Minggu, H / 29 Januari 2023

Makna Liburan

Selasa 28 Dec 2021 14:23 WIB

Reporter :EDQP

Ilustrasi

Foto: pabe.nl

Oleh: Faqih Al Fadlil, Guru di MILBoS Internasional


ESQNews.id, JAKARTA - Sebentar lagi akan liburan. Siapa yang tidak senang dengan itu? Setelah menghadapi lelahnya kesibukkan, sudah saatnya untuk melepaskan beban itu semua. Manusia adalah makhluk yang lemah. Tidak akan bisa bertahan dalam sebuah pekerjaan sepanjang waktu. Karena manusia bukanlah robot yang tak punya lelah. Bisa bekerja tanpa ada rasa, alias hampa. Bahkan mesin pun masih butuh istirahat, bila dipaksakan maka akan terjadi kerusakan pada mesin.


Maka sebaik-baik liburan adalah pulang. Semua orang akan sangat merindukan kabar di rumah. Bertemu dengan keluarga dan teman-teman di kampung halaman. Kita pasti sangat rindu dengan segala hal yang pernah kita lakukan di sana. Bernostalgia atau mungkin mengabdi kepada orang-orang sekitar. Berbakti dan membalas budi kebaikan yang telah diberikan oleh masyarakat kita.


Bagi orang sering di rumah mungkin “pulang” bukanlah hal yang istimewa. Akan tetapi bagi para perantau, “pulang” adalah hal yang luar biasa. Perpisahan dengan keluarga bagaikan puasa. Dan pulang adalah berbuka. Sungguh sangat nikmat orang yang bisa berbuka setelah menjalani puasa yang begitu lama. Walau kadang untuk bisa berbuka puasa perlu modal yang tidak sederhana.




Liburan tidak bermakna libur dalam segala aktivitas. Kualitas seseorang itu ditentukan saat seseorang berada di waktu kosong. Seberapa produktif kita ketika waktu kosong itu adalah cermin atau bukti seberapa berkualitas kita. Maka kegiatan dan aktivitas bermanfaat harus tetap dilakukan. Shalat jamaah dan sunnahnya harus tetap jalan. Olahraga dan melatih tubuh perlu terus dilakukan. Menambah ilmu dengan cara membaca tulisan sederhana juga bisa diterapkan.


Libur bagi beberapa ulama diartikan “tabadulil amal” yakni berhenti dari sebuah kegiatan dirubah dengan kegiatan yang lain. Intinya bahwa libur tidak berarti berhenti dari segala macam aktivitas. Tidak hanya tidur dari pagi sampai sore. Main game dari petang sampai petang lagi. Atau nonton youtube dari pagi buta sampai gelap malam. Tapi tetap melakukan sesuatu yang bermanfaat.


<more>


Pulang adalah momen yang sangat penting untuk membuktikan bahwa kita telah berbeda. Kita telah berkembang menjadi lebih baik. Berbakti kepada orang tua. Membantu mereka dalam beberapa aktivitas yang bisa dilakukan. Mengajar adik atau keponakan shalat dan baca quran. Atau berkontribusi dengan kegiatan di masyarakat. Artinya kepulangan kita sangatlah berguna. Tidak sama dengan kita yang dulu.


Jangan pernah mejadikan liburan adalah pelampiasan. Itu adalah sebuah niat yang tidak bagus. Pelampiasan yang dilakukan adalah bukti selama ini selalu memakai topeng dalam mennjalani kegiatan. Merasa terpaksa dan nurut dengan segala kebijakan dan keputusan sistem. Hanya merasakan lelah dan capek, tapi tidak mendapatkan hasil apa-apa. Perlu adanya niat yang bagus dalam melakukan aktivitas yang baik. Sebab amal tidak akan bisa diterima bila niat dan cara tidak benar.


Perpisahan dengan orang tua untuk sebuah tujuan yang besar adalah hal mulia. Jadikan masa perpisahan adalah waktu untuk menempa diri. Bila nanti pulang, tunjukan bahwa kita telah berbeda. Memberikan manfaat yang luar biasa. Jangan sampai kepulangan kita menjadi hal menyedihkan dan memalukan mereka. Tetap, orang tua akan selalu menganggap bahwa kita terus berproses menjadi pribadi baik. Bila hasilnya sebaliknya, sungguh itu adalah bentuk kedurhakaan kita kepada mereka. Wallahuaalam.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA