Jumat, H / 24 September 2021

ACT Consulting Lakukan Engagement Survey di Berbagai Perusahaan dengan Metode yang Unik

Rabu 07 Jul 2021 17:11 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: achievers.com

ESQNews.id, JAKARTA – Banyak orang atau perusahaan yang bertanya-tanya, “Mengapa Engagement penting bagi perusahaan?” Untuk itu, Queen’s University Centre for Business Venturing (Pontefract dalam Forbes, 2017) membuktikannya menggunakan data dari 10 tahun employee engagement survey.

 

Setelah diteliti, dengan adanya engagement di perusahaan menghasilkan fakta bahwa 65% kenaikan harga saham, 26% penurunan turnover karyawan, 100% peningkatan jumlah lamaran bekerja yang masuk, 20% penurunan jumlah karyawan tidak hadir, 15% peningkatan produktitas, dan 30% kenaikan tingkat kepuasan pelanggan.

 

Artinya pengaruh engagement terhadap output bisnis organisasi sangatnya penting. Terutama dilihat dari 4 hal berikut yaitu dari segi Sumber Daya Manusia, Finansial, Operational, dan Customer.

 

Itu sebabnya, ACT Consulting menghadirkan program Employee Engagement Survey. ACT Consulting berpengalaman lebih dari 1 dekade dalam pembagunan budaya organisasi, employee engagement, assessment, sertifikasi dll.

 

ACT Consulting sudah mendampingi lebih dari 2.483 korporasi, diantaranya 142 BUMN di Indonesia. Memiliki certified assesor & expert yang berpengalaman baik di dalam maupun luar negeri.

 

Engagement Survey yang dimiliki ACT Consulting dilengkapi dengan “Analisa Permodelan” sehingga organisasi tidak hanya bisa mengetahui tingkat engagement karyawan,  namun dapat menggambarkan korelasi antar variabel & mengetahui root cause-nya sehingga lebih presisi. 

 

Tak hanya itu, program ini juga dilengkapi dengan rekomendasi para assesor & expert untuk meningkatkan engagement based on hasil engagement survey. Maka dari itu, hal utama yang dilakukan ACT Consulting adalah mencari beberapa indikator untuk mengetahui tingkat keterikatan (engagement) karyawan dengan perusahaannya, di antaranya:

 

1. CORPORATE ENGAGEMENT LEVEL, Menunjukkan tingkat engagement level Pegawai secara keseluruhan di dalam suatu organisasi.

 

2. ENGGAGEMENT KEY FACTOR, Analisa yang berkaitan dengan 6 faktor utama yang mempengaruhi terhadap tingkat engagement pegawai di dalam suatu perusahaan. Menuut Trend in Global Employee Engagement Hewitt 2017, 6 faktor itu mencakup kepemimpinan, manajemen kerja, pekerjaan, sarana prasarana, praktek organisasi (dalam menjalankan organisasi), reputasi organisai.

 

ENGAGEMENT KEY FACTOR terbagi lagi menjadi 3 analisa yaitu The Impact of Engagement key factor to corporate level (Analisa setiap key factor), Corporate Engagement Level Model (Analisa permodelan berdasarkan statistic), Average Engagement Level for Each factor (Analisa rata-rata penilaian pada 6 faktor di atas).

 

3. ENGAGEMENT BEHAVIOR LEVEL, Menunjukkan sejauh mana perilaku-perilaku yang mencerminkan high-engagement employee ditunjukkan oleh anggota organisasi.

 


<more>


Setelah menemukan indikator-indikator yang diperlukan, maka tahap selanjutnya yaitu mengolah data yang didapatkan dengan beberapa metodologi. ACT Consulting menggunakan metodologi bertaraf internasional seperti:

 

1.       Sampel (Stratified random sampling)

2.       Pendekatan Analisis: Kuantitatif Deskriptif, Analisa Multiple Regresi, Analisa Kualitatif (FGD)

3.       Teknik  Penelitian: Kuesioner, Survey terdiri atas 35 Pertanyaan* dari 7 Variabel

4.       Penyajian Data: Tabel  dan Chart, Gambar Permodelan Corporate Engagement

 

Maka di akhir survey pengukuran ini, akan didapatkan hasil analisis employee engagement melalui pengukuran kuantitatif dan terpercaya. Sebagai umpan balik terhadap seberapa jauh upaya-upaya perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya untuk meningkatkan engagement di dalam organisasi. Serta bisa merumuskan rencana perbaikan untuk mendukung bisnis dan sasaran perusahaan saat ini dan masa yang akan datang.

 

Dampaknya akan terlihat dari perilaku yang berhasil ditunjukkan oleh anggota organisasi. Mereka akan mencerminkan keterikatan yang tinggi dengan organisasinya. Perilaku engagement ini melahirkan rumus 3 S yakni:

 

1.       Say (berbicara positif tentang organisasi kepada orang lain baik di dalam dan di luar organisasi)

2.       Stay (menampilkan keinginan yang kuat untuk tetap menjadi anggota organisasi)

3.       Strive (memberikan upaya yang optimal dan lebih berkontribusi bisnis organisasi)

 

Sebagai informasi, ACT Consulting telah melakukan Employee Engagement Survey terdapat beberapa perusahaan seperti Bank Indonesia, Bank BJB, Pertamina, BNI Syariah, KPP, Artajasa, Food Station dan lainnya.

 

Adapun gambaran umum terkait Investasi Program ini. Salah satunya Investasi Employee Engagement Survey terhadap PT Antam Tbk.

 



Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA