ESQNews.id, ARAB SAUDI – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai kunjungan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Mochamad Irfan Yusuf, ke tenda Mina Maktab 111 yang ditempati jemaah haji ESQ Tours pada 11 Dzulhijjah 1447 H.
Nama Menteri Haji dan Umrah RI tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Nomor 31 Tahun 2025.
Tenda Maktab 111 yang berjarak sekitar 200–300 meter dari area Jamarat tersebut menjadi salah satu lokasi yang dikunjungi Menteri untuk melihat langsung kondisi jemaah Indonesia yang sedang menjalankan rangkaian ibadah haji di Mina.
Dalam pertemuan tersebut, CEO ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan Haji 2026 yang dinilai berjalan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, kami melihat beberapa indikator positif pada penyelenggaraan Haji tahun ini. Salah satunya adalah biaya yang lebih kompetitif serta tingkat kematian jemaah yang menurun secara signifikan dibandingkan musim haji sebelumnya. Ini tentu menjadi capaian yang patut diapresiasi,” ujar Prof. Ary Ginanjar.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa keberhasilan penyelenggaraan Haji 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh pihak yang terlibat sejak kementerian baru tersebut mulai beroperasi.
“Kementerian Haji dan Umrah baru dibentuk dan saya baru ditugaskan pada semester kedua tahun 2025. Dalam waktu yang relatif singkat, kami bersama seluruh jajaran bekerja keras mempersiapkan penyelenggaraan Haji 2026.
Tentu tantangan selalu ada dan tidak mungkin semuanya dapat berjalan 100 persen sempurna. Namun yang terpenting adalah integritas tetap dijaga dan setiap permasalahan berusaha diselesaikan dengan baik,” ujar Menteri.
Beliau juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan besar yang dihadapi pada musim haji tahun ini adalah kenaikan harga avtur menjelang operasional keberangkatan jemaah.
“Kenaikan biaya avtur cukup signifikan menjelang musim haji. Namun alhamdulillah berbagai upaya dapat dilakukan sehingga kenaikan tersebut tidak sampai membebani jemaah haji,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Muhamad Solihin, A.Par., S.E., M.Par., Direktur Sales dan Operasional ESQ Tours, menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan haji tidak hanya ditentukan oleh pelayanan di Tanah Suci, tetapi juga oleh proses pembinaan yang dilakukan jauh sebelum keberangkatan.
“Alhamdulillah, pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan melalui manasik, pelatihan fisik, penguatan mental, serta pendalaman ilmu haji memberikan dampak positif terhadap kesiapan jemaah dalam menjalankan seluruh prosesi ibadah haji,” jelas Solihin.
Menurutnya, aspek kesiapan finansial juga menjadi faktor penting dalam keberhasilan penyelenggaraan haji khusus.
“Yang juga sangat menggembirakan, para jemaah haji tunggu telah mempersiapkan kemampuan finansial mereka dengan baik sehingga proses pelunasan dapat berjalan lancar.
Tahun ini ESQ Tours memberangkatkan total 824 jemaah yang terbagi dalam tujuh program dan enam kelompok terbang,” katanya.
Adapun program yang ditawarkan ESQ Tours meliputi Paket Awal Bintang 4 dan Bintang 5, Paket Tengah, Paket Arbain Bintang 4 dan Bintang 5, serta Paket Non-Arbain Bintang 4 dan Bintang 5.
Lebih lanjut Solihin menjelaskan bahwa ESQ Tours yang beroperasi melalui PT Fajril Ikhsan Wisata saat ini telah memulai sosialisasi dan edukasi bagi calon jemaah Haji 2027.
“Kami mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi keuangan, kesehatan, maupun ilmu manasik. Semakin awal mempersiapkan diri, semakin baik peluang untuk menjalankan ibadah haji dengan tenang, aman, dan nyaman,” ujarnya.
Kunjungan Menteri Haji dan Umrah RI ke Maktab 111 ini menjadi momentum penting yang menunjukkan sinergi antara pemerintah, penyelenggara ibadah haji khusus, dan para jemaah dalam mewujudkan penyelenggaraan haji yang semakin berkualitas, profesional, dan berorientasi pada pelayanan terbaik bagi tamu Allah SWT.