Jumat, H / 17 April 2026

Jelang Ramadan, Harga Sembako di Bandung Masih Terkendali

Minggu 01 Feb 2026 17:49 WIB

Editor :EDQP

Tangkapan Layar

Foto: infobdg

ESQNews.id, BANDUNG — Menjelang Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, harga kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di Kota Bandung dipastikan masih berada dalam kondisi relatif aman dan stabil.


Meski cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi sempat memengaruhi pasokan, fluktuasi harga di pasar tradisional dinilai masih wajar dan belum menimbulkan gejolak berarti.


Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengatakan, pemantauan harga terus dilakukan secara intensif oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Bandung di sejumlah pasar tradisional.


Dari hasil pemantauan tersebut, belum ditemukan lonjakan harga ekstrem yang dapat mengganggu daya beli masyarakat.


“Secara umum harga masih terkendali. Memang ada sedikit kenaikan di beberapa komoditas hortikultura seperti cabai akibat faktor cuaca, tapi masih dalam batas wajar dan tidak melonjak tajam,” kata Farhan, Minggu, 1 Februari 2026.


Berdasarkan laporan Disdagin, Farhan menyebutkan harga cabai rawit merah saat ini berada di kisaran Rp58.000 per kilogram.


Angka tersebut mengalami kenaikan sekitar Rp9.000 dibandingkan periode sebelumnya, namun masih jauh lebih rendah dibandingkan lonjakan harga pada waktu lalu yang sempat menembus Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.


“Kalau dibandingkan saat saya sidak bersama Disdagin dan Bulog beberapa waktu lalu, justru kondisi sekarang lebih stabil,” ucapnya.


Sementara itu, harga komoditas protein hewani terpantau masih berada pada level normal. Data Disdagin per akhir Januari 2026 mencatat harga daging sapi di kisaran Rp140.000 per kilogram, daging ayam ras Rp38.000 per kilogram, dan telur ayam Rp29.000 per kilogram.


“Untuk sektor perdagingan relatif aman. Tidak ada gejolak harga yang signifikan,” jelas Farhan.


Terkait bencana longsor yang sempat terjadi di wilayah Kabupaten Bandung Barat (KBB), Farhan memastikan distribusi bahan pangan ke Kota Bandung tidak terdampak. Jalur distribusi dinilai tetap berjalan lancar sehingga pasokan dan harga di pasar tetap terjaga.


“Distribusi dari distributor aman. Tidak ada gangguan pasokan ke Kota Bandung,” ujarnya.


Farhan menegaskan, stabilitas harga pangan menjadi perhatian utama menjelang Ramadan dan Idulfitri agar masyarakat dapat menjalani ibadah dengan tenang tanpa terbebani kenaikan harga.


“Kami tidak ingin masyarakat Bandung menghadapi Ramadan dengan tidak ada kecemasan soal harga pangan. Pemerintah hadir untuk memastikan pasokan aman harga terkendali dan daya beli warga tetap terjaga,” tegasnya.


Sebagai langkah antisipasi, Disdagin Kota Bandung akan kembali menggelar Bazar Murah Utama (Bazmut) di 30 kecamatan. Program tersebut diharapkan mampu menjaga keterjangkauan harga sekaligus menekan potensi inflasi jelang Ramadan hingga Lebaran.


“Bazar murah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi instrumen konkret untuk menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen. Kami ingin warga bisa membeli kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” ujar Farhan.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA