ESQNews.id, CIMAHI — Kementerian Koperasi (Kemenkop) resmi memulai langkah megah dalam menata ulang urat nadi ekonomi kerakyatan Indonesia.
Melalui Program Prioritas Nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang digagas langsung oleh Presiden Prabowo Subianto, sebanyak 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) kini digembleng untuk menjadi manajer koperasi yang profesional, akuntabel, dan adaptif.

Acara Pembukaan Peningkatan Kompetensi dan Sertifikasi Manajer KDKMP ini dipusatkan di Gedung Sudirman, Pusat Pendidikan Artileri Medan (Pusdik Armed), Kota Cimahi, Jawa Barat, Jumat (17/7/2026).
Langkah ini menjadi krusial demi memperkuat kepercayaan publik bahwa pengelolaan ekosistem ekonomi baru di tingkat desa dilaksanakan secara komprehensif, berbasis fondasi manajerial yang kokoh dan berkelanjutan.
Namun, ada satu hal yang membedakan pelatihan ini dengan program birokrasi pada umumnya. Pemerintah secara khusus menggandeng Founder ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, untuk melakukan profiling talenta secara akurat menggunakan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), yaitu TalentDNA.

Inovasi AI TalentDNA: Memastikan 'The Right Man on the Right Place'
Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, menegaskan bahwa para calon manajer tidak hanya dibekali dengan keterampilan teknis seperti manajemen keuangan dan tata kelola koperasi.

Kemenkop menaruh perhatian besar pada aspek soft skills termasuk kemampuan komunikasi dan interaksi sosial yang kuat guna menghadapi masyarakat, kepala desa, serta pengurus koperasi di lapangan.
"Hari ini kami dibantu oleh Pak Ary Ginanjar yang menyajikan pengetahuan tentang pentingnya penggunaan TalentDNA. Melalui metode ini, para peserta diprofiling secara tepat sehingga mereka tahu kemampuan personal mereka, apa kelemahan yang harus ditutupi, dan kekuatan apa yang harus ditingkatkan," ujar Menkop Ferry Juliantono di Pusdik Armed Cimahi.
Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Kemenkop, Destry Anna Sari, menjabarkan bahwa potret nasional peserta SPPI menunjukkan mayoritas memiliki talenta berorientasi hasil, disiplin, adaptif, dan mampu mengembangkan bisnis.
Namun, ia menyebut TalentDNA berperan penting mendeteksi area komunikasi yang perlu diperkuat selama 13 hari pelatihan intensif (17-31 Juli 2026).

"TalentDNA ini menjadi barometer the right man on the right place. Kami berharap 29 ribu peserta lainnya di seluruh Indonesia segera mengisi TalentDNA mereka agar kita bisa mendapat feedback yang tepat guna mempercepat pencapaian target Indonesia Emas 2045," tutur Destry.
Kolaborasi Fisik, Mental, dan Manajemen Talenta
Ary Ginanjar Agustian memaparkan bahwa para manajer KDKMP ini pada dasarnya adalah individu-individu cerdas dan jenius. Kolaborasi program ini terbilang istimewa karena menggabungkan tiga pilar utama keberhasilan: mental state dari TNI, misi besar Kemenkop, dan manajemen talenta berbasis AI.
"Pattern atau pola setiap orang itu berbeda. Melalui TalentDNA, kejeniusan mereka diangkat. Ketika mental state yang diajarkan TNI dikombinasikan dengan misi besar Pak Menteri dan pemetaan talenta yang pas, maka akan lahir fondasi masyarakat ekonomi desa yang sangat kuat," kata Ary Ginanjar.

