ESQNews.id - Isra' Mi'raj adalah fenomena intelektual (IQ), fenomena emosional (EQ) dan juga fenomena spiritual (SQ). Sehingga setiap orang akan bisa melihat dari 3 sudut pandang ini.
Secara IQ tentu otak manusia saat ini belum mampu menjawab fenomena ini, seperti halnya seekor semut yang mengatakan tidak mungkin dirinya bisa sampai ke Benua Eropa, padahal mudah saja bagi manusia dengan membawa semut kecil itu dibawa ke dalam pesawat terbang ke Eropa.
Begitu juga manusia yang dibawa ke Sidratul Muntaha atas kehendak Tuhan Pencipta Alam Raya.
Baca juga : Ilmu dalam Diri adalah Kunci
Secara EQ, tentu manusia akan percaya kepada orang yang senantiasa jujur selama hidupnya yaitu Al Amin Nabi Muhammad SAW yang dibawa ke sana. Secara spiritual, ini adalah fenomena sangat istimewa dan sangat luar biasa tak terbayangkan. Karena ini adalah pertemuan antara manusia dengan Tuhan.
Ada dua hal penting yang bisa kita catat :

Pertama, ini membuat semakin bertambah keyakinan dan keimanan kita bahwa kelak kitapun akan bertemu Allah Tuhan Semesta Alam, Penguasa Kerajaan Langit dan Bumi. He is exist !
Kedua, kita diberitahu langsung oleh Sang Pencipta tentang sebuah sistem komunikasi "wifi" yang membuat kita selalu terkoneksi dengan Tuhan.
Dan juga sebuah mekanisme sempurna bagaimana cara untuk memelihara Modal Spiritual atau Spiritual Capital kita selama kita hidup di muka bumi agar selamat, bahagia dan sukses lahir batin, baik di dunia maupun akhirat. Yaitu shalat lima waktu. Laksanakanlah.
Pertanyaannya sudah kita berterima kasih serta bersyukur yang dalam kepada Allah dan Rasulullah atas hadiah besar dari Isra' Mi'raj ini ?
Apakah tergetar dada Anda ?
Atau biasa-biasa saja ?
Mohon dijawab .....