Minggu, H / 29 Januari 2023

Memandang Indah Musibah, PSBB di Jakarta, Hingga Kendalikan Covid-19

Senin 13 Apr 2020 08:09 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: livehappymagazine.com

ESQNews.id, JAKARTA – Berita terpopuler kali ini masih sama halnya dengan berita sebelumnya, yaitu terkait Corona. Ketiga artikel dengan minat baca yang cukup banyak, masih berkaitan dengan wabah yang menular tersebut. Di antaranya:


Memandang Indah Musibah


Wabah apapun dan bagaimanapun wujudnya, semata-mata tidak untuk melukai, bukan untuk menyakiti. Tetapi, di setiap detail wabah dan musibah, terdapat ruang-ruang yang disisipkan Allah Swt untuk belajar.


Agar manusia kembali sadar. Musibah tidak seharusnya menjadikan manusia selalu resah, berputus asa dan dirundung susah gelisah. Tetapi, harus pandai-pandai mengambil hikmah. Harus tetap melangkah dengan sangat gagah.


Dari itu, selain memang Covid-19 ini merenggut banyak nyawa dan merepotkan sepenjuru dunia, justru terdapat banyak sekali hal yang menjadikan manusia kembali belajar. Menata lagi hidup agar lebih berhati-hati.


Selengkapnya di sini: Memandang Indah Tentang Musibah (1)

Dan di sini: Memandang Indah Tentang Musibah (2)

 

PSBB di Jakarta


Setelah segala banyak pertimbangan, akhirnya Menkes menyetujui adanya PSBB. Menurut beberapa informasi media, hal tersebut tertuang pada Keputusan Menkes nomor HK.01.07/MENKES/239/2020 tentang Penetapan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.


Dalam keputusan tersebut disebutkan bahwa Pemerintah Daerah Provinsi DKI Jakarta wajib melaksanakan PSBB sesuai ketentuan perundang-undangan dan secara konsisten mendorong dan mensosialisasikan pola hidup bersih dan sehat kepada masyarakat.


Mulai berlaku pada tanggal ditetapkan, yaitu pada tanggal 7 April 2020.


Selengkapnya di sini: Menkes Berlakukan PSBB di DKI Jakarta


Kendalikan Covid-19


Hidup Seperti berenang di tengah gelombang, jangan pernah berharap bahwa gelombang itu akan berhenti. Ia akan terus datang silih berganti. Dari mulai Banjir, gempa bumi, kebakaran hutan, tsunami, dan corona. Belum lagi corona ekonomi dan corona sosial, tiada henti.


"Dan setelah corona pun saya yakin tak akan berhenti, akan terus datang bergiliran. Yang akan selamat adalah orang-orang yang pandai berenang. Tetapi yang pandai berenang pun tidak cukup ia akan kelelahan apabila tidak punya tujuan," papar Ary Ginanjar dalam IGnya pada pekan lalu.


Selengkapnya di sini: Covid-19, Tiga Hal Ini yang Bisa Kita Kendalikan


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA