Jika hal itu terjadi maka akan sangat berbahaya. Belakangan ini
teknologi informasi berkembang sangat pesat. Mau bertanya apa saja tersedia
mesin pencari informasi semacam “Paman Google”, yang siap menjawab apa saja,
menampakkan gambar apa pun, atau menayangkan berbagai cuplikan video, tanpa pandang
bulu anak berapa tahun yang bertanya.
Banyak kasus meski anak tak berniat mencari informasi yang negatif, namun yang keluar adalah tayangan informasi yang tidak sesuai dengan usianya, karena misalnya mengandung unsur pornografi.

Oleh karena itu, wajar jika Menkominfo Tifatul Sembiring
mengatakan bahwa 97 persen anak usia SMP dan usia SMA pernah mengakses dan
menonton situs porno.
Anak kita, meski fisiknya dekat dengan kita, mungkin pikirannya telah menjangkau jauh ke mana-mana, entah ke arah positif maupun negatif.
Kita harus menyadari bahwa saat ini, orangtua bersaing dengan teknologi untuk merebut perhatian anak dalam memuaskan dahaga rasa ingin tahunya. Bersikap terbuka dan menyenangkan serta selalu mengikuti perkembangan yang terjadi akan dapat menghindarkan anak-anak jauh meninggalkan orangtua.
(Dikutip dari Buku Mendidik Karakter dengan Karakter Karya Ida S. Widayanti)




