ESQNews.id, BANDUNG – Gema takbir dan suasana penuh haru masih menyelimuti Pusdiklat STIKes Dharma Husada Bandung usai sesi penutupan Training ESQ Peduli Pendidikan untuk 1000 Guru Batch Pertama.
Coach Ramdhani (Trainer ESQ) sang maestro di balik sesi-sesi yang menggetarkan hati tersebut, memberikan pandangan mendalam mengenai alasan mengapa pelatihan karakter bagi pendidik kini menjadi harga mati.
Sebagai trainer berlisensi resmi dari sang pemikir peradaban, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian, Coach Ramdhani menegaskan bahwa batch pertama bagi guru se-Bandung Raya ini (27-28 Februari 2026) barulah permulaan dari tiga batch besar yang didedikasikan untuk masa depan bangsa.
Dimensi yang Tak Terjamah Kecerdasan Buatan
Di tengah gempuran era digital, Coach Ramdhani menyoroti sebuah realitas yang tak terelakkan. Saat ini, aspek intelektual telah menjadi komoditas yang mudah diakses oleh siswa melalui jemari mereka.
"Kita tidak cukup hanya mengajarkan hal-hal yang bersifat intelektual kepada anak-anak kita. Semua itu kini bisa didapatkan lewat Google, ChatGPT, hingga DeepSeek.
Namun, ada dimensi yang tidak akan pernah bisa digantikan oleh teknologi: bagaimana memiliki kesopanan, mampu menempatkan diri, dan yang paling utama adalah dimensi spiritual," tegas Coach Ramdhani.
Menghidupkan Nilai, Bukan Sekadar Ritual
Selama dua hari pelatihan, para guru diajak untuk melakukan reorientasi makna. Pekerjaan sebagai guru bukan lagi dipandang sebagai beban profesi, melainkan "jembatan" ibadah menuju rida Ilahi.
Hadirnya atmosfer spiritual yang kental dalam pelatihan ini diharapkan mampu membawa perubahan paradigma di ruang-ruang kelas.
Menurut Coach Ramdhani, tantangan guru masa kini bukan sekadar mengajarkan ritual agama, melainkan menghidupkan nilai-nilai spiritualitas yang nyata dalam perilaku sehari-hari.
"Tujuannya agar anak-anak didik kita memiliki ketangguhan mental karena landasan cinta kepada Allah dan cinta kepada Rasulullah. Inilah esensi dari Training ESQ 165 yang kami tanamkan," pungkasnya mantap.
Langkah Awal Menuju 1000 Guru Tangguh
Program CSR yang digagas oleh Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat bersama ESQ Group ini sebelumnya dibuka oleh Sekjen FKA ESQ, Gita A. Fadilla, serta dihadiri oleh Ahmad Asikin Spd. M Mpd. (Kabid P3TK) mewakili Kepala Dinas Pendidikan.
Kesuksesan Batch Pertama yang merangkul 250 guru secara gratis ini menjadi sinyal positif bahwa sinergi antara alumni ESQ dan dunia pendidikan di Jawa Barat semakin solid.
Rangkaian ini akan terus bergulir hingga mencapai target 1000 guru yang siap menjadi garda terdepan dalam menjaga mentalitas dan karakter generasi penerus Indonesia.