Minggu, H / 26 April 2026

Sinaran Kalbu: Bahagia Tanpa Tepuk Tangan

Kamis 05 Mar 2026 06:06 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Youtube

ESQNews.id, JAKARTA - Atlet sejati tidak berlatih ketika stadion penuh dengan sorak-sorai, atau ketika kamera menyala. Justru ia berlatih saat tribun kosong, saat hanya ada keringat, lelah, dan keinginan untuk tidak menyerah.


Karena yang bentuk juara bukan soraka penonton, melainkan disiplin diri yang dilatih dalam saat sepi. 


Banyak perbuatan bernilai tinggi terjadi tanpa sorotan kamera. Banyak tindakan yang dampaknya besar justru dilakukan saat tidak ada yang melihat.


Kita hidup di zaman di mana segala sesuatu ingin ditampilkan, difoto, direkam, dibagikan, seolah-olah nilai perbuatan itu yang menjadi utama dan ingin diperlihatkan kepada masyarakat. 


Jadi, puasa adalah untukku, dalam Hadis Qudsi ini kalimat Allah langsung. Artinya, ketika puasa seperti berlatih di stadion sepi, bukan sorak sorai dari manusia, bukan love, bukan like, tapi hanya untuk Allah. 




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA