Selasa, H / 30 Mei 2023

Jujur, Siapa Takut?

Senin 06 Sep 2021 15:19 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: shutterstock.com

Oleh: Hidayah Nur Furqon (Guru di MILBoS Internasional)


ESQNews.id, JAKARTA - Jika kita meyakini bahwa kejujuran adalah pintu dari segala pintu kebaikan, serta meyakini bahwa kebohongan adalah pintu dari segala macam keburukan. Dengan demikian, kita meyakini serta percaya dengan hadist yang Rasulullah sampaikan untuk umatnya,


“Hendaklah kalian senantiasa berkata jujur, karna sesungguhnya kejujuran akan mengantarkan pada kebaikan, dan sesungguhnya kebaikan akan mengantarkan pada surga. Bahkan jika seseorang senantiasa berkata jujur dan berusaha untuk jujur, maka ia akan dicatat disisi Allah sebagai orang yang jujur. Tetapi hati-hatilah kalian dari perbuatan dusta, karna sesungguhnya perbuatan dusta akan mengantarkan pada pintu kejahatan, sedangkan kejahatan akan mengantarkan pada neraka, jika seseorang sudah terbiasa untuk berdusta, maka ia akan dicatat disisi Allah sebagai pendusta.”




“Kejujuran” ya itulah sebuah kata yang memang indah didengar, tetapi tidak seindah untuk mengaplikasikannya dalam keseharian. Ketika ada yang mengatakan “jujur” semakin langka dan jauh terkubur, bahkan tidak lagi menarik lagi bagi kebanyakan orang. Semua orang paham akan maknanya, tetapi begitu mudah mengabaikannya. Yang lebih berbahaya lagi adalah ada orang yang ingin dan selalu bersikap jujur, tetapi mereka belum sepenuhnya tahu apa itu sikap yang termasuk katagori jujur.


Jujur bisa diartikan menyatakan sesuatu yang sebenar-benarnya, atau menyampaikan informasi sesuai dengan keadaan sesungguhnya tanpa ada sesuatu yang dikurangi atau dilebihi. Jujur juga bisa diartikan menyesuaikan antara niat dengan ucapan dan perbuatan seseorang.


Oleh karna itu, ketika seseorang terbiasa berkata jujur, maka sulit baginya untuk berkata bohong  dan orang lain akan selalu mempercayai perkataannya. Sebaliknya, ketika seseorang sudah terbiasa untuk tidak berkata jujur, maka sulit baginya untuk menyampaikan yang sebenarnya terlebih lagi ucapannya tidak akan lagi dipercaya oleh orang lain.


<more>


Ada sebuah ungkapan yang mengatakan “kejujuran itu mahal." Memang kejujuran itu mahal bahkan sangat mahal, oleh karna itu, mengapa ketika seseorang berkata jujur terkadang terasa sangat berat. Apalagi di zaman sekarang yang mana ketika ada seseorang yang memilih berkata jujur maka dipastikan orang tersebut akan dibenci, dicaci, serta dimusuhi. Mungkin fenomena berkata jujur adalah sesuatu yang mungkin sedikit kita temukan di kehudupan sehari-hari, bahkan kebanyakan mereka lebih memilih tidak jujur untuk bisa selamat dan aman dari pada jujur tetapi  mendapat masalah.


Pada dasarnya, tidak ada alasan bagi untuk berbohong, jika kita memahami serta meyakini arti dari sebuah kejujuran. Sebenarnya sangat mudah untuk kita berbuat jujur, karna sesungguhnya kejujuran itu dapat membuat kita dan orang lain tenang dan senang. Walaupun terkadang ada juga yang merasa sakit. Setidaknya tindakan jujur akan meringankan sebuah masalah dan tidak menimbulkan masalah baru.


Kita tahu bahwa sikap jujur merupakan sumber keberuntungan, sebaliknya sikap dusta adalah sumber kehinaan. Karna satu kebohongan akan mendorong kebohongan lainnya, jadi lebih baik kita berperilaku jujur karena kejujuran akan membuat kita senang dan nyaman.


Sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al- Ahzab:


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا


“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar."


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA