ESQNews.id, MATARAM - Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menghadiri penutupan Training ESQ Peduli Pendidikan “Bagimu Guru NTB” yang digelar di Ruang Teater Ahmad Firdaus Sukmono, Universitas Islam Al-Azhar (Unizar) Mataram, Kamis (7/5).
Kegiatan tersebut diikuti guru dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK hingga SLB se-NTB.
Dalam sambutannya, Gubernur mengaku terharu melihat antusiasme dan keterlibatan emosional para guru selama mengikuti pelatihan ESQ.
Menurutnya, proses refleksi diri dalam pelatihan tersebut menjadi penting di tengah tekanan hidup dan tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks.
Ia menilai, ketulusan dan keikhlasan seorang guru merupakan fondasi utama dalam membangun generasi masa depan yang berkarakter.
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti persoalan kesejahteraan guru, khususnya dampak kebijakan yang sebelumnya memengaruhi penghasilan guru PPPK dan guru honorer di NTB.
Ia mengaku Pemerintah Provinsi NTB terus berupaya mencari solusi di tengah keterbatasan fiskal daerah.
“Saya dan Bu Dinda (Wakil Gubernur) sering berdiskusi bahkan hingga meneteskan air mata memikirkan situasi ini. Kami memohon maaf atas kebijakan yang sempat membuat Bapak dan Ibu berada dalam situasi sulit.
Namun, kami tidak berhenti berpikir. Alhamdulillah, per 2 Mei lalu kami telah mengupayakan penghasilan minimum bagi guru baru waktu, yang akan mulai diterapkan bulan September mendatang sebesar Rp500.000 per bulan.
Meski masih terbatas, ini adalah langkah awal yang akan terus kami tingkatkan secara bertahap,” tegas Gubernur.
Selain kesejahteraan, Gubernur menekankan pentingnya penguatan karakter guru sebagai teladan bagi peserta didik di tengah derasnya arus globalisasi dan perubahan sosial.
Menurutnya, guru harus mampu menjadi figur yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak dan kecerdasan spiritual yang kuat.
Ia juga mengungkapkan rencana inovasi Golden Ticket dan Silver Ticket untuk mendistribusikan kepala sekolah berprestasi ke daerah pelosok sebagai bagian dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di NTB.
Sementara itu, Pendiri ESQ, Ary Ginanjar Agustian, yang hadir secara virtual, menyampaikan apresiasi kepada para guru di NTB.
Ia menyebut NTB sebagai daerah yang memiliki kekuatan spiritual dan budaya religius yang kuat untuk membangun pendidikan karakter.
“Pendidikan intelektual saja tidak cukup karena hanya mengisi otak, bukan hati. Survei membuktikan kecerdasan akademik hanya berperan 5 hingga 10 persen dalam kesuksesan.
Melalui pelatihan ini, kita menggabungkan kecerdasan emosional dan spiritual agar para guru mampu membimbing generasi emas NTB 2045 yang memiliki karakter kuat dan mampu memimpin dirinya sendiri,” ujar Ary Ginanjar.
Melalui kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB dan ESQ, pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat transformasi pendidikan di NTB, tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga mental dan spiritual para pendidik.