“Didengarkan” adalah kebutuhan semua anak maupun orang dewasa. Oleh karenanya, ketika di rumah tidak ada tempat curhat, anak-anak mencarinya di luar rumah. Ia curhat pada teman-temannya, bisa sesama jenis atau lawan jenis. Padahal, hasil riset menunjukkan bahwa remaja yang diberi kesempatan berbicara dengan orangtua mereka akan memiliki daya tahan mental lebih baik terhadap lingkungan negatif.
Tentu saja anak tak bisa curhat begitu saja
pada orangtuanya. Kalau orangtua tak biasa mendengarkan dan menyimak
pembicaraan anak-anaknya sejak kecil, ia akan sungkan untuk berbicara.
Jika anak merasa dekat dengan orangtuanya, dengan sendirinya ia akan berbicara karena merasa yakin didengarkan dan dimengerti, bukan disalahkan dan diceramahi.

Seorang motivator ternama berkata, “Semakin besar seseorang, ia cenderung semakin mendorong orang lain untuk berbicara. Semakin kecil seseorang, ia cenderung semakin mengkhutbahi lawan bicaranya." Bagaimana dengan Anda?
(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S Widayanti)
