Senin, H / 02 Februari 2026

Festival Pecunan di Bendung Rentang Bangkitkan Potensi Wisata Berbasis Kearifan Lokal

Senin 26 Jan 2026 14:10 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, MAJALENGKAKawasan Bendung Rentang di Kecamatan Jatitujuh memiliki fungsi utama sebagai bangunan pengendali air untuk kebutuhan irigasi pertanian. Namun, area ini belakangan menyuguhkan suasana yang berbeda melalui penyelenggaraan Festival Pecunan.

Gelaran budaya ini telah menjadi agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan untuk merayakan hubungan erat antara masyarakat setempat dengan keberadaan sungai.

Festival ini menghadirkan perlombaan perahu kayuh dan parade rakit hias sebagai sajian utamanya.

Masyarakat setempat dengan antusias menampilkan kreativitas mereka di atas aliran Sungai Cipelang yang tenang.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar tontonan rekreasi, melainkan sebuah upaya menghidupkan kembali memori kolektif warga terdahulu yang sangat akrab dengan moda transportasi air dalam aktivitas sehari-hari.

Keberlangsungan acara ini tidak lepas dari inisiatif dan dedikasi Komunitas Hujan Keruh. Kelompok masyarakat sipil ini berperan sebagai penggerak utama yang merangkul pemuda serta warga desa di sekitar lingkar bendungan, seperti Desa Jatitujuh, Panyingkiran, dan Pilangsari.

Kerja keras komunitas ini berhasil mengubah persepsi publik terhadap sungai, menjadikannya ruang kebudayaan yang layak dikunjungi dan dinikmati oleh khalayak luas.

Dalam pelaksanaannya, festival ini melibatkan kerja sama lintas sektor yang cukup solid. Pemerintah Kabupaten Majalengka melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan potensi daerah ini.

Selain itu, otoritas pengelola sumber daya air, yakni BBWS Cimanuk Cisanggarung, turut serta memberikan ruang pemanfaatan area guna memastikan kegiatan berjalan aman, tertib, dan sesuai dengan kaidah pelestarian infrastruktur.

Perhelatan ini pada akhirnya menjadi simbol pelestarian tradisi sekaligus media kampanye lingkungan yang efektif.

Melalui interaksi yang intensif dengan air selama festival berlangsung, masyarakat diajak untuk lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian sungai.

Festival Pecunan menjadi bukti nyata bahwa kearifan lokal dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga ekosistem perairan agar tetap asri dan bermanfaat. [infomjlk]

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA