ESQNews.id, JAKARTA - Seorang guru di sebuah sekolah membawa
murid-muridnya ke sebuah kebun. Ketika gurunya menunjukkan pohon papaya dengan
buah-buahnya yang bergantung, seorang anak tiba-tiba bertanya, “Bu guru, pepaya
itu bukankah berasal dari supermarket?” tanyanya heran.
Ketika diajak melihat pohon kakao, hampir semua anak tak
percaya jika coklat berasal dari biji buah yang justru tidak berwarna coklat.
Mereka begitu familiar dengan makanan yang satu ini karena
sering dikonsumsi, baik dalam makanan maupun minuman, namun dari mana benda itu
berasal mereka tidak tahu.
Begitulah fenomena anak perkotaan saat ini. Mereka begitu terbiasa mengonsumsi makanan dan barang dari berbagai toko atau supermarket, namun mereka tidak tahu dari mana benda-benda yang dibelinya itu berasal.

Orangtua mereka lebih sering menghabiskan hari-hari libur bersama anak untuk berjalan-jalan ke berbagai mall daripada ke alam terbuka tempat anak dapat belajar berbagai hal.
Di tampat lain, di sebuah sekolah usia dini, setelah berjalan-jalan ke kebun, guru menyiapkan berbagai jenis sayuran di mejanya.
Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter karya Ida S. Widayanti.
