ESQNews.id,
JAKARTA – Hari ini tanggal 29 April bertepatan dengan Hari
Tari Sedunia. Sejarah Hari Tari Sedunia ini ditetapkan sebagai bentuk
penghormatan kepada seorang pencipta tari balet modern berkebangsaan Perancis
yaitu Jean Georges Noverre. Jean
Georges Noverre lahir pada 29 April 1727 dan wafat tanggal 19 Oktober 1810.
Jadi tanggal 29 April tersebut bersamaan
dengan tanggal lahirnya Jean. Namun menurut
berbagai sumber Hari Tari pertama kali muncul pada 1982, dicanangkan oleh
Lembaga Tari Internasional CID-Counseil International de la Danse. Bertujuan untuk
mengajak seluruh warga dunia agar berpartisipasi dalam menampilkan beragam
tarian dari masing-masing negara mereka, tak terkecuali di Indonesia.
Dalam rangka memperingati Hari
Tari Sedunia, berbagai macam pagelaran tari dibuat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri, Hari Tari pertama kali dirayakan di
Solo, Jawa Tengah dan diadakan pagelaran menari 24 jam pada 2015 lalu.
Selain di Solo, pagelaran tari diadakan di Kota Kembang Bandung. Kemarin (4/28) ada sekitar 4.000 penari yang merayakan Hari Tari Sedunia dengan membawakan tarian Ronggeng Geber. Penari itu sangat antusias dalam menari dan sungguh-sungguh dalam berlatih berbulan-bulan. Para pengunjung di Car Free Day (CFD) Dago pun sangat terkagum-kagum melihat keindahan tarian tersebut. Harapan untuk kedepannya yaitu tetap lestarikan budaya tarian dari berbagai Negara khususnya di Indonesia, agar tarian tidak habis dimakan masa.


