ESQNews.id, JAKARTA - Di Universitas Ary Ginanjar dan ESQ Business School, mahasiswa diajarkan 17 soft skill. Apakah itu cukup? Tidak. Sama sekali tidak.
Karena kuncinya bukan hanya pada mahasiswa, tapi pada dosennya. Sebelum mahasiswa dibentuk, dosennya harus lebih dulu dibentuk.
1. Dosen harus memahami coaching, agar mampu membaca pikiran dan perasaan mahasiswa.
2. Dosen perlu belajar hipnoterapi, karena setiap mahasiswa membawa masalah yang berbeda dan perlu disembuhkan.
3. Dosen dibekali Talent DNA Coaching, karena setiap mahasiswa itu cerdas, hanya saja kecerdasannya sering tersembunyi sejak SD hingga SMA.
4. Dosen juga belajar public speaking, agar ilmu tidak hanya dibaca lalu diajarkan, tapi benar-benar dipahami.
5. Dosen harus memahami Neuro Linguistic Programming, agar mampu menyampaikan pesan dan mempengaruhi cara berpikir mahasiswa.
6. Dan dosen harus memiliki transformational leadership, karena dosen bukan hanya pengajar, tetapi pemimpin.
Karena itu, para dosen di Universitas Ary Ginanjar dan ESQ Business School dibekali 13 soft skill utama, yaitu:
1. Living The Grand Why
2. Facilitating Skill
3. Public Speaking Skill
4. Rahasia Sukses Membangun Kecerdasan Emosi dan Spiritual
5. Rahasia Sukses Membangun ESQ Power
6. The Power of Growth Mindset
7. ESQ 3.0 Coaching Certification
8. Coaching CCRP for Performance
9. TOT Perancangan Program atau Modul
10. TOT Pelaksanaan Program
11. ESQ Neuro Linguistic Program
12. Supervisory Leadership
13. Talent DNA Coaching for Performance
Selama ini banyak dosen menguasai materi, namun belum sepenuhnya memahami bagaimana manusia belajar, bagaimana potensi digali, bagaimana kejeniusan ditemukan, dan bagaimana otak bekerja. Padahal semua itu harus dimulai dari dosen sendiri.
Karena ketika dosen memiliki soft skill, dan mahasiswa juga memiliki soft skill, di sanalah lahir manusia-manusia paripurna.





