Rabu, H / 17 April 2024

Laporkan Pembunuh Gajah, RSPO Malaysia Hadiahkan RM50.000

Rabu 23 Oct 2019 10:59 WIB

Reporter :AA

Gajah mati di Malaysia.

Foto: Anadolu Agency


Pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan diharapkan membantu konservasi gajah.

ESQNews.id, SABAH  – Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menawarkan hadiah RM50.000 bagi siapa saja yang bisa memberikan informasi tentang orang-orang yang terlibat dalam kasus kematian gajah Beluran, Malaysia Timur.


Chief Executive Officer RSPO, Datuk Darrel Webber, mengatakan hadiah itu akan dikoordinasikan melalui Departemen Margasatwa Sabah. Webber mengatakan pembunuhan terhadap satwa liar dan spesies yang dilindungi adalah gejala dari masalah yang lebih besar yang akan terus berkembang jika tidak ada pihak yang turun tangan.


Menurut dia, perlu pendekatan menyeluruh dari pada pemangku kepentingan untuk mengatasi masalah sesuai dengan kepentingan masyarakat lokal dan konservasi sumber daya, dilansir dari Anadolu Agency.

<more>

"Kami memahami bahwa menyeimbangkan kebutuhan spesies besar yang bergerak di atas wilayah yang luas terhadap kebutuhan populasi manusia akan menjadi masalah yang menantang dan sulit," ujar dia.


Webber berharap bahwa inisiatif pemerintah negara bagian, industri dan masyarakat sipil dalam industri sawit yang berkelanjutan bisa berkontribusi mengelola populasi gajah. “Dalam inisiatif ini terdapat identifikasi kawasan konservasi yang penting dan semoga koridor untuk migrasi gajah dapat tetap terbuka atau dibuka kembali,” ujar dia.


Sebelumnya diberitakan pada Minggu (20 Oktober) seekor gajah kerdil dewasa ditemukan mati ditembak dengan gadingnya hilang di sebuah perkebunan di distrik Beluran, Sabah.


Gajah itu mengalami beberapa luka tembak, lebih sedikit dari gajah yang ditemukan mati dengan 70 tembakan di pantai timur Tawau pada 25 September. Petugas masih berusaha memastikan penyebab kematian gajah tersebut karena luka peluru yang ditemukan pada bangkai itu tampaknya tidak berakibat fatal.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA