Senin, H / 08 Agustus 2022

Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA)

Jumat 14 Feb 2020 10:30 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Instagram

ESQNews.id, JAKARTA – Tidak ada suatu negara yang benar-benar hidup. Jika tidak seperti kuali yang mendidih dan terbakar, dan jika tidak ada benturan keyakinan didalamnya. Bangsa yang besar adalah bangsa yang mampu mengenang dan menghargai jasa-jasa para pahlawannya.


Memperingati 14 Februari setiap tahun adalah salah satunya. Tentunya bukan perayaan Hari Valentine yang dimaksud, namun perayaan Hari Peringatan Pemberontakan Pembela Tanah Air (PETA).


Saat itu, tanggal 14 Februari 1945, tepatnya 6 (enam) bulan sebelum Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia. Pasukan PETA di Blitar di bawah pimpinan Shodancho Supriadi melakukan sebuah pemberontakan.


Pemberontakan ini berhasil dipadamkan dengan memanfaatkan pasukan pribumi yang tak terlibat pemberontakan, baik dari satuan PETA sendiri maupun Heiho.


<more>


Supriadi, pimpinan pasukan pemberontak tersebut, menurut sejarah Indonesia dinyatakan hilang dalam peristiwa ini. Akan tetapi, pimpinan lapangan dari pemberontakan ini, yang selama ini dilupakan sejarah, Muradi, tetap bersama dengan pasukannya hingga saat terakhir.


Semangat para prajurit PETA dalam kisah 14 februari adalah cermin bagi pemuda pemudi Indonesia, untuk bangkit dan melawan penjajahan dan penguasaan negara asing terhadap tanah air kita Indonesia dan kekayaan alamnya.


Ingat! Penjajahan bangsa kita yang sekarang bersifat ‘halus’ tetap waspada. Mereka bisa ‘membuntuti’ dari arah mana saja.


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA