Minggu, H / 16 Juni 2024

Nyunda, Mengapa Namanya Lalapan?

Selasa 28 Jun 2022 10:07 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: cookpad.com

ESQNews.id, JAKARTA - Jaaaauuuh sebelum rawfood atau makanan mentah nabati dikenal, kebiasaan makan tanaman mentah atau yang disebut lalapan sudah melekat dengan masyarakat Sunda. Bahkan ada yang mengatakan ”Orang Sunda mah dilepas di kebon aja bakal tetap hidup makan daun.”


Dulu, lalapan bisa dengan mudah didapatkan dari halaman rumah atau persawahan di dekat mereka. Namun, seiring berjalannya waktu, kegemaran mengonsumsi lalapan pun turut menyebar ke restoran-restoran makanan khas Sunda.


Terlebih lagi, rasanya jadi kurang lengkap kalau makan makanan Sunda jika tidak ada lalap dan sambal.




Melansir dari laman Disbudpar Bandung, lalapan merupakan sayur sayuran yang disajikan sebagai teman makanan Sunda. Tradisi makan lalapan ini juga sudah melekat dari generasi ke generasi.  Tidak hanya menambah kenikmatan, lalapan juga sudah pasti terjamin manfaatnya untuk kesehatan tubuh.


<more>


Lalapan biasanya disajikan secara mentah, namun ada pula lalapan yang direbus. Lalapan biasanya terdiri dari bonteng (timun), surawung (kemangi), selada, kol, kecipir, terong bulat, kacang panjang, waluh, leunca, daun singkong, daun papaya, dan masih banyak sayur sayuran yang biasanya dijadikan lalapan.


Kebiasaan mengonsumsi lalapan ini menggambarkan betapa orang Sunda bisa hidup dengan sederhana. Tidak harus memasak makanan yang menggunakan banyak bahan, cukup dengan sayuran segar, nasi pulen, ditambah sambal sudah pasti nikmat.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA