Selasa, H / 05 Juli 2022

Ketika Marah Lebih Baik Diam

Minggu 20 Jun 2021 14:59 WIB

Author : Redaksi

Ilustrasi

Foto: kaleela.com

Oleh : Lina Maryani

 

ESQNews.id, JAKARTA - Dalam sebuah hadis dikatakan, “Ajarilah (orang Islam), mudahkanlah, jangan mempersulit masalah, kalau kalian marah maka diamlah.” (HR. Ahmad)

 

Rasulullah SAW telah mengajarkan banyak hal terhadap umatnya, salah satu yang diajarkan yaitu ketika kita sedang emosi atau marah terhadap sesuatu yang membuat kesal lebih baik DIAM terlebih dahulu.

 

Mengapa? karena pada saat marah tubuh kita dikendalikan oleh ego yang terlalu tinggi sehingga otak tidak dapat berpikir jernih dan bahkan perilaku pun tidak dapat dikendalikan.

 

Selain itu pada saat marah, setan akan sangat mudah mengendalikan manusia untuk melakukan tindakan-tindakan yang sangat amat merugikan diri sendiri dan bahkan merugikan orang sekitar seperti mencaci maki, berkata tidak layak, dan bahkan membunuh.

 

Itu lah mengapa perbuatan marah sangat dibenci oleh Allah dan Rasulnya.



 <more>


Marah hanya menimbulkan perpecahan antar umat dimanapun, kapanpun, dan dengan siapapun. Sudah seharusnya kita tau bahwa amarah sama sekali tidak ada manfaatnya dan sudah seharusnya kita mengantisipasi agar pertengkaran tidak terjadi hanya karena urusan duniawi.

 

Saya rasa “DIAM” adalah tindakan yang paling mulia untuk dilakukan pada saat emosi sedang memuncak.

 

Rasulullah SAW bersabda: “Siapa yang berusaha menahan amarahnya, padahal dia mampu untuk meluapkannya, maka dia akan Allah panggil di hadapan seluruh makhluk pada hari kiamat, sampai Allah menyuruhnya untuk memilih bidadari yang ia kehendaki.” (HR. Abu Daud, Turmudzi)


Tidak semua permasalahan dapat diselesaikan dengan beradu argument dan menggunakan otot untuk saling menyakiti. Justru mereka yang tetap sabar dan berusaha untuk menahan amarah ketika emosi sedang memuncak adalah pemenang sesungguhnya. Diam bukan berarti kalah tetapi DIAM ADALAH ADAB YANG PALING MULIA. 


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA