Sebagai warga lokal yang telah bekerja di lokasi sejak tahap pembebasan lahan tahun 2009, ia mencatat rekam jejak aktivitas penerbangan dari waktu ke waktu.
Pengamatannya mencakup periode ketika volume penerbangan berada di angka tertinggi hingga kondisi terkini di lapangan.
Menurut keterangan Asmat, intensitas penerbangan tertinggi di Kertajati tercatat pada pertengahan tahun 2019, tepatnya sekitar bulan Juli.
Pada kurun waktu tersebut, operasional penerbangan domestik berjalan dengan frekuensi yang padat ke berbagai tujuan.
Ia menyebutkan angka spesifik bahwa bandara ini pernah melayani hingga 22 rute penerbangan yang beroperasi secara reguler setiap harinya.
Asmat menjelaskan bahwa operasional dengan 22 rute tersebut memiliki durasi waktu yang terbatas. Fase aktivitas tinggi ini tercatat berlangsung efektif selama kurang lebih 7 bulan.
Setelah melewati rentang waktu tersebut, frekuensi penerbangan mulai mengalami perubahan sebelum akhirnya berhenti total akibat faktor situasi kesehatan global.
Memasuki awal tahun 2020, pandemi COVID-19 berdampak langsung pada jadwal penerbangan di Kertajati.
Asmat menuturkan bahwa selama kurang lebih 3 tahun, bandara mengalami masa jeda operasional atau vakum dari penerbangan komersial reguler.
Selama periode pembatasan sosial tersebut, tidak terdapat aktivitas pengangkutan penumpang yang signifikan di area terminal.
Aktivitas penerbangan sempat kembali berjalan pasca pandemi melalui layanan ibadah haji dan pengalihan rute dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung. Asmat mencatat terdapat sekitar 7 rute peralihan yang masuk dan beroperasi di Kertajati.
Namun, operasional rute peralihan ini hanya bertahan dalam jangka waktu sekitar satu tahun sebelum kembali berkurang.
Terkait kondisi operasional saat ini, Asmat menginformasikan bahwa per tanggal 2 Juni, layanan penerbangan domestik sudah tidak beroperasi.
Jadwal penerbangan yang masih aktif tercatat hanya menyisakan rute internasional dengan tujuan Singapura.
Keterangan Asmat ini menjadi data faktual mengenai kapasitas operasional Bandara Kertajati yang pernah mencapai angka 22 rute pada masa lampau. [infomjlk]





