Senin, H / 02 Februari 2026

Upaya Mengoptimalkan Bandara Kertajati di Awal Tahun Melalui Program Penerbangan Umrah

Rabu 21 Jan 2026 13:12 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Infomjlk

ESQNews.id, MAJALENGKAMemasuki awal tahun 2026, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati terlihat tengah memfokuskan upaya untuk mengoptimalkan aktivitas penerbangan, khususnya melalui layanan umrah.

Hal ini menjadi indikator bahwa pemanfaatan infrastruktur tersebut sedang diupayakan untuk menjadi lebih dari sekadar rutinitas transportasi, melainkan aset ekonomi yang produktif.

Inisiatif pembukaan rute menuju Tanah Suci ini dapat dipandang sebagai langkah awal dalam membangun kemandirian wilayah, di mana potensi daerah dikelola melalui infrastruktur milik sendiri.

Langkah penguatan operasional tersebut dilaksanakan secara paralel dengan pendekatan institusional terhadap pemerintah daerah di kawasan penyangga.

Indikasi ini tercermin melalui pertemuan koordinasi yang melibatkan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Subang dan Indramayu.

Pertemuan tersebut dapat dimaknai sebagai upaya strategis untuk mempererat keterhubungan antarwilayah, mengingat letak geografis kedua kabupaten tersebut memiliki kedekatan aksesibilitas dengan Bandara Kertajati dibandingkan bandara lainnya.

Selain koordinasi kewilayahan, langkah ini juga tidak terlepas dari harapan yang sebelumnya telah ada mengenai pentingnya sebuah gerakan bersama.

Harapan tersebut menitikberatkan pada keterlibatan antara pemerintah, biro perjalanan umrah, dan masyarakat.

Upaya yang dilakukan saat ini menjadi relevan sebagai bentuk ikhtiar untuk merealisasikan harapan tersebut, di mana ketiga elemen ini dapat saling mendukung dalam menghidupkan aktivitas bandara.

Di sisi lain, aspek fasilitas penunjang bagi jemaah juga menjadi topik pembahasan yang melibatkan sektor perbankan daerah.

Kehadiran Bank BJB dalam diskursus ini membuka peluang adanya skema layanan yang memudahkan masyarakat.

Salah satu poin yang mengemuka adalah pembahasan mengenai fasilitas bagi kalangan pegawai, termasuk Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayah potensial seperti Kabupaten Kuningan, dalam merencanakan ibadah umrah.

Keterlibatan sektor perbankan ini dinilai penting untuk melengkapi sistem pelayanan, mulai dari perencanaan biaya hingga keberangkatan.

Rangkaian langkah yang melibatkan pemerintah daerah, sektor perbankan, hingga pelaku usaha travel ini merupakan bentuk ikhtiar kolektif untuk mengoptimalkan fungsi bandara.

Berbagai upaya yang ditempuh tersebut menjadi fondasi agar pelayanan kepada jemaah dapat berjalan berkelanjutan.

Melalui proses ini, Jawa Barat tengah berupaya mewujudkan kemandirian dalam memfasilitasi ibadah warganya lewat gerbang udaranya sendiri. [infomjlk]

Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA