Senin, H / 27 Juli 2026

Wukuf di Arafah: Waktu Emas 6 Jam yang Jangan Sampai Terbuang, Ini Pesan Direktur ESQ Tours Travel

Kamis 14 May 2026 17:09 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Dok. Pribadi

ESQNews.id, ARAB SAUDI - Puncak ibadah haji ada di Padang Arafah. Menurut Rasulullah SAW, “Al-Hajju Arafah” atau haji itu adalah Arafah. Kehadiran jemaah di sana, walau hanya sesaat, sudah cukup memenuhi rukun haji.


Tapi pertanyaan besarnya, apakah 6 jam waktu wukuf benar-benar dimaksimalkan?


Hal ini disampaikan H. Muhamad Solihin, Direktur Operasional dan Sales ESQ Tours Travel, dari Makkah, terkait persiapan puncak haji 2026.


“Wukuf dimulai sejak tergelincirnya matahari 9 Dzulhijjah hingga fajar 10 Dzulhijjah. Tapi waktu yang paling intens biasanya sejak selesai shalat Dzuhur dan Ashar jamak taqdim sampai menjelang Magrib. Kurang lebih 6 jam,” jelas H. Muhamad Solihin, Rabu (13/5/2026).


6 Jam di Arafah Adalah Waktu Mustajab


Menurutnya, 6 jam itu adalah waktu emas. Waktu mustajab untuk berdoa, bermuhasabah, memohon ampunan, memperbaiki niat, dan menyerahkan seluruh urusan hidup kepada Allah SWT.


Sayangnya, berdasarkan pengalaman operasional ESQ Tours Travel, banyak jemaah justru kehilangan fokus di momen paling penting ini.


“Dalam kehidupan sehari-hari, kita biasa dzikir dan doa hanya 5-10 menit. Baca Al-Qur’an satu dua halaman. Tiba-tiba di Arafah dituntut duduk berjam-jam hanya untuk berdzikir dan bermuhasabah. Ini tantangan besar,” ujarnya.


Berbeda dengan tawaf, sa’i, atau lontar jumrah yang penuh gerakan, wukuf lebih banyak dilakukan dengan diam. Di sinilah banyak jemaah akhirnya tidak terbiasa duduk lama, kehilangan fokus, bingung mau berdoa apa, mengantuk, tertidur, sibuk HP, bahkan ngobrol dan minum kopi.


“Tanpa disadari, 6 jam di Arafah habis begitu saja. Padahal boleh jadi itu satu-satunya kesempatan Arafah dalam hidupnya,” kata H. Muhamad Solihin.


Bukan Masalah Niat, Tapi Butuh Sistem dan Panduan


H. Muhamad Solihin menegaskan, masalahnya bukan karena jemaah tidak mau beribadah. Sebagian besar sangat ingin memaksimalkan Arafah. Namun mereka sering tidak punya panduan jelas dan belum terbiasa melatih fokus ibadah dalam durasi panjang.


“Karena itu, solusi wukuf bukan hanya soal motivasi spiritual, tapi juga soal desain operasional yang baik,” tegasnya.


Sebagai penyelenggara, ESQ Tours Travel memegang prinsip: jangan biarkan ada waktu kosong di Arafah.


“Waktu kosong sering kali menjadi awal hilangnya fokus. Maka tugas kami adalah memastikan jemaah punya panduan, agenda, dan pendampingan agar setiap menit di Arafah bernilai ibadah,” pungkasnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA