ESQNews.id, JAKARTA - Gunung Api Taal baru saja meletus di
Filipina, sehingga bandara Internasional di Manila ditutup. Bencana ini menyebabkan
setengah juta orang di dekatnya mengungsi. Pihak Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) telah
menetapkan status bahaya level 4 sejak Minggu (12/1/2020), yang berarti erupsi
gunung api Taal masih dapat berlangsung beberapa jam kemudian bahkan hingga
berhari-hari.
Phivolcs juga merekam adanya gempa bumi yang dirasakan hingga
mengeluarkan suara gemuruh di sekitar kaldera dan sejumlah desa di Agoncillo,
Batangas.
Muntahan material vulkanik menutupi wilayah Barat Daya,
menurut Phivolcs. Pemerintah setempat mengimbau warga agar selalu mengenakan
masker mengingat abu vulkanik yang dikeluarkan akibat erupsi tersebut sangat
pekat.
Di sela-sela bencana, warga
membersihkan jalanan dari abu vulkanik setelah erupsi Gunung Taal di Tagaytay,
Provinsi Cavite, Filipina. Gunung yang terakhir meletus pada tahun 1977 tersebut
melontarkan abu vulkanik mencapai 50.000 kaki (15.000 meter) ke atmosfer.
<more>
Media sosial Karmagawa sedang berbicara dengan beberapa
badan amal setempat untuk melihat bagaimana mereka dapat membantu penduduk
setempat. Kirimkan doa untuk saudara kita semua di Filipina. Karena adanyagunung
berapi diiringi dengan kilat itu sangat langka terjadi.
Untuk mendapatkan kilat selama letusan gunung berapi, sama
halnya seperti yang di Hawaii. Memiliki lebih banyak lava daripada abu, jarang sekali
disertai dengan sambaran kilat vulkanik.
Dan sejumlah warga berkumpul menyaksikan Gunung Taal erupsi mengeluarkan abu vulkanik di Batangas. Inilah cuplikan video detik-detik Gunung Taal keluarkan letusan disertai petir.