Demikian juga jika selama puasa, setelah sahur boleh tidur
kembali, berangkat ke kantor atau sekolah lebih siang, hari sekolah pendek,
maka yang terbangun dalam pikiran anak bahwa puasa adalah dispensasi terhadap
semua aturan yang biasa berlaku.
Namun, ada juga keluarga yang menyiapkan Ramadhan sedemikian serius dan bermakna sehingga anak-anaknya merasakan bahwa Ramadhan adalah tamu agung yang dimuliakan dan ditunggu.

Mereka menyosialisasikan dan menyegarkan kembali nilai-nilai puasa dengan mengadakan kajian khusus dirumah kurang lebih sebulan sebelum Ramadhan tiba.
Mereka tidak ingin ilmu dan tata cara berpuasa baru
dipelajari saat puasa sudah berlangsung.
Pertanyaan-pertanyaan anak dapat diakomodir, dari mulai yang sangat sederhana dan tampak sepele sampai hal yang rumit pada kesempatan tersebut.
Anak yang senang akan astronomi akan antusias dengan tema mengenai penentuan mulainya puasa dengan hilal, misalnya.
(Mengutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)




