ESQNews.id, JAKARTA - Dinosaurus punah karena
ia tak mau, dan tidak mampu menyesuaikan diri ketika dunia sudah berubah. Ada tiga tipe dinosaurus versi Ary Ginanjar:
Dino tipe 1 :
Dia berhasil menyesuaikan diri dengan perubahan tapi dengan
terpaksa. Hatinya tidak menerima, tidak ikhlas, akhirnya hidupnya menderita. Dia fokus kepada yang hilang, dia tidak menerima keadaan.
Ia
sibuk menyalahkan, pikirannya ada dibelakang. Ia tekan tombol "problem mode" pada otaknya. Kontan tekanan darah dan suhu badan naik.
Dino tipe 2 :
Dia berhasil menyesuaikan diri dengan keadaan. Hatinya ikhlas
menerima, tapi semangatnya sirna. Dia masih fokus kepada yang sudah tidak ada dan sudah hilang.
Dia ikhlas nerima, tapi tidak move on. Pikirannya tetap di tempat. Ia tidak menekan tombol apa-apa. Dia "ngehank" tapi tenang.
<more>
Dino tipe 3 :
Dia bukan hanya mampu menerima perubahan, bahkan justru
merangkul perubahan, "Embrace the change".
Ia peluk perubahan, Corona menjadi temannya. Hatinya menerima perubahan, tidak ada yang ia sesali dan hatinya tetap bahagia.
Sikap optimismenya justru makin membuncah. Inovasinya bermekaran di sana sini. Ia juga banyak kehilangan seperti kamu.
Tapi ia tidak lagi fokus atas apa yang hilang. Ia berhasil memindahkan fokusnya pada solusi, dan fokus pada
masa depan. Ia tekan tombol "Solution Mode" pada otaknya. Hatinya tenang tapi semangatnya membara.
"Sekarang zaman sudah berubah. Supir bus dunia direm (brake)
secara tiba-tiba dan mendadak. Makanan dan minuman di dalam bus itu tumpah berantakan.
Penumpang panik bertabrakan. Pak Corona telah ambil alih setir kemudi bus dunia," papar Ary.
Nah, Sekarang kalian seperti Dino tipe berapa?