Senin, H / 08 Agustus 2022

Soeharto Pernah Membuat Prajurit TNI Menangis, Ini Alasannya!

Selasa 15 Oct 2019 14:15 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Instagram @antara

“Dari pak Harto kita belajar bagaimana memperlakukan binatang dengan baik, tanpa perlu menggunakan kekerasan,” tulisan yang tertera di akun IG @titiksoeharto.


ESQNews.id, JAKARTA - Dengan adanya hak asasi binatang, bukan berarti kita harus memperlakukan binatang selayaknya manusia, melainkan memikirkan mereka sebelum melakukan sesuatu seolah kita akan melakukannya kepada sesama manusia.


Hak asasi yang dimaksud bukanlah hak untuk memilih, tetapi hak untuk tidak menderita ditangan manusia dan untuk hidup bebas dari penderitaan serta eksploitasi.


Seorang profesor hukum, Gary Francione menyatakan bahwa hewan hanya butuh satu hak, yakni hak untuk tidak dijadikan benda atau properti.


<more>


Namun, banyak juga orang yang menyayangi, mengerti terkait kehidupan hewan dan habitatnya. Salah satunya yaitu Soeharto, mantan Presiden RI kedua setelah Soekarno.


Kepedulian pria kelahiran Bantul ini pada binatang buat prajurit TNI terharu. Selama memimpin Indonesia, Soeharto memberikan perhatian kepada banyak hal, termasuk kepada binatang juga habitatnya.


Mantan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia (1978-1993), Emil Salim mengisahkan suatu ketika pernah mendapat kabar dari Palembang. Prajurit TNI sedang bersiap-siap menembak rombongan gajah yang ‘mengamuk’.




Merusak kebun-kebun desa transmigrasi yang baru saja didirikan. Setelah dipelajari, ternyata gajah-gajah di hutan pedalaman Sumatera memiliki ritual.


Pergi ke laut setahun sekali untuk memperoleh garam, dan jalan yang dilewati selalu sama. Sayangnya, jalan tersebut belakangan ini sudah digunakan untuk berkebun.


Mengetahui hal ini, Soeharto sebagai Jenderal Besar TNI melarang para prajurit TNI menembaki gajah-gajah tersebut. Hanya memberikan saran untuk menggiring gajah tersebut dengan menggunakan perangkat yang ada bunyinya.


Para prajurit TNI pun mengikuti perintah dan segera melaksanakannya. Alhasil, gajah-gajah tersebut berjalan dalam formasi dan bisa kembali ke hutan.


Peristiwa ini membuat para prajurit TNI menitikkan air mata. Soeharto pun lantas mengucapkan terimakasihnya untuk tugas yang tak biasa ini.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA