Balaikota DKI Jakarta pada Kamis (30/7/2026). Pendiri ESQ, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, menghadiri audiensi khusus bersama Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Rano Karno, S.IP. Momen silaturahmi ini tak sekadar ajang nostalgia sosok pemeran ikonik "Galih" dan "Si Doel", melainkan membahas agenda besar: menyulap birokrasi Jakarta menuju kemudi Top 50 Global Cities dunia.Pertemuan yang berlangsung hangat di Ruang Salak Condet, Blok G Lantai 5 Balaikota DKI Jakarta ini merupakan bentuk apresiasi ESQ terhadap komitmen Pemprov DKI Jakarta. Diskusi strategis ini turut dihadiri oleh jajaran lengkap pimpinan instansi dan dinas terkait di lingkungan Pemprov DKI Jakarta seperti perwakilan BKD, BPSDM, Biro Organisasi dan Reformasi Birokrasi, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Dinas PPKUKM, Biro Kerja Sama, dan lainnya.Nostalgia Ary Ginanjar: "Dari Galih ke Wagub, Misi Mulia Bang Doel Bikin Bangga"Dalam kesempatan tersebut, Ary Ginanjar membagikan keharuannya saat bertemu dengan Wagub yang akrab disapa Bang Doel itu. Ary mengenang perjalanan karier Rano Karno sejak membintangi film legendaris Gita Cinta dari SMA sewaktu dirinya masih berseragam putih-abu-abu, dilanjutkan dengan sinetron fenomenal Si Doel Anak Sekolahan."Saya tahu Beliau di film Gita Cinta dari SMA sebagai Galih sewaktu saya SMA. Lalu Si Doel Anak Sekolahan. Eh, sekarang jadi Wagub Pemprov DKI. Banyak hikmah dan ilmu yang saya dapat dari perjalanan Beliau tentang kepedulian dan cita-cita yang luar biasa. Terima kasih Pak Wagub, semoga visi mulianya menjadikan Jakarta tembus Top 20 Global City menjadi kenyataan. Aamiin," tutur Ary Ginanjar.Demonstrasi AI Talent Management & TalentDNA: Revolusi Birokrasi JakartaBukan sekadar pertemuan hangat, audiensi ini diisi dengan pembahasan strategis seputar penguatan integritas serta implementasi Manajemen Talenta berbasis TalentDNA dan kecerdasan artifisial (AI Talent Management). Sistem canggih ini dirancang untuk memetakan, mengintegrasikan data SDM, serta mengoptimalkan penempatan ASN secara akurat, objektif, dan transparan sesuai prinsip meritokrasi.Saat demonstrasi langsung teknologi AI Talent Management diperagakan di depan jajaran pejabat DKI, Wakil Gubernur Rano Karno menyambut antusias. Beliau menilai inovasi berbasis AI ini sangat relevan dan selaras dengan arah transformasi digital serta pengembangan SDM aparatur yang sedang diprioritaskan oleh Pemprov DKI Jakarta.Fondasi Kuat Menuju Kota Global DuniaSinergi antara integritas yang kokoh dan Manajemen Talenta berbasis AI diharapkan menjadi fondasi utama bagi Jakarta dalam melompati peringkat keberhasilan kota-kota besar dunia. Melalui penempatan talenta yang presisi dan objektif, produktivitas ASN DKI Jakarta dipastikan akan melonjak pesat, diiringi kualitas pelayanan publik yang kian adaptif, profesional, dan berdampak langsung bagi masyarakat.Langkah awal ini membuktikan komitmen bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan ESQ Corp untuk membawa Jakarta tidak hanya masuk dalam jajaran Top 50 Global Cities, tetapi juga menatap optimis target bersaing di jajaran Top 20 Global Cities di masa depan.

2026-07-31 09:10:00

NEWS

 

FDC Foundation Libatkan Guru dan Staf Ikuti Pelatihan ESQ untuk Perkuat Karakter

ESQNews.id, JAKARTA - FDC Foundation bersama FDC Dental Clinic mengikutsertakan guru serta pimpinan dan staf dalam pelatihan pengembangan karakter bertajuk "Spiritual Awakening: Proses Manusia Menemukan Makna dalam Setiap Kehidupannya" yang digelar pada 25–26 Juli 2026 di Menara 165, Jakarta.Program tersebut merupakan bagian dari komitmen FDC Foundation dalam mendukung penguatan karakter, kepemimpinan, serta kecerdasan emosional dan spiritual guru sebagai salah satu pilar penting dalam mencetak generasi Indonesia yang berkualitas.Dalam kegiatan itu, para peserta mengikuti pelatihan bersama sekitar 700 peserta dari berbagai profesi dan institusi. Selain guru, pimpinan dan staf FDC Dental Clinic juga berpartisipasi untuk memperkuat nilai kepemimpinan, integritas, kolaborasi, serta kecerdasan emosional dan spiritual yang dapat diterapkan dalam lingkungan kerja maupun kehidupan sehari-hari.Pelatihan menghadirkan pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, sebagai narasumber. Melalui berbagai materi, peserta diajak membangun kesadaran diri dengan menyeimbangkan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ) sebagai bekal menghadapi tantangan dalam kehidupan maupun dunia kerja.Founder & CEO FDC Dental Clinic sekaligus Founder FDC Foundation, Ita Lestari, mengatakan pengembangan kapasitas guru merupakan investasi sosial yang memberikan manfaat jangka panjang bagi dunia pendidikan."FDC percaya bahwa guru memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang sehat, berkarakter, dan percaya diri.Dukungan pelatihan ESQ ini merupakan bagian dari komitmen FDC untuk memperkuat kapasitas para guru, tidak hanya dalam membangun kecerdasan emosional dan spiritual, tetapi juga dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat kepada siswa," ujar Ita.Ia berharap para guru mampu menghadirkan proses pembelajaran yang positif dan menginspirasi."Kami berharap para guru dapat terus menghadirkan pembelajaran yang positif, menginspirasi, dan melahirkan lebih banyak senyum sehat bagi generasi masa depan," katanya, melansir dari media massa. Menurut Ita, peningkatan kapasitas guru tidak hanya berkaitan dengan kompetensi mengajar, tetapi juga pembentukan karakter dan nilai-nilai positif yang akan ditransformasikan kepada peserta didik.Guru dinilai memiliki peran strategis dalam membangun generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan kepedulian terhadap sesama.Ia menambahkan, melalui program tersebut FDC Foundation berharap para guru memperoleh pengalaman belajar yang dapat memperkuat kepemimpinan, meningkatkan ketangguhan dalam menghadapi tantangan pendidikan, serta memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah dan masyarakat."Nilai-nilai yang diperoleh selama pelatihan diharapkan menjadi bekal untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih humanis, inspiratif, dan berorientasi pada pembangunan karakter peserta didik. Dukungan terhadap peningkatan kapasitas guru menjadi salah satu komitmen berkelanjutan FDC Foundation dalam berkontribusi menciptakan generasi Indonesia yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing," pungkas Ita.

2026-07-30 21:21:00

LIFESTYLE

 

Kopi dan Teh Masih Mendominasi, Matcha Kian Premium

ESQNews.id, JAKARTA - Industri minuman berasa di Indonesia terus berkembang seiring semakin beragamnya pilihan yang hadir di tengah masyarakat. Minuman tidak lagi sekadar pelepas dahaga, tetapi juga menjadi bagian dari rutinitas harian, sarana bersosialisasi, hingga cara untuk beristirahat maupun mengisi energi. Untuk memahami perubahan tersebut, Jakpat mensurvei 1.238 responden di Indonesia mengenai kebiasaan mereka dalam mengonsumsi berbagai jenis minuman berasa.Kopi dan teh tetap jadi pilihan utama lintas generasiHasil survei menunjukkan bahwa kopi dan teh masih menjadi minuman favorit masyarakat Indonesia. Keduanya dikonsumsi oleh lebih dari 70% responden dari berbagai kelompok usia. Di sisi lain, Matcha lebih populer di kalangan generasi muda, dengan 34% Gen Z dan 32% Milenial mengonsumsinya dalam enam bulan terakhir, dibandingkan hanya 17% Gen X. Sedangkan generasi yang lebih tua memiliki preferensi yang lebih kuat terhadap kopi, teh, dan jamu. Temuan ini menunjukkan bahwa setiap generasi memiliki kombinasi preferensi antara minuman modern dan tradisional.Menurut Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat, temuan ini menunjukkan pentingnya memahami preferensi konsumen berdasarkan generasi. "Meskipun kopi dan teh digemari oleh berbagai generasi, perbedaan dalam preferensi minuman sekunder menunjukkan adanya segmen konsumen yang khas. Generasi muda cenderung mengadopsi tren minuman terkini, sementara konsumen dari generasi yang lebih tua tetap menyukai minuman yang sudah akrab dan bersifat tradisional. Temuan ini mengisyaratkan bahwa merek minuman yang sukses sebaiknya tidak menggunakan pendekatan yang seragam untuk semua kalangan, melainkan menyesuaikan inovasi produk dan strategi komunikasi mereka dengan preferensi unik setiap generasi."Cara mendapatkan minuman berbeda, tergantung kategorinyaTemuan Jakpat juga menunjukkan bahwa menunjukkan setiap kategori minuman memiliki pola pembelian yang berbeda. Kopi dan teh paling sering dibuat sendiri di rumah, menunjukkan bahwa keduanya telah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat. Sedangkan susu lebih banyak diperoleh melalui pembelian di supermarket.Untuk minuman lain, pola konsumsi juga mencerminkan karakter masing-masing kategori. Jamu paling sering dibeli dari pedagang kaki lima atau penjual tradisional, sementara soda identik dengan pembelian di supermarket. Berbeda dengan keduanya, matcha lebih banyak diperoleh dari kafe serta memiliki tingkat pemesanan melalui layanan pesan antar yang relatif tinggi, memperkuat posisinya sebagai minuman lifestyle.Septiana menjelaskan bahwa perbedaan tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh jenis minumannya, tetapi juga oleh konteks konsumsi yang diharapkan konsumen. "Konsumen mencari kenyamanan, kepercayaan, dan pengalaman konsumsi yang tepat, bukan sekadar produk minumannya saja. Hal ini menjelaskan mengapa jamu umumnya dibeli dari pedagang kaki lima, soda sangat identik dengan supermarket, dan matcha lebih banyak dinikmati di kafe."Mayoritas konsumen menghabiskan kurang dari Rp25.000 untuk satu minumanDari sisi pengeluaran, sebagian besar responden mengaku menghabiskan kurang dari Rp25.000 untuk satu porsi minuman. Hal ini menunjukkan bahwa keterjangkauan harga masih menjadi pertimbangan utama dalam memilih minuman.Teh menjadi kategori yang paling ekonomis dengan mayoritas konsumen mengeluarkan kurang dari Rp10.000 per sajian. Soda dan jamu juga masih identik dengan kisaran harga yang terjangkau. Sementara itu, kopi memiliki rentang pengeluaran yang lebih beragam meski sebagian besar konsumennya tetap membelanjakan kurang dari Rp25.000.Matcha jadi minuman premium yang rela dibayar lebih mahalDi tengah dominasi minuman dengan harga terjangkau, matcha tampil sebagai pengecualian. Banyak konsumen bersedia mengeluarkan Rp25.000 hingga Rp50.000 untuk satu gelas matcha, menjadikannya satu-satunya kategori dengan pola pengeluaran kelas menengah yang cukup kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen tidak hanya membeli minuman, tetapi juga nilai dan pengalaman yang melekat pada suatu kategori.Menurut Septiana Widi Sugiastuti, Research Lead Jakpat, harga tidak hanya menjadi pertimbangan pembelian, tetapi juga membentuk persepsi konsumen terhadap suatu kategori minuman. "Temuan ini menunjukkan bahwa harga berfungsi sebagai penanda posisi kategori, bukan sekadar pertimbangan dalam pembelian. Matcha telah berhasil membangun citra premium sehingga konsumen bersedia membayar harga lebih tinggi, sedangkan soda dan jamu tetap lekat dengan kesan harga yang terjangkau. Hal ini menegaskan bahwa keberhasilan suatu kategori tidak terlalu bergantung pada persaingan harga, melainkan lebih pada penciptaan nilai yang dirasakan konsumen melalui penentuan posisi yang jelas, pengalaman produk, dan diferensiasi merek."Ingin memahami lebih dalam tentang minuman berasa di Indonesia? Unduh laporan lengkap “Indonesian Beverage Consumption” melalui tautan berikut:  https://insight.jakpat.net/indonesia-beverage-consumption/ Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:Ainu Rakhma FatkhiaMarketing Communication [email protected] www.jakpat.netwww.insight.jakpat.netInstagram @jakpatapphttps://id.linkedin.com/company/jajak-pendapat-jakpat

2026-07-22 08:04:00

LIFESTYLE

 

Live Shopping vs Affiliate Link: Mana yang Lebih Memikat Konsumen?

ESQNews.id, JAKARTA - Live shopping telah menjangkau hampir seluruh lapisan masyarakat, sementara tautan afiliasi (affiliate link) kini telah menjadi bagian yang lumrah dalam proses belanja online. Keduanya merupakan pilar utama dalam perdagangan digital (e-commerce) modern, namun cara kerjanya sama sekali berbeda.Jakpat mengadakan survei untuk mengetahui tren live shopping dan tautan afiliasi saat ini. Laporan ini disusun berdasarkan tanggapan dari 1.714 partisipan yang berbelanja secara online di seluruh Indonesia. Daya Pikat Live Shopping: Berburu Diskon hingga Cek Kondisi ProdukLive shopping telah menjadi kebiasaan yang lumrah di masyarakat, di mana sebagian besar konsumen rutin menonton sesi tersebut (92%). Tingkat keterlibatan (engagement) yang tinggi ini mendorong tindakan nyata secara instan, terbukti dengan lebih dari separuh responden yang telah melakukan pembelian dalam enam bulan terakhir.Dari segi demografi, perempuan menjadi kelompok yang paling banyak melakukan pembelian di live shopping (62%). Sementara, Milenial (59%) dan Gen X (58%) lebih suka menonton sesi tersebut dibanding Gen Z (51%). "Meski tingkat keterlibatannya tinggi di semua generasi, alasan konsumen mengikuti live shopping tidak selalu sama. Sebagian mencari penawaran menarik, sementara yang lain memanfaatkannya untuk memperoleh informasi yang lebih lengkap sebelum membeli. Hal ini menunjukkan bahwa live shopping mampu menjawab kebutuhan konsumen yang beragam dalam satu pengalaman belanja yang sama," ucap Lead Researcher Jakpat, Farida Hasna.   Promo dan diskon menjadi alasan terbesar responden belanja lewat live shopping (71%). Pertimbangan lain adalah harga yang lebih murah (66%) dan bisa bertanya langsung kepada penjual (65%). Gen Z cenderung lebih memikirkan review produk, tip, atau perbandingan dibandingkan generasi-generasi sebelumnya. Shopee Live mendominasi pasar live shopping dengan popularitas yang seimbang di antara kedua gender (pria dan wanita) di mana 3 dari 4 memakai platform tersebut. TikTokLive Shopping menempati posisi kedua (56%), dengan dominasi pembeli wanita. Affiliate Link: Ramai Diklik, Belum Tentu DibeliTautan afiliasi (affiliate link) sangat efektif untuk mendatangkan lalu lintas (traffic), terbukti dengan 83% konsumen yang pernah membukanya. Namun, mengubah rasa penasaran tersebut menjadi penjualan merupakan tantangan tersendiri, karena kurang dari 40% konsumen yang melakukan pembelian dalam waktu setengah tahun terakhir.“Affiliate link membuka peluang bagi brand untuk menjangkau konsumen di berbagai kelompok. Namun, respons terhadap dorongan tersebut dapat berbeda tergantung pada kondisi dan kebutuhan masing-masing konsumen.Karena itu, memahami karakteristik setiap segmen menjadi penting agar strategi affiliate tidak hanya mampu mendatangkan traffic, tetapi juga mendorong keputusan pembelian,” papar Hasna.         Pembelian melalui tautan afiliasi terbilang sangat konsisten di berbagai gender dan generasi, dengan tingkat konversi sekitar 40%. Di sisi lain, tingkat pendapatan menjadi faktor pembeda yang utama, di mana angka pembelian menurun drastis di kalangan konsumen berpendapatan rendah.E-commerce mendominasi total traffic tautan afiliasi dengan tingkat adopsi mencapai 95% di semua demografi. Di posisi kedua, dengan selisih drastis, ada quick-commerce dengan persentase 15%, yang lebih memikat kaum pria dan Milenial. Sementara, WhatsApp Business di posisi ketiga, dengan basis terkuat di kalangan Gen X.Mau tahu informasi perilaku konsumen lainnya terkait live shopping dan affiliate link lebih detail? Dapatkan hasilnya dalam laporan Jakpat “Live Shopping & Affiliate Links: Demographic Insights” pada tautan berikut: https://insight.jakpat.net/live-shopping-affiliate-links-demographic-insights/

2026-07-22 07:46:00

LIFESTYLE

 

Menempuh Rute Panjang, Ini Pola Berkendara dan Istirahat Pemudik

ESQNews.id, JAKARTA - Mudik Lebaran 2026 kembali menggerakkan jutaan masyarakat secara serentak ke kampung halaman. Padatnya arus lalu lintas membuat aktivitas berhenti sejenak untuk melepas lelah menjadi kebutuhan utama sepanjang perjalanan. Jakpat melakukan riset untuk mengetahui tren mudik Lebaran 2026 jalur darat dari barat ke timur. Laporan yang melibatkan 500 responden ini hadir untuk memotret tren pergerakan dan kebiasaan istirahat para pemudik.  Profil Perjalanan Pemudik dari Moda hingga TujuanTujuh dari 10 responden mengaku mudik dengan mobil pribadi. Transportasi darat lain yang digunakan adalah bus (21%) dan mobil travel (7%). Terkait rute, lebih dari setengah mengaku melewati Tol Trans Jawa secara penuh (56%). Sementara, 44% melewati jalur kombinasi tol dan non-tol. Durasi perjalanan mudik bervariasi dengan rerata 10 jam. Sebanyak 27% responden menempuh perjalanan selama 3-5 jam. Satu dari 4 pemudik menempuh perjalanan 9-12 jam. Sejumlah 46% responden mengaku berhenti 2-3 kali selama perjalanan mudik Lebaran 2026, menunjukkan kecenderungan untuk mengambil jeda secara berkala.Jawa Tengah Utara menjadi tujuan mudik paling banyak dengan perolehan 19%. Wilayah destinasi mudik terbanyak lainnya adalah Jawa Tengah Solo Raya (18%) dan DI Yogyakarta (14%).  Kebutuhan Pemudik Selama Berhenti di Jalur PerjalananBeragam aktivitas dilakukan saat perjalanan mudik. Semua responden mengaku singgah ke tempat istirahat (rest area). Kemudian, mayoritas juga mampir membeli makanan atau minuman (78%) serta beribadah di tempat ibadah (76%). Selain itu, ada juga yang mendengarkan musik/radio (76%) dan mengakses media sosial (73%). Secara umum, keputusan pemudik dalam memilih tempat berhenti sangat didominasi oleh faktor ketersediaan fasilitas dasar dan aspek kebersihan. Toilet yang memadai menjadi pertimbangan paling utama (74%), diikuti oleh keberadaan musala (72%) dan kebersihan fasilitas (65%).Data itu sejalan dengan temuan Jakpat dimana mayoritas pemudik memanfaatkan rest area untuk memenuhi kebutuhan dasar fisik dan kendaraan mereka selama perjalanan. Fasilitas sanitasi dan ibadah menjadi yang paling banyak dikunjungi, dengan toilet umum menempati posisi teratas (81%), disusul musala (76%). Fasilitas lain yang juga banyak dikunjungi adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan tempat makan (restoran, kafe, dll.) dengan persentase masing-masing 69%. "Mayoritas pemudik saat ini menempuh perjalanan berjam-jam bersama keluarga menggunakan kendaraan pribadi. Karena perjalanan berlangsung cukup panjang, titik singgah memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung kenyamanan selama perjalanan. Hal ini tercermin dari tingginya ekspektasi pemudik terhadap fasilitas yang mampu memenuhi kebutuhan esensial, baik secara fisik maupun spiritual, seperti toilet yang bersih, area istirahat yang nyaman, serta tempat ibadah yang memadai," ucap Lead ResearcherJakpat, Farida Hasna.

2026-07-22 07:11:00

NEWS

 

Kemenkop Cetak 30 Ribu Manajer Koperasi Desa Jenius: Latih Soft Skills Berbasis AI Melalui TalentDNA!

ESQNews.id, CIMAHI — Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai langkah megah dalam menata ulang urat nadi ekonomi kerakyatan Indonesia. Melalui Program Prioritas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kini digembleng untuk menjadi manajer koperasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif.Acara Pembukaan Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Manajer KDKMP ini dipusatkan di Gedung Sudirman, Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Langkah ini menjadi krusial demi memperkuat kepercayaan publik bahwa pengelolaan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa dilaksanakan secara komprehensif, berbasis fondasi manajerial yang kokoh dan berkelanjutan.Namun, ada satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan program birokrasi pada umumnya. Pemerintah secara khusus menggandeng Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, untuk melakukan profiling talenta secara akurat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu TalentDNA.Inovasi AI TalentDNA: Memastikan 'The Right Man on the Right Place'Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa para calon manajer tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis seperti manajemen keuangan dan tata kelola koperasi.Kemenkop menaruh perhatian besar pada aspek soft skills termasuk kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang kuat guna menghadapi masyarakat, kepala desa, serta pengurus koperasi di lapangan."Hari ini kami dibantu oleh Pak Ary Ginanjar yang menyajikan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan TalentDNA. Melalui metode ini, para peserta diprofiling secara tepat sehingga mereka tahu kemampuan personal mereka, apa kelemahan yang harus ditutupi, dan kekuatan apa yang harus ditingkatkan," ujar Menkop Ferry Juliantono di Pusdik Armed Cimahi.Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjabarkan bahwa potret nasional peserta SPPI menunjukkan mayoritas memiliki talenta berorientasi hasil, disiplin, adaptif, dan mampu mengembangkan bisnis. Namun, ia menyebut TalentDNA berperan penting mendeteksi area komunikasi yang perlu diperkuat selama 13 hari pelatihan intensif (17-31 Juli 2026)."TalentDNA ini menjadi barometer the right man on the right place. Kami berharap 29 ribu peserta lainnya di seluruh Indonesia segera mengisi TalentDNA mereka agar kita bisa mendapat feedback yang tepat guna mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045," tutur Destry.Kolaborasi Fisik, Mental, dan Manajemen TalentaAry Ginanjar Agustian memaparkan bahwa para manajer KDKMP ini pada dasarnya adalah individu-individu cerdas dan jenius. Kolaborasi program ini terbilang istimewa karena menggabungkan tiga pilar utama keberhasilan: mental state dari TNI, misi besar Kemenkop, dan manajemen talenta berbasis AI."Pattern atau pola setiap orang itu berbeda. Melalui TalentDNA, kejeniusan mereka diangkat. Ketika mental state yang diajarkan TNI dikombinasikan dengan misi besar Pak Menteri dan pemetaan talenta yang pas, maka akan lahir fondasi masyarakat ekonomi desa yang sangat kuat," kata Ary Ginanjar.ESQ menghadirkan TalentDNA, sebuah teknologi pemetaan talenta (talent mapping) berbasis data akurat yang dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik unik seseorang melalui 45 talenta spesifik.Seluruh talenta tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi utama penggerak manusia, yaitu: Drive (motivasi internal), Network (pola interaksi sosial), dan Action (eksekusi kerja).Melalui pendekatan ilmiah berbasis data ini, TalentDNA membantu pengguna memahami bukan hanya aspek apa yang mereka lakukan, melainkan mengupas tuntas alasan mendasar (the "why") di balik cara mereka berpikir, mengambil keputusan, serta merespons situasi."Peta diri" digital ini memandu individu mengenali area kekuatan optimal (strength), mendeteksi tantangan pribadi yang tersembunyi (blind spot), dan merumuskan cetak biru (blueprint) pengembangan karier, akademik, maupun hubungan interpersonal secara presisi dan percaya diri.Disisi lain, Ary Ginanjar Agustian menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan."Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan," ucapnya.AI Coaching: Konseling Interaktif Bersama Mr. Zero AIFitur AI Coaching TalentDNA, kehadiran inovasi ini didukung oleh Mr. Zero AI, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang bertindak sebagai mentor dan pendamping personal.Melalui fitur chat interaktif tanpa batas (chatting sepuasnya), pengguna dapat menggali insight mendalam mengenai profil bakat mereka secara instan, fleksibel, dan sangat personal langsung dari genggaman tangan.Perpaduan harmonis antara Kecerdasan Manusia (Human Intelligence) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ini membuka akses luas bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman konseling berkualitas kapan saja dan di mana saja.Teknologi ini hadir bukan untuk menggeser peran esensial manusia, melainkan sebagai enabler pintar agar setiap individu dapat melampaui batasan geografis dan ekonomi dalam mengenali potensi diri, mengambil keputusan strategis, serta bertumbuh secara berkelanjutan.Terkait TalentDNA, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengapresiasi keunggulannya. Ia optimistis penggunaan teknologi TalentDNA dapat membantu para manajer mengoptimalkan potensi keunggulannya dan meminimalkan kelemahan profesinya demi kesejahteraan masyarakat desa.Testimoni Nyata Lapangan: Dari AI Mengenal Diri hingga Siap Hadapi RisikoImplementasi teknologi TalentDNA dan materi kepemimpinan ini langsung menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta serta jajaran pelatih di Pusdik Armed Cimahi.Mega Yucha Barisala (Peserta SPPI): "Adanya TalentDNA ini membuat kami semakin waspada sehingga kami mampu menghadapi risiko-risiko yang akan datang. Kita jadi lebih memahami kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri, lalu bisa melihat juga kekurangan dan kelebihan orang lain. Sehingga posisi tempat kerja kita nanti pas dan tepat, tidak salah. Walaupun semua orang berpotensi, tapi kalau ditempatkan di tempat yang tidak tepat, itu akan menjadi kekeliruan."Siswi SPPI Asal Mojokerto, Jawa Timur: "Saya sangat senang karena sudah diberikan motivasi oleh Pak Ary tentang bagaimana cara jadi pemimpin yang baik, bijaksana, adil, dan mengetahui karakter para anggotanya. Selain itu, melalui TalentDNA, kita benar-benar belajar cara mengembangkan potensi dari dalam diri kita secara maksimal."Brigjen TNI Saripudin (Pusdik Armed): "Alhamdulillah, dengan adanya motivasi dan pemaparan TalentDNAyang disampaikan oleh Bapak Ary Ginanjar tadi, para peserta bisa membangun percaya diri, mengetahui kelemahan, dan bisa segera mengembangkan diri. Untuk teman-teman rekan SPPI, kalian pasti bisa. Jaya!"Kolonel Ahmad Joko Tri Purnomo (Wadan Pusdik Armed): "Mengenali potensi diri itu sangat penting. Apa yang disampaikan Pak Ary memberikan arah ke depan bagi para calon manajer ini untuk bisa mengeksploitasi kemampuan mereka lagi demi menyukseskan tugas-tugas di masa mendatang."Diketahui, dalam acara ini turut mengundang sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Sesmenko Pangan Dr. Ir. Kasan, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, Sekda Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, serta Kadis Koperasi dan UKM Jawa Barat Dr. Yuke Mauliani Septina.

2026-07-17 22:36:00

IN PICTURES