Jumat, H / 17 April 2026

Menulis untuk Memaafkan

Minggu 29 Mar 2026 10:28 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: Inspire 165

ESQNews.id, JAKARTA - Malam itu aku duduk sendiri dengan perasaan yang belum selesai. Ada luka lama yang kembali terasa, meski sudah lama aku mencoba melupakannya.


Aku tidak tahu harus bercerita kepada siapa.


Akhirnya, aku mengambil buku catatan dan mulai menulis.


Awalnya kaku. Kata-katanya terasa berat. Aku menulis tentang kejadian yang pernah menyakitkan, tentang kekecewaan yang belum sempat aku ungkapkan, dan tentang perasaan yang selama ini aku simpan rapat.


Semakin aku menulis, semakin aku menyadari bahwa aku bukan hanya marah pada orang lain, tetapi juga pada diriku sendiri.


Aku menulis lebih dalam.


Tentang harapan yang tidak terpenuhi. Tentang ekspektasi yang terlalu tinggi. Tentang luka yang sebenarnya berasal dari ketidakmampuanku menerima kenyataan.


Air mataku jatuh.


Namun kali ini, bukan karena sakit, melainkan karena ada sesuatu yang mulai luruh.


Tulisan itu seperti ruang aman. la tidak menghakimi. la tidak memotong, la hanya menerima..


Hari demi hari, aku terus menulis. Perlahan, kata-kata yang awalnya penuh emosi berubah menjadi lebih tenang.


Aku mulai bisa melihat dari sudut yang berbeda. Bahwa mungkin, tidak semua orang bermaksud menyakiti. Bahwa mungkin, ada pelajaran yang Allah titipkan di balik kejadian itu.


Dan tanpa aku sadari, aku mulai memaafkan.


Bukan karena mereka meminta maaf. Tetapi karena aku ingin hatiku tenang.


Beberapa waktu kemudian, aku membagikan sebagian tulisan itu.


Ternyata, ada yang merasakan hal yang sama.


"Aku juga sedang belajar memaafkan." "Tulisan ini seperti mewakili perasaanku."


Aku tersenyum.


Ternyata, proses memaafkan yang aku tulis untuk diriku sendiri, bisa menjadi jalan penyembuhan bagi orang lain.


Mari kita mulai menulis, bukan untuk menyalahkan, tetapi untuk memahami. Kita tulis apa yang kita rasakan dengan jujur, agar hati memiliki ruang untuk sembuh.


Karena terkadang, memaafkan tidak dimulai dari orang lain, tetapi dari keberanian kita untuk berdamai dengan diri sendiri.


"Memaafkan bukan berarti melupakan, tetapi melepaskan beban agar hati menjadi ringan."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA