Minggu, H / 26 April 2026

Tak Sekadar Olah Raga, Tapi Olah Jiwa: Kisah Gita Supandi Temukan Jati Diri di Balik Riuh 1.000 Guru di Training ESQ

Minggu 15 Mar 2026 18:00 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: dok. ESQ

ESQNews.id, BANDUNG – Sebuah gerakan besar untuk menjaga kewarasan mental dan kekuatan spiritual tenaga pendidik di Jawa Barat pecah di Politeknik Pariwisata (Poltekpar) NHI Bandung, Jumat (13/3/2026).


Korwil Forum Komunikasi Alumni (FKA) ESQ Jawa Barat secara resmi menutup rangkaian "Training ESQ Peduli Pendidikan" yang diberikan secara gratis kepada 1000 guru se-Jawa Barat.


Puncak acara yang berlangsung dalam 3 batch ini dihadiri langsung oleh Founder ESQ Corp, Prof. Dr. (H.C) Ary Ginanjar Agustian. Kehadiran sang maestro transformasi karakter ini memberikan energi luar biasa bagi 500 peserta yang hadir di lokasi, mulai dari guru SD hingga SMA/SMK se-Jabar.


Keberhasilan acara ini merupakan buah manis dari sinergi berbagai pihak, di antaranya Disdik Jabar, ESQ, FKA ESQ, STIKes Dharma Husada Bandung, UPZ Baznas STIKes Dharma Husada, Quran Cordoba, Nur Quran Indonesia, dan PGRI.


Acara dibuka oleh Sekjen FKA ESQ Pusat, Gita A. Fadilla, dan dihadiri pula oleh Waketum FKA ESQ, Komjen. Pol. (Purn.) Nanan Soekarna. Dari pihak birokrasi, hadir memberikan sambutan di awal batch Ahmad Asikin Spd. M Mpd. (Kabid P3TK) yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.


Testimoni Peserta 


Pengalaman transformatif juga dirasakan oleh Gita Supandi, seorang guru PJOK dari SMPN 72 Bandung. Baginya, Training ESQ bukan sekadar pelatihan teknis mengajar, melainkan sebuah perjalanan penemuan jati diri yang mendalam.


"Alhamdulillah, pelatihan ini benar-benar menyadarkan saya akan pentingnya mendidik anak didik tidak hanya secara fisik melalui olahraga, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan spiritual mereka," ujar Gita dengan penuh haru.


Gita mengungkapkan bahwa selama mengikuti sesi training, ia melewati spektrum perasaan yang luar biasa—dari rasa haru hingga kebahagiaan yang meluap.


"Saya merasa sangat sedih sekaligus lega saat mulai memahami siapa jati diri saya yang sebenarnya. Ditambah lagi, bisa bertemu langsung dan mendapatkan ilmu dari Prof. Ary Ginanjar adalah momen yang tak ternilai harganya bagi saya," tambahnya.


Selain mendapatkan pencerahan batin, Gita juga merasa sangat bersyukur atas jaringan pertemanan baru yang ia bangun selama kegiatan.


Baginya, semangat kebersamaan ini menjadi energi tambahan untuk terus berdedikasi menciptakan perubahan positif di sekolahnya.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA