Senin, H / 02 Februari 2026

Bawa Misi 165 ke Kancah Global, Asia Pacific Youth Empowerment Summit 2026 Cetak Pemimpin dengan "Smart Execution" dan 3 Kecerdasan Utama

Sabtu 24 Jan 2026 16:10 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, MALAYSIA – Universitas Ary Ginanjar (UAG University) melalui Youth Empowerment Conference (YEC) sukses menancapkan taringnya di level internasional. Berkolaborasi dengan Studec International, ajang bergengsi Asia Pacific Youth Empowerment Summit (APYES) 2026 resmi digelar pada 14-17 Januari 2026 di Malaysia.


Kegiatan ini menjadi panggung bagi pemuda dari 8 negara yakni Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam, Papua Nugini, Filipina, Vietnam, India, dan Australia untuk mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter kuat melalui keseimbangan 3 Kecerdasan Utama (IQ, EQ, dan SQ).




Berbeda dengan konferensi pemuda pada umumnya yang seringkali berhenti di meja diskusi, APYES 2026 mewajibkan pesertanya melakukan perubahan nyata. 


Mengusung tagline "Smart Execution, Smart Leadership, Strong Collaboration", para peserta ditantang untuk mengeksekusi ide kreatif menjadi solusi konkret.




"Tanpa eksekusi, ide hanya menjadi wacana. Tanpa leadership, kita tidak bisa memimpin diri mencapai visi. Dan tanpa kolaborasi, kita mungkin bisa jalan cepat, tapi dengan jalan bersama, kita bisa berjalan lebih jauh," tegas Esqi, Program Director sekaligus Ketua Program YEC.




Implementasi Social Project Internasional


Selama dua bulan masa pra-event, peserta dibekali dengan training online mulai dari ESQ Training, Public Speaking, hingga pendalaman SDGs (Sustainable Development Goals). 


Puncaknya, beberapa social project berhasil dijalankan di berbagai negara:


 * Mental Health Awareness (Brunei): Workshop mengenai dampak media sosial dan fenomena FOMO terhadap kesehatan mental remaja.


 * Climate Change Awareness (Jakarta): Edukasi mengenai perubahan iklim yang digelar di sebuah Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Jakarta.


 * Health & Well-being: Sosialisasi empati dan kepedulian sosial di berbagai titik Asia Pasifik.




Esqi menceritakan bahwa awalnya beberapa panitia sempat merasa minder saat harus berhadapan dengan peserta dari universitas ternama dunia. Namun, keraguan itu sirna setelah menyadari keunggulan mutlak yang diajarkan di UAG.


"Saya katakan pada tim, jangan minder. Universitas lain mungkin unggul secara akademik (IQ), tapi kita memiliki sesuatu yang tidak mereka miliki secara eksplisit: 3 Kecerdasan Utama. Kekosongan emosional dan spiritual itulah yang kita isi. 


Di sekolah formal, empati (EQ) jarang diajarkan secara eksplisit, padahal untuk peduli pada isu perubahan iklim atau kesehatan mental, dibutuhkan empati yang tinggi," jelas Esqi.




Menuju Indonesia Emas dan Target SDGs 2030


Ajang ini merupakan cara mahasiswa UAG dan panitia untuk mewujudkan poin terakhir dari nilai SKID (Sinergi, Karakter, Inovasi, Dampak), yaitu Dampak. 


Melalui pelatihan SDGs, peserta dipersiapkan menjadi pengambil keputusan pada tahun 2030 mendatang, titik akhir target pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan PBB.




Agenda Summit selama empat hari di Malaysia meliputi Focus Group Discussion (FGD), Awarding Session, hingga kunjungan ke SDGs Center untuk mempelajari aktivitas keberlanjutan secara langsung.


"YEC adalah organisasi independen di bawah naungan UAG. Harapan kami, estafet kepemimpinan ini terus berlanjut di setiap angkatan, membawa visi misi 165 (1 hati (ihsan), 6 prinsip (iman), 5 langkah (islam)) ke kancah internasional, dan membuktikan bahwa pemuda bukan hanya konsumen tren, tapi penggerak perubahan (movement builder)," pungkas Esqi.


INSTAGRAM : https://www.instagram.com/uag.university/live/18062912714288901


YOUTUBE : https://youtube.com/live/70ztP_8T2u8?feature=share


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA