Minggu, H / 29 Januari 2023

Membentuk Hubungan Sehat Antara Orangtua dan Anak

Kamis 08 Aug 2019 10:24 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Freepik

Keluarga adalah tempat kita untuk berbagi suka dan duka. Orangtua adalah orang terdekat bagi anak.


ESQNews.id, JAKARTA – Sering kita dengar anak dengan perilaku kurang baik, dikaitkan dengan kurangnya perhatian dari orangtua. Terutama bagi orangtuanya yang ‘sibuk’ dengan dunia karier.


Orangtua mengorbankan waktunya demi omset, profit dan lain sebagainya. Sehingga anak merasa ‘terbengkalai’. Memang benar pekerjaan itu penting, namun alangkah baiknya bangun komunikasi juga dengan anak.


Atau luangkan waktu sejenak untuk anak. Anak adalah titipan sang Illahi, bagaimana cara menjaga dan membangun komunikasi yang sehat dengan anak? Ini rangkuman yang bersumber dari IG @ary.ginanjar (7/8).



- Nekat Bunuh Orangtua Karena Dituntut Berprestasi

- Mendidik Anak ala Orangtua Maudy Ayunda


Minimalisir penghalang terbentuknya hubungan sehat orangtua dengan sang buah hati:


1. Teknologi: Era VUCA ini teknologi sangat dibutuhkan. Namun, alangkah baiknya minimalisirkan penggunaan teknologi saat para orangtua sudah di rumah. Bangun komunikasi dengan anak, misal menanyakan aktivitas anak saat itu.


2. Jadwal Padat: Sepadat apapun pekerjaan para orangtua, setidaknya bisa membagi waktu bersama keluarga. Membangun quality time with family.


3. Beban Mental: Dunia kerja tak jarang membuat para orangtua merasa stres. Anak tahu hal itu, maka dia punya cara. Untuk mengalihkan perhatian orangtua terhadapnya, dia akan merengek minta dibelikan ini dan itu.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA