Senin, H / 28 November 2022

Sejarah Hagia Sophia, Konstantinopel dan Sultan Muhammad Al-Fatih (2)

Minggu 09 Aug 2020 08:08 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Muhammad Al Fatih

Foto: Instagram @ary.ginanjar

1000 tahun lamanya tidak bisa ditembus. Kemudian lahirlah Kerajaan Otsmani. Dari 1200 itu ada 7 orang Sultan. Yang ke-7 itulah bernama Sultan Muhammad Al Fatih. Mendapat gelar Al Ghazi atau sang Penakluk yang terpilih.


<more>


Meskipun ia masih belia, semenjak anak-anak ditanamkan sebuah keyakinan yang diturunkan oleh para guru dan orangtuanya. Sehingga menjadi belief system. Sebuah kepercayaan yang menghujam dalam dadanya.


Dan benar saja ketika usianya masih sangat muda, ia memimpin pasukannya untuk menyerang Konstantinopel yang 1000 tahun tidak pernah ditaklukkan.


Dengan kekuatan yang luar biasa sampai ada meriam yang garis tengahnya itu 80 cm. Panjangnya 5 meter. Ditembakkan berkali-kali kemudian dibangun lagi oleh Konstantinopel. Akhirnya tidak bisa ditembus juga.


11 kali serangan dan gagal berulang kali.


Mengapa? Karena temboknya itu terdiri dari 3 lapis. Dan serangan yang begitu dahsyat tidak bisa menembusnya.




Di saat suasananya sudah hampir putus asa. Tiba-tiba Sultan Muhammad Al Fatih membuat sebuah kejutan yang luar biasa.


“Jadi kalau kita melihat Konstantinopel ini adalah sebuah selat atau sungai kecil yang disebut dengan selat Golden Horn. Golden Horn itu adalah yang sebenarnya apabila masuk itu akan langsung ke jantung Konstantinopelnya. Tapi dia di tutup oleh rantai,” tambah Ary.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA