Tentu saja si ibu ingin tertawa mendengar ucapannya. Ia
bersyukur bisa melewati malam tersebut dengan kesabaran terjaga untuk
menjalankan konsistensi dalam menegakkan aturan serta membiasakan kegiatan
positif.
Kisah di atas tentu kerap dialami para ibu. Godaan untuk
melanggar aturan karena tidak tahan dengan amukan anak. Jika hal itu terjadi, selanjutnya
anak akan menjadikan amukan sebagai senjata untuk memenuhi keinginannya,
menolak yang tak disukainya, dan untuk mengendalikan orangtua.
Namun jika orangtua konsisten, anak akan belajar bahwa tidak ada gunanya nangis dan ngamuk karena hanya akan membuatnya tak nyaman dan lelah.

Saat anak ngamuk, orangtua bisa tetap menunjukkan ras kasih sayang dan rasa respek pada anak.
Orangtua hanya menunjukkan ketidaksetujuan pada sikap anak saja, dan selalu siap menolong anak untuk tetap konsisten pada aturan yang sudah ditetapkan.
(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S. Widayanti, pakar parenting)




