Minggu, H / 29 Januari 2023

Indonesia Melihat Palestina Sebagai Negara, Bukan faksional

Kamis 19 Jul 2018 09:52 WIB

Singgih Wiryono

Bendera Palestina dan Indonesia

Foto: Maxsize

Nasir menegaskan Indonesia selalu menyuarakan agar semua partai di Palestina bersatu.

ESQNews.id, JAKARTA - Indonesia menegaskan tak bisa berdialog dengan seluruh kelompok perlawanan Palestina karena hal itu tidak mungkin dilakukan. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Arrmanatha Nasir menyebut hubungan yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia dengan Palestina adalah antarnegara. 

“Kita melihat Palestina sebagai suatu negara, tidak melihat faksinya,” ujar Nasir Nasir di Jakarta, Rabu (18/7).

Meski begitu, Nasir mengatakan, Indonesia mendukung semua perjuangan dan keperluan semua rakyat Palestina.

“Hamas juga bagian dari pemerintah [di Gaza],” kata Arrmanatha.

Dia menegaskan, selama ini Indonesia selalu menyuarakan agar semua partai di Palestina bersatu karena hal tersebut dapat memudahkan meraih kemerdekaan. Soal perbedaan faksi di Palestina, Nasir menilai itu sebagai hal yang wajar dalam konteks demokrasi, seperti yang terjadi pada Fatah dan Hamas.

Sebelumnya, Gerakan Perlawanan Palestina Hamas melalui perwakilan Hamas untuk wilayah Asia telah meminta Indonesia membuka komunikasi dengan semua faksi di Palestina jika ingin memiliki pengaruh. Hamas mengatakan Turki dan Mesir adalah dua negara yang punya pengaruh kuat di Palestina karena aktif berkomunikasi dengan seluruh kekuatan di Palestina.

“Mereka mau membantu perjuangan rakyat Palestina dan memiliki hubungan dengan tokoh-tokoh besar di Palestina,” ujar perwakilan Hamas untuk wilayah Asia Muslim Imran. Ketua Palestinian Cultural Organization of Malaysia (PCOM) ini menilai wilayah Gaza dan Tepi Barat bisa bertahan karena adanya kelompok-kelompok perlawanan di Palestina.

“Siapa yang mempertahankan Gaza dan Tepi Barat kalau bukan mereka?” jelas Imran akhir pekan lalu.

Source: Anadolu


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA