ESQNews.id, BANDUNG – Guratan lelah yang sempat menghiasi wajah para pejuang pendidikan seketika sirna, berganti dengan binar kebahagiaan. Fenomena indah ini tertangkap jelas dalam pelaksanaan Training ESQ Peduli Pendidikan untuk 1000 Guru Batch Pertama yang digelar Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat bersama ESQ di Pusdiklat STIKes Dharma Husada Bandung, 27-28 Februari 2026.
Salah satu cerita transformasi yang menggetarkan hati datang dari Abayu, guru dari SMPN 46 Bandung.
Dengan jujur, ia mengakui bahwa rutinitas dan tuntutan profesi yang tinggi sempat membuatnya kehilangan "ruh" dalam mengajar.
Sebelum mengenal metode ESQ, Abayu merasa beban kerja yang menumpuk seringkali membuatnya terjebak dalam rasa lelah yang amat sangat.
Aktivitas mengajar yang seharusnya menjadi ladang amal, terkadang terasa berat untuk dijalani dengan sepenuh hati.
"Alhamdulillah, setelah mengikuti kegiatan ini, rasa syukur, nikmat, dan bahagia benar-benar tertanam dalam hati saya. Jika sebelumnya rasa syukur itu seolah tertahan karena beban kerja, kini saya bisa lebih menikmati peran saya sebagai pendidik," tutur Abayu dengan raut wajah yang tampak lebih cerah dan tenang.
Bagi Abayu, perubahan besar yang ia rasakan adalah modal utama untuk melakukan perubahan yang lebih luas di sekolahnya.
Ia menekankan bahwa transformasi karakter tidak boleh berhenti di ruang guru, melainkan harus segera menyentuh relung hati para siswa di SMPN 46 Bandung maupun sekolah-sekolah lain di Kota Bandung.
Fokus utamanya kini adalah pada pembentukan kebiasaan positif atau habit formation. Ia sangat mendukung rencana diadakannya pelatihan khusus integrasi IQ, EQ, dan SQ bagi para siswa sebagai solusi konkret atas tantangan mental remaja saat ini.
"Kami sangat berharap dengan adanya pelatihan khusus anak-anak nanti, mereka bisa menerapkan pembiasaan yang lebih mantap dan maksimal.
Targetnya sederhana namun mendalam: dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, dan dari yang belum terbiasa menjadi terbiasa melakukan hal-hal baik setiap harinya," harapnya penuh keyakinan.
Program CSR yang didedikasikan untuk memperkuat fondasi karakter pendidik ini dibuka oleh Sekjen FKA ESQ, Gita A. Fadilla, serta mendapatkan dukungan penuh dari Dinas Pendidikan melalui sambutan Ahmad Asikin Spd. M Mpd. (Kabid P3TK).
Sebanyak 250 guru dari jenjang SD hingga SMA/SMK se-Bandung Raya telah tuntas mengikuti Batch Pertama secara gratis.
Keberhasilan ini menjadi langkah awal dari komitmen FKA ESQ Jawa Barat untuk menyentuh 1000 guru, demi melahirkan pendidik yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tapi juga matang secara emosional dan spiritual.