Kamis, H / 17 Juni 2021

Tak Boleh Anggap Sepele Cuci Piring Setelah Makan, Mengapa? (2)

Kamis 06 May 2021 07:16 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: afilityengineering.com

“Kamu salah, sekarang pulanglah dulu. Cucilah piringmu dulu! Bagaimana mungkin engkau bisa menjadi pemimpin yang bertanggung jawab terhadap masyarakat dan negeri, sedangkan engkau tidak bertanggung jawab terhadap barang yang telah engkau pergunakan.”


Kisah di atas memberi pelajaran yang penting. Kita kerap menginginkan anak atau siswa kelak menjadi seorang pemimpin hebat yang berguna bagi bangsa dan masyarakat, namun tidak membangun sifat tanggung jawab itu dari hal-hal yang kecil dan dari dalam dirinya sendiri.


<more>


Lihatlah fenomena keluarga zaman sekarang. Jika sedang ada acara kumpul dengan keluarga besar, misalnya saat hari raya Idul Fitri, maka para ibunyalah yang sibuk, dari mulai memasak makanan, mencuci piring, gelas-gelas bekas keluarga dan tamu, sampai mencucikan baju.


Sedang anak-anak dari yang masih kecil hingga remaja cenderung hanya bersenang-senang, bermain, dan bersantai-santai.


Kondisi tersebut sangat berbeda dengan beberapa decade lalu. Pada saat itu, orangtua sangat melibatkan anak-anak dalam kegiatan rumah tangga sehingga sifat tanggung jawab dan kemandirian anak tumbuh.


Di beberapa daerah mungkin fenomena tersebut masih tampak, namun di masyarakat perkotaan sudah hampir luntur.


(Dikutip dari buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S. Widayanti)


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA