Minggu, H / 14 Juli 2024

Hari Anak Nasional, Pakar Parenting Bahas Ramah Anak VS Marah Pada Anak

Kamis 23 Jul 2020 16:33 WIB

Reporter :Endah Diva Qaniaputri

Ilustrasi

Foto: Google

ESQNews.id, JAKARTA – Pada umumnya, orangtua itu pasti menyayangi anak-anaknya. Dengan cara yang lemah lembut, sudah pasti. Namun ada juga yang salah kaprah menafsirkan rasa kasih sayang dan cintanya pada anak.


Misal, dengan cara menghukum bila anak melakukan kesalahan. Meluapkan emosi dengan marah-marah, mata melotot bahkan ada yang sampai bermain fisik.


“Di sini ada yang pernah belajar pendidikan anak selama sekolah? Banyak orangtua yang mencari ilmu bertahun-tahun untuk karir. Namun melupakan ilmu yang sangat penting tentang belajar bagaimana caranya mendidik anak,” beber Ary Ginanjar Agustian.


<more>


Karena banyaknya kasus tersebut dan tak mengetahui pendidikan merawat anak. Pakar Parenting dari ESQ Leadership Center turun tangan. Khususnya dalam memperingati Hari Anak Nasional tanggal 23 Juli 2020.


Ida S. Widayanti, paparkan penyebab marahnya orang tua. Karena marahnya orangtua kepada anak pasti ada alasannya.




Pertama, marah karena orangtua merasa khawatir yang berlebihan. Khawatir anaknya terjadi apa-apa di luar rumah, khawatir ada yang mem-bully.


Kedua, bisa karena stress, dan anak menjadi pelampiasannya. Stress karena mikirin biaya hidup, stress karena ada masalah dalam pekerjaan dan lainnya.




“Menurut para ahli, bisa juga karena sifat orangtua yang perfect. Ingin anaknya tampil menarik, memiliki jiwa multi tasking, mempunyai banyak penghargaan misalnya,” terang Ida pada ratusan penonton, dalam maupun luar negeri secara daring.


Karena itu, alangkah baiknya para orangtua dan anak saling memahami. Namun jika anak masih kecil, orangtua yang seharusnya memberikan contoh yang baik kepada anak-anaknya. Berikan respon yang baik di setiap kejadian. Tidak harus marah-marah, bukan?


Para orangtua bisa saling sharing dan bertukar pikiran secara positif dengan sang anak. Kalau bisa menyelesaikan solusi bersamaan. Jadikan anak sebagai kawan itu akan lebih berkesan, loh.




Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA