Senin, H / 02 Februari 2026

Saat Asa Berakhir Duka (Prolog)

Sabtu 31 Jan 2026 08:51 WIB

Author :Satir Wahidah

Ilustrasi

Foto: freepik

ESQNews.id, JAKARTA - Aku hidup dengan sekumpulan tanya yang tak pernah usai. Bagiku, hidup adalah cerita—ada tawa, air mata, dan luka yang tak kunjung sembuh.


Di antara banyaknya ketakutan, ternyata ada keberanian yang terselip dalam diriku, aku selalu berusaha meski harapan kerap berakhir dalam duka. 


Di antara banyaknya miliyaran manusia, salah satu dari mereka ada seorang gadis bernama, Valeska. Nama yang memiliki arti, keberanian.


Meski dalam hidupnya penuh dengan luka, tapi dia tetap belajar untuk menerima semua luka yang tak pernah pulih itu, mulai menata asa yang kerap runtuh, dan bahkan dia tidak pernah capek untuk mencari secercah kebahagiaan di tengah derita yang menggerogoti tubuhnya. 


Cerita ini adalah bayanganku, lalu dikemas rapi dari keberanian yang aku harap bisa kumiliki sepanjang hidup. Valeska tidak seperti aku, dia berani berjuang melawan sesuatu yang tak kasat mata—penyakit yang perlahan merebut sebagian dari hidupnya. Di balik canda tawa, tersembunyi rasa sakit yang sulit diucapkan. 




Melalui kisah ini, aku ingin berbagi dengan kalian. Tentang ketakutan akan perpisahan, tentang rasa kesepian, dan tentang keberanian untuk melangkah meski bayangan duka tak pernah jauh.


Bagiku, dalam cerita ini terkandung harapan yang begitu tulus. Meski hidup tak selalu memberikan apa yang kita inginkan, setidaknya kita berani dan kuat untuk menghadapi semuanya. 


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA