ESQNews.id, JAKARTA - “Learn what the
machines cannot do... learn values, independent thinking, believing, ...
sports, music, painting...”
Merebaknya penggunaan artificial intelligent (AI) membuat sebagian
besar pekerjaan manusia diambil alih robot dan beragam perangkat canggih
lainnya. Pendidikan seperti apa pada anak-anak kita yang bisa membuat manusia
tidak dikalahkan oleh mesin?
Jack Ma pengusaha bidang IT terkaya kedua di China yang pendapatan
bersihnya hampir 10 triliun dolar AS tahun ini mempercayai imajinasi,
kreativitas, dan kemampuan berpikir manusia lebih baik daripada mesin.
“Mesin, tidak memiliki hati, jiwa, dan keyakinan. Sementara
manusia adalah mahluk kreatif yang memiliki nilai-nilai dan keyakinan, sehingga
dapat mengendalikan mesin,” ujarnya.
Beri kesempatan anak untuk berpikir bebas mengeluarkan ide, pikiran, dan gagasannya. Ajarkan pada anak hal-hal yang berkaitan dengan kreatifitas seperti melukis, musik, juga olahraga.
Karena concern pada pendidikan, Jack Ma sempat membuat pengumuman mengejutkan bahwa ia akan meninggalkan raksasa e-commerce dan mendedikasikan waktunya untuk filantropi yang berfokus pada pendidikan.