ESQ menghadirkan TalentDNA, sebuah teknologi pemetaan talenta (talent mapping) berbasis data akurat yang dirancang untuk mengidentifikasi karakteristik unik seseorang melalui 45 talenta spesifik.
Seluruh talenta tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga dimensi utama penggerak manusia, yaitu: Drive (motivasi internal), Network (pola interaksi sosial), dan Action (eksekusi kerja).
Melalui pendekatan ilmiah berbasis data ini, TalentDNA membantu pengguna memahami bukan hanya aspek apa yang mereka lakukan, melainkan mengupas tuntas alasan mendasar (the "why") di balik cara mereka berpikir, mengambil keputusan, serta merespons situasi.
"Peta diri" digital ini memandu individu mengenali area kekuatan optimal (strength), mendeteksi tantangan pribadi yang tersembunyi (blind spot), dan merumuskan cetak biru (blueprint) pengembangan karier, akademik, maupun hubungan interpersonal secara presisi dan percaya diri.
Disisi lain, Ary Ginanjar Agustian menegaskan pentingnya manajemen talenta terhadap 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang disiapkan untuk menjadi manajer KDKMP. Pengelolaan potensi ini dinilai menjadi kunci utama dalam membangun fondasi ekonomi kerakyatan.
"Proses manajemen talenta ini akan membentuk para calon manajer KDKMP melalui tiga tahapan krusial, yaitu membangun kemampuan untuk mengenal diri, memahami potensi diri, serta mengetahui kekuatan diri dalam mengelola lingkungan kerja mereka di tingkat desa atau kelurahan," ucapnya.
AI Coaching: Konseling Interaktif Bersama Mr. Zero AI
Fitur AI Coaching TalentDNA, kehadiran inovasi ini didukung oleh Mr. Zero AI, sebuah asisten virtual berbasis kecerdasan buatan yang bertindak sebagai mentor dan pendamping personal.
Melalui fitur chat interaktif tanpa batas (chatting sepuasnya), pengguna dapat menggali insight mendalam mengenai profil bakat mereka secara instan, fleksibel, dan sangat personal langsung dari genggaman tangan.
Perpaduan harmonis antara Kecerdasan Manusia (Human Intelligence) dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) ini membuka akses luas bagi masyarakat untuk menikmati pengalaman konseling berkualitas kapan saja dan di mana saja.
Teknologi ini hadir bukan untuk menggeser peran esensial manusia, melainkan sebagai enabler pintar agar setiap individu dapat melampaui batasan geografis dan ekonomi dalam mengenali potensi diri, mengambil keputusan strategis, serta bertumbuh secara berkelanjutan.
Terkait TalentDNA, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia mengapresiasi keunggulannya.
Ia optimistis penggunaan teknologi TalentDNA dapat membantu para manajer mengoptimalkan potensi keunggulannya dan meminimalkan kelemahan profesinya demi kesejahteraan masyarakat desa.
Testimoni Nyata Lapangan: Dari AI Mengenal Diri hingga Siap Hadapi Risiko
Implementasi teknologi TalentDNA dan materi kepemimpinan ini langsung menuai respons positif dan antusiasme tinggi dari para peserta serta jajaran pelatih di Pusdik Armed Cimahi.
Mega Yucha Barisala (Peserta SPPI): "Adanya TalentDNA ini membuat kami semakin waspada sehingga kami mampu menghadapi risiko-risiko yang akan datang.
Kita jadi lebih memahami kelebihan dan kekurangan diri kita sendiri, lalu bisa melihat juga kekurangan dan kelebihan orang lain.
Sehingga posisi tempat kerja kita nanti pas dan tepat, tidak salah. Walaupun semua orang berpotensi, tapi kalau ditempatkan di tempat yang tidak tepat, itu akan menjadi kekeliruan."

Siswi SPPI Asal Mojokerto, Jawa Timur: "Saya sangat senang karena sudah diberikan motivasi oleh Pak Ary tentang bagaimana cara jadi pemimpin yang baik, bijaksana, adil, dan mengetahui karakter para anggotanya.
Selain itu, melalui TalentDNA, kita benar-benar belajar cara mengembangkan potensi dari dalam diri kita secara maksimal."
Brigjen TNI Saripudin (Pusdik Armed): "Alhamdulillah, dengan adanya motivasi dan pemaparan TalentDNAyang disampaikan oleh Bapak Ary Ginanjar tadi, para peserta bisa membangun percaya diri, mengetahui kelemahan, dan bisa segera mengembangkan diri. Untuk teman-teman rekan SPPI, kalian pasti bisa. Jaya!"
Kolonel Ahmad Joko Tri Purnomo (Wadan Pusdik Armed): "Mengenali potensi diri itu sangat penting. Apa yang disampaikan Pak Ary memberikan arah ke depan bagi para calon manajer ini untuk bisa mengeksploitasi kemampuan mereka lagi demi menyukseskan tugas-tugas di masa mendatang."
Diketahui, dalam acara ini turut mengundang sejumlah pejabat tinggi, di antaranya Sekretaris Kementerian Koperasi Ahmad Zabadi, Sesmenko Pangan Dr. Ir. Kasan, Kapoksahli Pangdam III/Siliwangi Brigjen TNI Robertson Ismail, Direktur Utama LPDB Koperasi Krisdianto Soedarmono, Sekda Kota Cimahi Dr. Maria Fitriana, serta Kadis Koperasi dan UKM Jawa Barat Dr. Yuke Mauliani Septina.