Selasa, H / 14 April 2026

Energi Baik yang Menular di Kantor

Senin 09 Feb 2026 10:41 WIB

Author :Hary Kuswanto

Tangkapan Layar

Foto: Dokumen Pribadi

#CeritaHK


ESQNews.id, JAKARTA - Aku berdiri di ruang rapat dengan dada yang berdenyut. Target belum tercapai, laporan saling bertabrakan, dan wajah timku tampak letih.


Sebagai atasan, aku merasa bertanggung jawab, namun juga marah. Kata-kataku sempat meninggi, tegas hingga terasa dingin. Hening menyergap. Di titik itu, aku tahu: ada jarak yang tercipta, ada luka yang tak kasatmata.


Hari-hari berikutnya terasa berat. Aku melihat semangat menurun, senyum menghilang, dan kerja berjalan seperti kewajiban semata. Aku jengkel pada keadaan, pada hasil, bahkan pada diriku sendiri. Di balik meja kerja, aku bertanya dalam hati, benarkah ketegasan selalu harus mengorbankan kehangatan?


Suatu pagi, aku memilih duduk lebih lama sebelum rapat. Aku menarik napas, menurunkan ego, dan membuka pertemuan dengan kejujuran. Aku mengakui kekeliruanku dalam menyampaikan tekanan.


Tak ada pembelaan. Tak ada tudingan. Hanya niat untuk memperbaiki. Suasana berubah, pelan, tapi nyata. Mata yang tadinya menunduk mulai terangkat.


Kami mulai bekerja dengan cara berbeda. Aku mendengar lebih banyak, berbicara seperlunya. Aku belajar memberi apresiasi kecil di tengah target besar. Ternyata, energi baik itu menular.


Ketika aku tenang, tim ikut tenang. Ketika aku percaya, mereka melangkah lebih berani. Tegang beralih jadi fokus, jengkel berubah menjadi gairah; lelah menjelma harap.


Aku tersentuh saat melihat hasilnya. Bukan hanya angka yang membaik, tetapi rasa kebersamaan yang tumbuh. Aku sadar, kepemimpinan bukan tentang siapa yang paling keras, melainkan siapa yang paling mampu menjaga nyala semangat. Tekanan tetap ada, konflik tetap nyata, namun arah hati kami kini sama.


Energi pemimpin adalah cermin tim. Ketika kita merawat niat dan cara, hasil mengikuti.


Mari kita pilih menularkan energi baik di tengah tekanan. Kita bisa tegas tanpa melukai, fokus tanpa kehilangan empati, dan kuat tanpa meninggalkan kemanusiaan.


“Perubahan yang ingin kita lihat di dunia harus dimulai dari diri kita sendiri.”

— Mahatma Gandhi


Dapatkan Update Berita

BERITA LAINNYA