Senin, H / 28 November 2022

Kisah Lubdaka

Kamis 23 Jan 2020 11:01 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Instagram @dwisuardana

ESQNews.id, JAKARTA – Kisah ini sudah di share oleh banyak media. Salah satunya dari laman @balinese_art5. Bertepatan dengan Hari Raya Siwaratri, selalu dihubungkan dengan kisah dari Lubdaka. Siapakah Lubdaka itu?


Lubdaka adalah seorang pemburu binatang yang memakan dan menjual daging hasil buruannya untuk menafkahi keluarganya. Suatu hari saat sedang berburu ia tidak memperoleh seekor pun binatang. Tanpa pantang menyerah ia terus berburu hingga ke tengah hutan, sampai larut malam.


Ketakutannya terhadap binatang buas membuatnya memanjat pohon bilwa untuk tempat tidurnya. Dibawah pohon bilwa terdapat air telaga yang jernih, dengan sebuah Lingga. Perlahan Lubdaka memanjat pohon itu.


Meskipun ia sangat mengantuk ia tidak berani tidur karena takut terjatuh dan dimakan binatang buas, untuk menghilangkan rasa mengantuknya ia memetik daun-daun pohon bilwa dan menjatuhkannya ke bawah, sehingga mengenai Lingga yang ada di bawahnya. Lubdaka sendiri tidak menyadari bahwa malam itu adalah malam Siwaratri, dimana Dewa Siwa tengah melakukan yoga.


Ketika ia sedang memetik daun bilwa, ia teringat dengan masa lalunya yang selalu memburu semua binatang. Lubdaka mulai menyesali segala perbuatan jahat yang pernah dilakukannya sepanjang hidup. Di atas pohon bilwa itu, hatinya bertekad untuk berhenti bekerja sebagai pemburu. Waktu terasa sangat cepat, ia terus membayangkan masa lalunya hingga matahari terbit. Karena sudah pagi, ia berkemas-kemas pulang ke rumahnya.


<more>


Sejak hari itu, Lubdaka beralih pekerjaan sebagai petani. Waktu berjalan, akhirnya Lubdaka meninggal dunia di usia tua. Roh Lubdaka, setelah lepas dari jasadnya, bingung tak tahu harus ke mana. Para Cikrabala (Pasukan Neraka) kemudian datang hendak membawanya ke Neraka. Di saat itulah, Dewa Siwa datang mencegah pasukan Cikrabala. Pasukan Cikrabala beranggapan, roh Lubdaka harus dibawa ke neraka. Ini disebabkan, semasa ia hidup, ia kerap membunuh binatang yang seharusnya tidak dibunuh.


Namun Dewa Siwa berkata lain, Beliau mengatakan bahwa, walaupun Lubdaka kerap membunuh binatang, tapi pada suatu saat di malam Siwaratri, Lubdaka begadang semalam suntuk dan menyesali dosa-dosanya di masa lalu. Sehingga, roh Lubdaka berhak mendapatkan pengampunan. Akhirnya, roh Lubdaka dibawa ke Siwa Loka.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA