ESQNews.id, MAJALENGKA - Komunitas seni Jatiwangi art Factory (JaF) kembali menorehkan sejarah di panggung global. Setelah sukses tampil di Documenta Kassel, Jerman (2022), kelompok asal Kabupaten Majalengka ini dipastikan menjadi wakil tunggal dari Indonesia di Bienal de São Paulo, Brazil, pada 9-17 Desember 2025.
Bienal de São Paulo dikenal sebagai salah satu pameran seni tertua dan paling bergengsi di dunia. JaF diundang langsung oleh kurator yang tertarik pada konsistensi mereka dalam mengolah budaya, tanah, dan gerakan sosial berbasis komunitas.
Alih-alih memamerkan karya visual, JaF justru diminta untuk memboyong kegiatan khas mereka, seperti pementasan Rampak Genteng dan program lingkungan Perhutana, untuk dilaksanakan bersama warga dan audiens di Brazil.
Menurut penggiat JaF, Ismal Muntaha, partisipasi ini membawa misi kampanye lingkungan.
JaF ingin menyampaikan pesan bahwa kota kecil seperti Jatiwangi juga dapat berkontribusi pada isu perubahan iklim dan keberlanjutan.
Mereka bahkan berencana bertemu masyarakat adat Amazon untuk pertukaran pengetahuan. JaF menjadi satu-satunya wakil Indonesia, bersanding dengan satu peserta dari Singapura, dalam ajang bergengsi ini. [infomjlk]



