ESQNews.id, MOSKOW - Perjanjian baru antara Rusia dan Turki tentang Idlib, Suriah, tidak menyarankan operasi militer, kata juru bicara kepresidenan Rusia Dmitry Peskov pada Kamis (14/2).
"Ini adalah langkah-langkah yang bertujuan untuk membersihkan Idlib dari kelompok-kelompok teroris yang sekarang mengendalikan sebagian besar wilayah ini," kata Peskov kepada wartawan.
Ketika ditanya apakah langkah itu berarti operasi militer, Peskov membantah. Komentarnya disampaikan setelah KTT trilateral di Sochi, Rusia, di mana Iran, Rusia, dan Turki berusaha menemukan solusi untuk konflik Suriah.
Setelah pertemuan September lalu antara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan pemimpin Rusia Vladimir Putin, kedua belah pihak sepakat untuk membentuk zona demiliterisasi di Idlib, Suriah.
Di bawah kesepakatan itu, kelompok-kelompok oposisi di Idlib akan tetap berada di daerah-daerah di mana mereka sudah hadir, sementara Rusia dan Turki melakukan patroli untuk mencegah pertempuran baru.
