ESQNews.id, JAKARTA - “...maka sekali-kali janganlah kamu
mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka,
dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (Al-Israa’ [17]: 23)
Di sebuah Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), seorang anak
berusia dua tahun berkata pada temannya, “Aku sayang kamu, di saat sedih maupun
gembira.”
Tentu saja gurunya merasa heran dan melaporkan hal itu pada ibu anak tersebut. Si ibu tersenyum dan berkata bahwa kata-kata tersebut berasal dari sebuah buku kesayangan si anak.

Ia kerap meminta ibunya untuk membacakan buku tersebut saat
si anak bermain atau menjelang tidur.
Tidak saja gurunya, bahkan ibunya pun sering terkaget-kaget sekaligus terharu saat mendengar kalimat tersebut diungkapkan sang anak pada dirinya.
Di lain kesempatan, anak itu berbicara pada kakaknya, “Maaf Kakak, itu tidak sopan!” saat ia mendengar ucapan kakaknya yang memang kurang nyaman didengar.
Gurunya bertanya kepada si ibu, apa rahasia mendidik anak yang santun berbahasa tersebut?
(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)
