ESQNews.id, JAKARTA - Dalam
sebuah perjalanan maka corona, banjir, tsunami, angin, topan, dan badai akan
selalu datang menerpa silih berganti tiada henti.
Begitu juga dalam
menempuh kehidupan, kehabisan uang, terbelit hutang, barang tidak laku, ditipu
orang, ditinggal orang kepercayaan, kebangkrutan, kena PHK, ditolak, dihina,
difitnah, dijatuhkan, ditinggal mantan, dibully, semua datang silih berganti
menerpa tiada henti.
Itulah perjalanan dalam
mengarungi kehidupan. 95% orang kandas di jalan dan memilih untuk
menyerah.

<more>
Dan hanya 5% yang tetap gigih untuk
tetap melanjutkan perjalanan hingga mencapai tujuan meskipun tubuhnya penuh
luka.
Apa yang salah? 95% orang hanya mempelajari
dan mendalami skill dan knowledge semata.
Padahal masalah yang dihadapi saat ini sesungguhnya adalah daya tahan
mental atau "AGILITY" untuk senantiasa bangkit dan bangkit lagi
setelah terjatuh atau terjerambab dalam meraih impian.