ESQNews.id, JAKARTA - Komitmen untuk terus membangun sumber daya manusia unggul di tubuh kepolisian kembali ditunjukkan oleh Bareskrim Polri melalui penyelenggaraan Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Reserse Kriminal Polri Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung pada Jumat, 8 Mei 2026.
Dalam agenda strategis tersebut, Bareskrim Polri secara khusus menghadirkan Ary Ginanjar Agustian, Founder dari ESQ, untuk memberikan pembekalan kepemimpinan, penguatan karakter, serta pembangunan mentalitas aparatur penegak hukum.
Kehadiran Ary Ginanjar dalam forum nasional tersebut menjadi bagian penting dari upaya transformasi kelembagaan Polri, khususnya dalam memperkuat kualitas personel reserse agar tidak hanya unggul dalam kompetensi teknis investigasi dan penegakan hukum, tetapi juga memiliki fondasi karakter, integritas, serta ketahanan mental dalam menghadapi dinamika tugas yang semakin kompleks.
Rakernis ini dihadiri oleh para pimpinan dan jajaran fungsi reserse dari berbagai wilayah di Indonesia.
Dalam suasana yang penuh antusiasme, peserta mendapatkan pembekalan mendalam mengenai pentingnya membangun kepemimpinan berbasis nilai, terutama di tengah tantangan penegakan hukum modern yang menuntut kecepatan, ketepatan, serta kepercayaan publik yang tinggi.
Dalam materinya, Ary Ginanjar menegaskan bahwa tantangan terbesar seorang aparat penegak hukum hari ini bukan hanya menghadapi perkembangan modus kejahatan yang semakin kompleks, tetapi juga bagaimana menjaga komitmen moral di tengah tekanan jabatan, tuntutan organisasi, dan ekspektasi masyarakat.
Menurutnya, seorang pemimpin sejati bukan hanya diukur dari pangkat, jabatan, ataupun kewenangan yang dimiliki, melainkan dari kemampuan untuk tetap berdiri pada nilai, menjaga integritas, dan menjadi teladan bagi lingkungan sekitarnya.
“Semakin tinggi posisi seseorang, semakin besar godaannya. Karena itu, kekuatan terbesar bukan hanya kecerdasan intelektual, tetapi kemampuan menjaga hati, menjaga nilai, dan menjaga amanah.”
Pesan tersebut mendapat perhatian penuh dari seluruh peserta Rakernis. Dalam pemaparannya, Ary menjelaskan bahwa keberhasilan organisasi besar, termasuk institusi penegak hukum, sangat ditentukan oleh kualitas manusianya.
Sistem yang baik dapat runtuh jika dijalankan oleh individu yang kehilangan arah nilai. Sebaliknya, sistem yang terus berkembang akan semakin kuat ketika dipimpin oleh orang-orang yang memiliki karakter dan kesadaran diri yang tinggi.
Lebih lanjut, Ary juga mengajak seluruh peserta untuk memahami pentingnya self awareness atau kesadaran diri sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan.
Menurutnya, aparat yang mampu mengenali kekuatan, kelemahan, pola emosi, dan motivasi pribadinya akan lebih siap menghadapi tekanan operasional maupun tantangan pengambilan keputusan.
Dalam sesi tersebut, peserta juga diajak memahami bahwa tekanan dalam dunia penegakan hukum adalah sesuatu yang tidak terhindarkan.
Namun, tekanan bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, melainkan dikelola. Aparat yang memiliki kecerdasan emosional dan spiritual akan mampu mengambil keputusan dengan lebih jernih, objektif, dan bertanggung jawab.
Materi yang dibawakan Ary tidak hanya berfokus pada aspek individu, tetapi juga pada bagaimana membangun budaya organisasi yang sehat.
Ia menekankan bahwa budaya integritas tidak bisa dibentuk hanya melalui regulasi atau slogan, tetapi harus dimulai dari keteladanan para pemimpin.
“Budaya organisasi lahir dari apa yang pemimpinnya lakukan setiap hari. Bukan dari apa yang tertulis di dinding, tetapi dari apa yang terlihat dalam tindakan.”
Sesi berlangsung interaktif dengan berbagai respons positif dari peserta. Banyak peserta menilai materi yang disampaikan memberikan perspektif baru mengenai pentingnya keseimbangan antara profesionalisme, karakter, dan nilai-nilai kepemimpinan dalam menjalankan tugas sebagai aparat penegak hukum.
Kolaborasi antara ESQ dan Bareskrim Polri dalam forum strategis ini menjadi langkah nyata dalam membangun aparatur negara yang tidak hanya tangguh secara kompetensi, tetapi juga kokoh secara moral dan spiritual.
Melalui momentum Rakernis 2026 ini, diharapkan seluruh insan reserse Polri dapat semakin siap menghadapi tantangan zaman, menjaga kepercayaan masyarakat, serta terus menghadirkan penegakan hukum yang profesional, modern, dan berintegritas.