Senin, H / 28 November 2022

Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Tema Projek Kurikulum Merdeka

Selasa 28 Jun 2022 09:17 WIB

Reporter :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Dokumen Pribadi Mushlihin

Oleh: Mushlihin (Guru SMP Negeri 1 Karanggeneng Lamongan)


ESQNews.id, JAKARTA - Saya belajar kurikulum merdeka. Utamanya projek Bhinneka Tunggal Ika. Tujuannya saya dapat memperkenalkan keberagaman masyarakat di Indonesia seperti suku, budaya, agama, kepercayaan yang dianut, serta karakteristik diri seperti sifat, minat, potensi, pemikiran dan lain-lain. Dengan tema ini diharapkan timbul kesadaran untuk mencintai perbedaan masyarakat Indonesia serta rasa persatuan dapat ditumbuhkembangkan sejak dini.


Sebelumnya saya terkesan dengan pemilihan ketua OSIS. Temanya bhinneka tunggal ika, calonnya memakai pelbagai baju daerah. Panitia beralasan untuk menunjukkan profil pelajar Pancasila yang berkebhinekaan global sebagaimana proyek merdeka belajar. Targetnya pelajar mampu mempertahankan budaya lokal luhur dan tetap berpikiran terbuka dalam berintegrasi dengan budaya lain.


Selain itu saya bersyukur sebagai pengawas penilaian akhir tahun SMP Negeri Karanggeneng Lamongan tahun 2022. Khususnya mata pelajaran PPKn kelas 7. Peserta terdiri dari lelaki dan perempuan. Kaum Adam dan Hawa. Status sosialnya berbeda. Asalnya juga dari berbagai desa. Mereka lulusan dari SD/MI Negeri, Muhammadiyah dan NU serta ormas Islam lainnya, namun bersatu. Mereka saling mengenal dan tidak membanggakan keunggulan nasab. Mereka pun tidak merasa paling mulia.


<more>


Saya menjadi teringat Alquran surat Al Hujurat ayat 13. Yā ayyuhan-nāsu innā khalaqnākum min żakariw wa unṡā wa ja'alnākum syu'ụbaw wa qabā'ila lita'ārafụ, inna akramakum 'indallāhi atqākum, innallāha 'alīmun khabīr. Artinya: "Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."


Berikutnya saya membaca salah satu stimulus. Isinya tentang bhinneka tunggal ika. Wah, cocok. Pas benar.


Bhinneka Tunggal Ika adalah semboyan atau motto bangsa Indonesia. Ungkapan tersebut ditemukan dalam Kitab Sutasoma. Penulisnya Mpu Tantular abad XIX di masa kerajaan Majapahit.


Tulisannya berbahasa Jawa yakni "Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa, Bhinneka rakwa ring apan kena parwanosen, Mangkang Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal, Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa."


Maknanya bahwa agama Buddha dan Siwa atau Hindu merupakan zat yang berbeda, tetapi nilai-nilai kebenaran Hina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal.


Meskipun terpecah belah, tetapi satu jua. Tegasnya tak ada dharma yang mendua. Secara harfiah bermakna bhinneka (beragam), tunggal (satu), ika (itu) yaitu beragam satu itu.


Bhinneka Tunggal Ika sejalan dengan ajaran Islam. Pemeluknya dilarang  menyerupai orang yang bercerai-berai dan berselisih serta meninggalkan agama, sebab akan mendapat azab yang berat.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA